BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Please download to get full document.

View again

of 7
5 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Indonesia diupayakan untuk tanggap terhadap perubahan zaman, oleh karena itu pendidikan merupakan sesuatu yang mutlak ada dan harus dipenuhi dalam
Document Share
Document Transcript
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan Indonesia diupayakan untuk tanggap terhadap perubahan zaman, oleh karena itu pendidikan merupakan sesuatu yang mutlak ada dan harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003(2003:30) menyebutkan bahwa: Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan profesi dirinya untuk memenuhi kekuatan spiritual, keagamaan pengendalian diiri kepribadian kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperluka dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Pada dunia pendidikan belajar merupakan hal yang sangat penting karena menyangkut proses belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar di bangku sekolah pihak yang terlibat langsung adalah siswa dan guru. Guru sebagai pengajar sedangkan siswa sebagai individu belajar dituntut selalu belajar untuk memperoleh hasil yang baik serta mampu mengahadapi segala bentuk kesulitan belajar yang dialami. Kesulitan belajar merupakan hal yang banyak diusahakan oleh peserta didik ketika dihadapkan dengan banyak mata pelajaran yang harus dipahami dan dikuasai. Kesulitan belajar tidak memandang tingkat intelegensi yang dimiliki oleh peserta didik., banyak peserta didik dengan intelegensi rendah dapat mengatasi kesulitan beljar yang dialami sehingga dapat meraih prestasi belajar yang tinggi,melebihi kepandaian peserta didik dengan intelegensi tinggi. Akan tetapi juga tidak dapat disanggah bahwa intelegensi yang tinggi dapat memberi peluang yang besar bagi peserta didik untuk meraih prestasi belajar yang tinggi, bahkan sangat sedikit mengalami kesulitan belajar. Seseorang dikatakan berhasil mengatasi kesulitan belajar menurut Mulyadi (2010:12), apabila dapat menguasai sekurang-kurangnya 60% 1 2 dari tujuan yang harus dicapai, dalam hal ini adalah mampu menguasai materi sekurang-kurangnya 60%. Teknik yang dapat dipakai adalah dengan menganalisisi prestasi belajar dalam benttuk nilai hasil belajar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Abdurrahman (2009:10), menunujukkan bahwa sebanyak 16,52 % siswa SMA di DKI Jakarta mengalami kesulitan belajar dari total siswa yang diteliti. Data tersebut juga menunjukkan bahwa kesulitan belajar lebih banyak terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Tingkat pengetahuan yang rendah, gangguan neurologist, sulitnya untuk memahami materi yang sudah diajarkan, masih kurangnya pengulangan materi yang sudah diajarkan, kurangnya kosentrasi serta terlalu banyak kegiatan diluar sekolah, dan kurangnya latihan soal merupakan beberapa faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Kesulitan belajar harus diidentifikasi agar peserta didik mampu membenahi cara belajar mereka, dalam hal ini variasi keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar bisa membantu mengurangi kesulitan belajar peserta didik khususnya mata pelajaran Ekonomi. Mata pelajaran Ekonomi selalu disertai dengan pengerjaan soal serta hafalan, hal ini dimaksudkan agar siswa mudah memahami materi yang disampaikan. Akan tetapi, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam hal mengingat, karena mereka terbiasa dengan aturan-aturan komersil yang lebih mudah diingat. Seperti mata pelajaran yang lainnya bahwa mata pelajaran itu membutuhkan cara belajar yang baik agar dapat memperoleh prestasi yang baik dan dapat mengurangi kesulitan belajar yang dialami. Menurut Slameto (2010:85), cara belajar yang baik adalah dengan mengulangi materi, materi yang belum begitu dikuasai serta mudah terlupakan akan tetap tertanam dalam otak seseorang. Menurut Slameto (2003:29) Mengajar ialah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman-pengalaman dan kecakapan kepada 3 peserta didik, atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi berikut sebagai generasi penerus. Dalam proses mengajar belajar variasi gaya mengajar juga sangat dibutuhkan, karena hal ini dilakukan untuk menhindari kebosanan dan kejenuhan. Sebab jika kebosanan sudah menghinggapi diri anak didik maka proses penerimaan terhadap apa yang diajarkan menjadi tidak maksimal. Tentunya tidak ada seorang guru pun yang menginginkan anak didiknya bosan terhadap pelajarannya. Variasi gaya mengajar merupakan ketrampilan yang harus dikuasai oleh guru. Bagi peserta didik, belajar adalah aktivitas yang biasa dan harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan belajar terhadap sesuatu akan menghasilkan perubahan bagi peserta didik tersebut. Belajar bagi siswa merupakan suatu tanggung jawab yang harus dilakukan, sehingga dengan belajar siswa akan mengalami perubahan bagi dirinya sendiri baik secara ilmu pengetahua, pemahaman sifat dan tingkah lakunya. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh para ahli pendidikan bahwa belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan. Sukmadinata (2009:32) menyebutkan bahwa sebagian besar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. Menurut Slameto (2003:2) Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Motivasi menjadi faktor yang berpengaruh untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar itu, maka tujuan yang dikehendaki oleh siswa tercapai. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan 4 dorongan dalam dirinya. Motivasi yang kuat akan menumbuhkan gairah, semangat dan perasaan senang untuk belajar. Seseorang akan menampakkan minat, perhatian,konsentrasi penuh,ketekunan tinggi,serta berorientasi pada prestasi tanpa mengenal perasaan bosan apabila ia mempunyai motivasi belajar. Hamzah (2008:23) menyatakan bahwa : Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah faktor intrinsic dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsic berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsik adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik, Dalam proses belajar mengajar motivasi sangat diperlukan,sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini merupakan pertanda bahwa sesuatu yang akan dikerjakan itu tidak menyentuh kebutuhannya. Menurut Djamarah (2002:114) motivasi adalah sebagai suatu pendorong yang mengubah energy dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilku individu termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Secara sederhana dapat dikatakan apabila siswa tidak memiliki motivasi belajar makan tidak akan terjadi kegiatan beljar pada diri siswa tersebut. Apabila motivasi rendah, umumnya diasumsikan bahwa prestasi yang bersangkutan akan rendah dan besar kemungkinan ia tidak akan mencapai tujuan belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul KESULITAN BELAJAR EKONOMI DALAM PERSPEKTIF KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH I SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017 5 B. Identifikasi Masalah Banyak faktor yang menjadi penyebab siswa SMA mengalami kesulitan pada saat mengerjakan soal ujian akhir semester mata pelajaran Ekonomi. Faktor- faktor tersebut diantaranya yaitu: kurangnya persiapan siswa ketika akan menghadapi ujian, kurangnya memahami soal ujian yang diberikan, kurangnya pemahaman tentang materi yang digunakan untuk ujian, kurangnya latihan soal, kurangny rasa percaya diripada saat mengerjakan soal. C. Pembatasan Masalah Untuk memudahkan peneliti dalam melakukan penelitiannya, maka perlu adanya pembatasan masalah untuk menghindari kesulitan dalam penafsiran judul, sehingga tujuan penelitian tersebut dapat tercapai. Maka masalah-masalah dalam penelitian ini dibatasi pada : a. Kesulitan belajar dibatasi pada kesulitan belajar Ekonomi siswa SMA kelas XI tahun ajaran 2016/2017 b. Keterampilan mengajar guru dibatasi pada keterampilan mengajar guru Ekonomi SMA kelas XI tahun ajaran 2015/2016. c. Motivasi belajar dibatasi pada motivasi belajar siswa SMA kelas XI tahun ajaran 2016/2017 d. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA kelas XI tahun ajaran 2016/2017, sedangkan obyek penelitian ini adalah mata pelajaran ekonomi. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penelitian ini dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut : a. Apakah terdapat perbedaan kesulitan belajar menurut interaksi keterampilan mengajar guru? b. Apakah terdapat perbedaan kesulitan belajar menurut motivasi belajar? 6 c. Apakah terdapat perbedaan kesulitan belajar menurut interaksi keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar? E. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah : a. Untuk mengetahui perbedaan kesulitan belajar menurut interaksi keterampilan mengajar guru. b. Untuk mengetahui perbedaan kesulitan belajar menurut motivasi belajar. c. Untuk mengetahui perbedaan kesulitan belajar menurut interaksi keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar. F. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat antara lain sebagai berikut : a. Secara teoritis Memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya. b. Secara praktis 1) Bagi Guru Sebagai informasi bagi guru pengampu mata pelajaran ekonomi agar guru pengampu untuk lebih teliti dan hati-hati dalam pemyampaian materi agar materi mudah dimengerti, dan sebagai refleksi dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan baik agar tidak terjadi kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pada saat ujian semester. 2) Bagi peneliti Dapat menambah pengalaman dan wawasan mengenai menganalisis butir soal serta dapat digunakan sebagai bekal apabila menjadi pendidik di masa yang akan datang. 7 3) Bagi lembaga Sebagai pertimbangan dalam evaluasi proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar.
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks