ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DITINJAU DARI LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN

Please download to get full document.

View again

of 14
4 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
JIPI Vol. 2 No. 1, Maret e-issn : x ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DITINJAU DARI LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN (Kasus pada
Document Share
Document Transcript
JIPI Vol. 2 No. 1, Maret e-issn : x ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PERUMAHAN GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DITINJAU DARI LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN (Kasus pada Perum Perumnas Cabang Mataram) Dewi Rispawati Program Studi Ilmu Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram ABSTRACT The aim this research is identify strength, weakness, opportunity and threat owned by the company and to know the position of Perum Perumnas Mataram Branch Office in SWOT analysis and also to know about best applicable marketing strategy by Perum Perumnas Mataram Branch Office in product marketing to increase sales volume, pursuant to company position in SWOT analysis. Data Analyse method used in this research is SWOT analysis, IFAS Tables, EFAS Tables and being clarified by Space Matrix analyse, and SWOT Matrix to determine alternative strategy of pursuant to result analyse internal strategic factor and company external factor. This research formulated strategy determination used by Perum Perumnas Mataram Branch Office in marketing its product at level corporation by using Grand Strategy. Research result on SWOT Analysis is that by the Perum Perumnas Mataram Branch Office at the position of Quadran I. It mean that the company is strong and have opportunity to so that company apply the aggresive strategy or growth with concentration horizontal integration. Keywords: SWOT Analysis, Company Position, Marketing Strategy. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan dan untuk mengetahui posisi Perum Perumnas Cabang Mataram dalam analisis SWOT dan juga untuk mengetahui strategi pemasaran tepat yang dapat digunakan oleh Perum Perumnas Cabang Mataram dalam memasarkan produk guna meningkatkan volume penjualan, sesuai dengan posisi perusahaan dalam analisis SWOT. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT, Tabel IFAS, Tabel EFAS dan diperjelas dengan Matriks Space Analisis Matriks dan Matrik SWOT untuk menentukan alternative strategi berdasarkan hasil analisis faktor strategis internal dan faktor eksternal perusahaan. Penelitian ini merumuskan penentuan strategi yang digunakan oleh Perum Perumnas Cabang Mataram dalam memasarkan produknya pada level korporasi dengan menggunakan Grand Strategy. Hasil penelitian berdasarkan Analisis SWOT bahwa Perum Perumnas Cabang Mataram berada pada posisi Quadran I. Artinya posisi perusahaan kuat dan berpeluang untuk menerapkan strategi agresive atau pertumbuhan dengan konsentrasi integrasi horizontal. Kata Kunci: Analisis SWOT, Posisi Perusahaan, Strategi Pemasaran 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Perum Perumnas didirikan pada tanggal 18 Juli 197, di mana Perum Perumnas merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang perumahan. Tujuan didirikannya Perum Perumnas untuk mewujudkan perumahan yang layak dan terjangkau berdasarkan tata ruang yang mendukung pengembangan wilayah secara berkelanjutan. Strategi yang digunakan Perum Perumnas Cabang Mataram dalam memasarkan produknya tidak terlepas dari kondisi lingkungannya, baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Faktor lingkungan eksternal dapat menimbulkan adanya kesempatan atau peluang dan hambatan atau ancaman bagi Perum Perumnas Cabang Mataram dalam pemasaran produknya. Sementara itu, faktor internal merupakan hal yang menunjukkan adanya keunggulan atau kekuatan dan kelemahan bagi Perum Perumnas Cabang Mataram dalam pemasaran produknya. Kesuksesan perusahaan dalam melakukan bisnis diawali dengan kemampuan menjual produk yang dihasilkannya. Perum Perumnas Cabang Mataram membangun perumahan pada komplek perumahan LA (Labuapi) Resort Mataram dari tahun 2008 sampai dengan akhir bulan Oktober tahun 2017 rumah yang terjual sebanyak 557 unit. Pembangunan rumah Perum Perumnas Cabang Mataram sesuai dengan permintaan dari konsumen dan semua rumah yang dibangun habis laku terjual. Faktor yang menyebabkan banyaknya rumah yang terjual dengan tipe rumah standar seperti tipe 29, tipe 36, dan tipe 5 terkait dengan daya beli masyarakat. Jumlah rumah yang terjual pada setiap tahun mengalami fluktuasi. Semua ini di antaranya diakibatkan oleh faktor internal, dan eksternal perusahaan yang tidak dapat dikontrol seperti daya beli konsumen. Penjualan rumah Perum Perumnas Cabang Mataram pada komplek perumahan LA (Labuapi) Resort Mataram untuk tipe rumah 29 dan tipe rumah 36 relatif lebih banyak dibandingkan dengan tipe rumah 5 yang relatif lebih sedikit. Dalam rangka menetapkan strategi pemasaran yang tepat, maka hal yang dilakukan adalah melakukan evaluasi terhadap faktor internal dan eksternal perusahaan. Semua analisis tersebut pada dasarnya merupakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Treath). Untuk lebih terfokusnya penelitian ini, maka ditegaskan bahwa analisis SWOT dilakukan untuk dapat menerapkan strategi pemasaran yang tepat, guna terwujudnya tujuan yang telah ditetapkan oleh Perum Perumnas Cabang Mataram. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana posisi Perum Perumnas Cabang Mataram dalam pemasarannya dilihat dari faktor kekuatan, kelemahan internal perusahaan dan faktor peluang, ancaman eksternal perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT? 2. Strategi pemasaran apa yang sebaiknya diterapkan oleh Perum Perumnas Cabang Mataram dalam memasarkan produknya guna meningkatkan volume penjualan, berdasarkan posisi perusahaan dalam analisis SWOT? 2. Tinjauan Pustaka Hasil Penelitian Terdahulu 1. Penelitian yang dilakukan oleh Wardhana (2009), dengan judul Strategi Pemasaran Hotel Dalam Upaya Meningkatkan Tingkat Hunian Kamar Hotel Senggigi Beach Lombok. Dengan Matriks SPACE diperoleh posisi Hotel Senggigi Beach berada pada kuadran I dan mendukung strategi agresif. 2. Penelitian yang dilakukan oleh Irma Yanti (200) dengan judul Analisis Strategi Pemasaran PT. Varindo Lombok Inti Di Kota Mataram. PT. Varindo Lombok Inti dilihat dari faktor internal dan eksternal berada pada posisi kuat dan berpeluang (kuadran I), maka strategi yang tepat pada level korporasi dengan menggunakan Grand Strategy adalah strategi pertumbuhan (Growth Strategy). Landasan Teoritis Pengertian Pemasaran Definisi pemasaran yang dikemukakan oleh para ahli pemasaran, di antaranya: a. Menurut Kotler dalam Swastha, (2002:5): Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran b. Menurut Assauri (2002:5): Pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. c. Menurut Swastha dan Irawan (2003:5): Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. d. Menurut Stanton dalam Swastha (2002:10): Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. e. Menurut Kotler, et all, (2000:16): Pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui proses penciptaan, penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai dengan orang atau kelompok lain. f. Menurut Ginting (2011:21): Pemasaran adalah pengelolaan pasar untuk terjadinya pertukaran dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. g. Menurut Abdullah dan Tantri (2013:2): Pemasaran adalah suatu system total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen potensial. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Perusahaan harus melakukan pengaturan pada seluruh aspek produk bersangkutan dan hal tersebut tergantung pada kebijakan marketing mix perusahaan. a. Menurut Basu Swastha (2002:2): Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni: produk, harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi. b. Menurut Kotler, Philip; Hoon, Swee, A; Meng, Siew, L; Tiong, Chin, T, (2000:123): Bauran pemasaran (marketing mix) adalah serangkaian alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran. c. Menurut Stanton sebagaimana dikutip Alma Buchari (2011:130) menyatakan bahwa manajemen pemasaran ialah proses untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh individu atau oleh perusahaan. d. Menurut Swastha dan Irawan (2003:78) adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi. e. Menurut Mursid (2010:26) empat kegiatan utama yang lazim disebut P dalam pemasaran yaitu: Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan Promotion (promosi). Konsep Strategi Strategi menurut Alma (2011:200) yaitu penetapan arah keseluruhan dari bisnis. Sementara itu, strategi menurut Stoner dkk. dalam Fandy (1997:3): menyatakan bahwa konsep strategi dapat didefinisikan berdasarkan dua perspektif yang berbeda yaitu dari perspektif apa yang suatu organisasi ingin lakukan (intends to do) dan dari perspektif apa yang organisasi akhirnya lakukan (eventually does). Menurut Nasution, et all, (2006:55): tujuan perencanaan strategis adalah untuk membentuk serta menyempurnakan usaha bisnis dan produk perusahaan sehingga memenuhi target laba pertumbuhan Konsep Strategi Pemasaran Menurut Assauri, Sofjan, 2002:15, strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan. Strategi Pemasaran (Oentoro, 2010:22) yaitu pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Proses Penentuan Strategi Pemasaran Formulasi Strategi Korporasi Strategi pada tingkat korporasi dirumuskan dan ditetapkan oleh kelompok orang yang menduduki jabatan manajemen puncak. Strategi yang dirumuskan mencakup semua kegiatan organisasi, termasuk beraneka bidang bersifat bisnis yang ditangani dan semua kegiatan yang bersifat fungsional (Siagian, 2001:21). Berbagai alternatif strategi umum yang biasa digunakan oleh perusahaan di antaranya : a. Strategi Konsentrasi di mana perusahaan mengarahkan segala dana, daya dan upaya kepada pembuatan suatu produk baru tertentu yang diperkirakan menguntungkan, bergerak pada lingkungan satu pasar tertentu dan mengandalkan pemanfaatan satu jenis teknologi tertentu pula (Siagian, 2001:1). b. Strategi Pengembangan Pasar, merupakan strategi yang dilakukan oleh perusahaan dengan melakukan penjualan produk andalan suatu perusahaan di pasar yang baru dimasukinya (Siagian, 2001:15). c. Strategi Pengembangan Produk, merupakan strategi yang menekankan pada peningkatan mutu dari produk yang dipasarkan perusahaan pada saat ini dengan pasar sasaran yang dituju sama (Sofyan Assauri, 2002:171). d. Strategi Inovasi, merupakan strategi yang dilakukan perusahaan dengan meluncurkan produk baru, sehingga produk yang sejenis yang terdapat di pasaran menjadi ketinggalan zaman (Siagian, 2001:16). e. Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy), didesain untuk mencapai pertumbuhan, baik dalam penjualan, asset, profit, atau kombinasi dari ketiganya (Freddy Rangkuti, 200:3). Strategi pertumbuhan melalui konsentrasi dan diversifikasi yaitu : 1. Konsentrasi melalui integrasi vertikal yaitu pertumbuhan melalui konsentrasi dapat dicapai melalui integrasi vertikal dengan cara backward integration (mengambil alih fungsi supplier) atau dengan cara forward integration (mengambil alih fungsi distributor) dalam upaya meminimalkan biaya dan operasi yang tidak efisisen untuk mengontrol kualitas serta distribusi produk (Freddy Rangkuti, 200:). 2. Konsentrasi melalui integrasi horizontal, yaitu strategi pertumbuhan yang dapat dicapai melalui suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun di lokasi yang lain, dan meningkatkan jenis produk serta jasa (Freddy Rangkuti, 200:). 3. Diversifikasi konsentris yaitu strategi pertumbuhan melalui diversifikasi dengan penambahan bidang bisnis baru yang masih berkaitan dengan bisnis utama yang selama ini ditekuni (Siagian, 2001:151).. Diversifikasi konglomerat yaitu strategi pertumbuhan melalui diversifikasi penambahan bisnis baru yang tidak saling berhubungan/berbeda dari berbagai kegiatan usaha yang sudah ditekuni selama ini (Siagian, 2001:153). 5. Joint Venture yaitu kerjasama yang lebih kompleks dan lebih luas yang menyangkut modal yang besar, sehingga mungkin tak terjangkau oleh seorang pengusaha untuk melakukan bisnis tersebut sendiri, lalu mengajak pengusaha lain untuk berproduksi bersama bagi bisnis atau industri tertentu (Indriyo GitoSudarmo, 2001:28). f. Retrenchment/Devensive Strategies, pada saat kelangsungan hidup perusahaan terancam dan tak lagi dapat bersaing secara lebih efektif, seringkali retrenchment strategies atau strategi yang menekankan pada penghematan kebutuhan dibutuhkan. Ada tiga jenis strategi ini yaitu: 1. Turnaround Strategy, strategi ini biasanya meliputi penghapusan produk yang tidak menguntungkan, pengurangan angkatan kerja, merapikan outlet distribusi, serta mencari metode lain yang membuat perusahaan lebih efisien (Purnomo & Zulkieflimansyah, 1999:77). 2. Divestment Strategy, strategi ini meliputi penjualan bisnis atau pemisahan bagian perusahaan. Strategi ini digunakan pada saat bisnis tertentu tidak sesuai lagi atau secara konsisten gagal untuk mencapai tujuan perusahaan, dan juga dapat untuk memperbaiki posisi keuangan perusahaan yang dijual/dipisahkan (Purnomo & Zulkieflimansyah, 1999:77). 3. Likuidasi Strategy, suatu strategi yang diambil oleh para pemilik dan manajemen perusahaan dengan menjual bagian - bagian perusahaan bukan perusahaan sebagai suatu badan usaha melainkan merupakan pengakuan atas kegagalan mereka (Siagian, 2001:155). Formulasi Strategi Fungsional Strategi pada tingkat fungsional merupakan strategi dalam kerangka fungsi-fungsi manajemen yang dapat mendukung strategi level bisnis (Fandy Tjiptono, 1997:5). Strategi fungsional khususnya di bidang pemasaran ditujukan pada empat komponen pokok yaitu: 1. Strategi Produk, yaitu: Strategi Positioning Product, Strategi Repositioning Product, Strategi Produk Baru, dan Strategi Diversifikasi. 2. Strategi Harga, yaitu: Penetration Pricing, dan Skrimming Pricing. 3. Strategi Distribusi, yaitu: berkaitan dengan penentuan jumlah perantara yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Alternatif yang dipilih dapat berupa distribusi langsung (direct channel) atau distribusi tidak langsung (indirect channel).. Strategi Promosi, yaitu: Personal Selling, Mass Selling, dan Periklanan. Analisis SWOT Menurut Freddy Rangkuti (200:18-19 ), analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Berbagai Peluang 3.melaksanakan strategi turnaround Kelemahan Internal 1. melaksanakan strategi agresif Kekuatan Internal. melaksanakan strategi defensif 2. melaksanakan strategi diversifikasi Berbagai Ancaman Gambar 1. Diagram Analisis SWOT Sumber: Freddy Rangkuti (200:19-20). Matrik SWOT Matriks SWOT dipakai untuk menyusun faktor - faktor strategis perusahaan. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya (Freddy Rangkuti, 200:31). Penentuan Grand Strategy Matrik Penggunaan matrik seleksi strategi dasar (Grand Strategy Selection Matrix) menunjukkan perhatian pada hal - hal berikut (Siagian, 2001: ): 1. Sebagai hasil analisis yang dilakukan, berbagai kelemahan satuan bisnis dapat diatasi. 2. Satuan bisnis dapat mengambil langkah-langkah untuk memaksimalisasi berbagai faktor kekuatan yang dimiliki. 3. Secara internal melakukan pengaturan kembali pemanfaatan dana dan daya yang terdapat dalam satuan usaha.. Secara eksternal melakukan tindakan akuisisi atau penggabungan sebagai teknik untuk meningkatkan kemampuan organisasi memperoleh dana dan daya. Analisis Lingkungan Perusahaan Adapun lingkungan secara umum dibedakan menjadi lingkungan eksternal dan lingkungan internal : a. Lingkungan Eksternal Perusahaan. Faktor - faktor yang termasuk lingkungan eksternal pada umumnya tidak dapat dikontrol oleh manajemen dan faktor tersebut dapat dibagi ke dalam dua kelompok (Swastha, 2002:36): 1. Kelompok pertama adalah faktor-faktor makro seperti: faktor keadaan demografi, di bidang teknologi, kondisi sosial budaya masyarakat yang heterogen, di bidang ekonomi, kebijakan pemerintah yang mendukung dalam pelaksanaan pembangunan perumahan bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah, para pesaing yang ada dalam industri perumahan, dan di bidang politik dan hukum, Peraturan Pemerintah dan situasi keamanan yang mulai membaik. 2. Kelompok kedua disebut lingkungan mikro perusahaan seperti: Pihak supplier (menyuplai kebutuhan bahan baku material bangunan) Perum Perumnas Cabang Mataram, pasar sasaran yang dituju oleh Perum Perumnas Cabang Mataram, dan konsumen yang berpenghasilan menengah ke bawah. b. Lingkungan Internal Perusahaan. Faktor - faktor yang termasuk lingkungan internal pada umumnya dapat dikontrol oleh manajemen seperti: komponen - komponen Marketing Mix perusahaan yaitu; harga yang ditawarkan, produk, promosi, tempat atau lokasi pendirian kantor berada di dalam kota dan dekat dengan lokasi perumahan yang dibangun serta memiliki letak strategis dekat dengan fasilitas umum, di bidang produksi Perum Perumnas Cabang Mataram membangun rumah dengan kategori perumahan sederhana dan sesuai dengan permintaan dari konsumen, di bidang keuangan perusahaan dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. 3. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif di mana tujuannya adalah memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Perum Perumnas Cabang Mataram dalam mengoptimalisasikan peluang dan mengatasi hambatan, dan sekaligus sebagai masukan bagi perusahaan. Definisi lebih luas mengenai penelitian deskriptif yang diberikan oleh Nazir (1999:63) yaitu suatu penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Penelitian ini dilakukan pada kantor pemasaran Perum Perumnas Cabang Mataram yang berlokasi di jalan Batu Bolong No. -10 Mataram dan pada lokasi perumahan yaitu komplek perumahan LA (Labuapi) Resort Mataram. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kasus (studi kasus). Sesuai dengan pokok permasalahan yang diteliti, maka variabel - variabel yang akan diteliti dapat diidentifikasikan sebagai berikut: (1) Kekuatan (Strengths) yang dimiliki perusahaan, (2) Kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki perusahaan, (3) Peluang (Opportunities) bagi perusahaan, () Ancaman (Threats) bagi perusahaan, (5) Produk (Product), (6) Harga (Price), (7) Promosi (Promotion), (8) Saluran distribusi (Place), (9) Lingkungan internal perusahaan dan (10) Lingkungan eksternal perusahaan. Prosedur Analisis data sebagai berikut: dalam penentuan posisi Perum Perumnas Cabang Mataram dilihat dari kekuatan, kelemahan internal dan peluang, hambatan eksternal perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT. Penentuan posisi perusahaan dan strategi Perum Perumnas Cabang Mataram dengan menggunakan Matrik Fakt
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks