BAB II KAJIAN TEORI. Konsep pembelajaran menurut Corey adalah: sistem pengajaran terdiri dari peserta didik, pendidik, dan tenaga lainnya,

Please download to get full document.

View again

of 29
6 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
BAB II KAJIAN TEORI A. Pembelajaran IPS 1. Pengertian Pembelajaran IPS di SD/MI Pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan
Document Share
Document Transcript
BAB II KAJIAN TEORI A. Pembelajaran IPS 1. Pengertian Pembelajaran IPS di SD/MI Pembelajaran ialah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak pendidik sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Belajar merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hayat. Hampir semua kecakapan, kegemaran dan sikap manusia terbentuk, dimodifikasi dan berkembang karena belajar. Dengan demikian, belajar merupakan proses penting yang terjadi dalam kehidupan setiap orang. 1 Konsep pembelajaran menurut Corey adalah: Suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisikondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. 2 Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari peserta didik, pendidik, dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papan tulis, 1 Nyayu Khodijah, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 2014)., h Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2009), h 13 dan kapur, fotografi, slide dan film, audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruangan kelas, perlengkapan audio visual, juga komputer. Prosedur, meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian dan sebagainya. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. Sistem pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku, belajar di kelas atau di sekolah, karena diwarnai oleh organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan, untuk membelajarkan peserta didik. 3 Pembelajaran merupakan suatu proses yang terdiri dari kombinasi dua aspek, yaitu: belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh peserta didik, mengajar berorientasi pada apa yang harus dilakukan oleh pendidik sebagai pemberi pelajaran. Kedua aspek ini akan berkolaborasi secara terpadu menjadi suatu kegiatan pada saat terjadi interaksi antara pendidik dengan peserta didik, serta antara peserta didik dengan peserta didik disaat pembelajaran sedang berlangsung. Dengan kata lain, pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses komunikasi antara peserta didik dalam rangka perubahan sikap. Karena itu baik konseptual maupun operasional konsepkonsep komunikasi dan perubahan sikap akan selalu melekat pada pembelajaran. Komunikasi didefinisikan sebagai proses dimana para partisipan atau peserta didik menciptakan dan saling berbagi informasi satu sama lain guna 3 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 57 14 mencapai pengertian timbal balik (Suherman ). Dalam pengertian tersebut proses komunikasi sekurang-kurangnya harus melibatkan dua orang. Proses komunikasi dalam pembelajaran melibatkan dua pihak yakni pendidik dan peserta didik. Pendidik memegang peranan utama sebagai komunikator dan peserta didik. Pendidik memegang peranan utama sebagai komunikator dan peserta didik memegang peran utama sebagai komunikan. Dalam praktiknya kedua peran itu dilakukan oleh kedua belah pihak pada gilirannya bertukar peran menjadi pemberi dan penerima informasi, itulah yang disebut dengan berbagi informasi dalam komunikasi pembelajaran. 4 Berkenaan dengan ilmu Sosial ini, Norma Mackenzie mengemukakan bahwa ilmu sosial adalah semua bidang ilmu yang berkenaan dengan manusia dalam konteks sosialnya atau dengan kata lain adalah semua bidang ilmu yang mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat. 5 Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS) adalah mata pelajaran yang mempelajari kehidupan sosial yang didasarkan pada bahan kajian geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, tata negara, dan sejarah. IPS adalah bidang studi yang mempelajari, menelaah, menganalisis gejala dan masalah sosial di masyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek kehidupan atau satu perpaduan. 6 IPS yang diajarkan di SD/MI terdiri atas dua bahan kajian pokok: pengetahuan sosial dan sejarah. Bahan kajian pengetahuan sosial mencakup 4 Asep Jihad, Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Multi Pressindo2008), h Ischak, S,U, dkk, Pendidikan IPS di SD, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2007), h Ibid., h. 1.36, 15 lingkungan sosial, ilmu bumi, ekonomi, dan pemerintahan. Bahan kajian sejarah meliputi perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lampau hingga masa kini. 7 Batasan lain ditunjukkan oleh Hasan, dalam salah satu tulisannya, yang menyebutkan dua konsep yang berbeda tentang IPS, yaitu: Pendidikan Pengetahuan Sosial (PS), dan Pendidikan Ilmu-ilmu sosial (di perpendidikan tinggi: penulis). IPS dalam pengertian Pendidikan Pengetahuan Sosial (PS) merujuk pada organisasi materi kurikulum yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak melalui pengetahuan sosial dan budaya. Sedangkan IPS dalam pengertian Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial adalah program pendidikan yang dikembangkan di perpendidikan tinggi dengan pendekatan monodisiplin, yaitu mengajarkan satu bidang ilmu sosial secara terpisah. 8 Perbedaan kedua tataran konsep IPS ini lebih kepada cara yang digunakan dalam mengorganisasikan kurikulum. Marsh (1991) dalam konsep yang dikemukakannya cenderung lebih menekankan pada pendidikan IPS sebagai Pendidikan Pengetahuan Sosial. Hal ini tercermin pada definisi yang dikemukakannya bahwa Pendidikan IPS adalah studi tentang manusia sebagai makhluk sosial yang tersusun dalam masyarakat, dan interaksi antara satu dengan yang lain, serta dengan lingkungan mereka pada suatu tempat dan waktu tertentu. 7 Depdikbud, Metodik Khusus Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, (Jakarta: Depdikbud, 1995)., h. 1 8 Depdiknas, Kapita Selekta Pembelajaran, (Jakarta: Depdiknas, 2007), h. 102 16 2. Tujuan Pembelajaran IPS Banyak pengertian yang diberikan para ahli pembelajaran tentang tujuan pembelajaran, yang satu sama lain memiliki kesamaan di samping ada perbedaan sesuai dengan sudut pandang garapannya. Robert F. Mager misalnya memberikan pengertian tujuan pembelajaran sebagai perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Pengertian kedua dikemukakan oleh Edwar L. Dejnozka dan David E. Kapel, juga Kemp yang memandang bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Perilaku ini dapat berupa fakta yang konkret serta dapat dilihat dan fakta yang tersamar. Devinisi ketiga dikemukakan oleh Fred Percival dan Henry Ellington yakni tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang jelas dan menunjukkan penampilan atau keterampilan peserta didik tertentu yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. 9 Kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan peserta didik, mata ajaran, dan pendidik itu sendiri. Berdasarkan kebutuhan peserta didik dapat ditetapkan apa yang hendak dicapai, dikembangkan, dan di apresiasi. Berdasarkan mata ajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum dapat ditentukan hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Pendidik sendiri adalah sumber utama tujuan bagi para peserta 9 Hamzah B, Uno, Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta: PT, Bumi Aksara, 2008), h. 35 17 didik, dan dia harus mampu menulis dan memilih ujuan-tujuan pendidikan yang bermakna, dan dapat terukur. Tujuan ( goals) adalah rumusan yang luas mengenai hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Di dalamnya terkandung tujuan yang menjadi target pembelajaran dan menyediakan pilar untuk menyediakan pengalaman-pengalaman belajar. Suatu tujuan pembelajaran seyogianya memenuhi kriteria sebagai berikut : a. tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar, misalnya: dalam situasi bermain peran; b. tujuan mendefinisikan tingkah peserta didik dalam bentuk dapat diukur dan dapat diamati; c. tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang dikehendaki, misalnya pada peta pulau Jawa, peserta didik dapat mewarnai dan memberi label pada sekurang-kurangnya tiga gunung utama. 10 Mengenai tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial (pendidikan IPS), para ahli sering mengaitkannya dengan berbagai sudut kepentingan dan penekanan dari program pendidikan tersebut. Gross menyebutkan bahwa tujuan Pendidikan IPS adalah untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik dalam kehidupannya di masyarakat, secara tegas ia mengatakan to prepare students to be well-functioning citizens in a democratic society. Tujuan lain dari pendidikan IPS adalah untuk 10 Oemar, op.,cit, h 18 mengembangkan kemampuan peserta didik menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan setiap persoalan yang dihadapinya. Sejalan dengan tujuan tersebut tujuan pendidikan IPS adalah membina anak didik menjadi warga negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat dan negara. Sedangkan secara rinci Oemar Hamalik merumuskan tujuan pendidikan IPS berorientasi pada tingkah laku peserta didik, yaitu: (1) pengetahuan dan pemahaaman salah satu fungsi pengajaran IPS adalah mensttransmisikan pengetahuan dan pemahaman tentang masyarakat berupa fakta-fakta ide-ide kepada anak. Selain itu juga mengembangkan rasa kontinuitas dan stabilitas, memberikan informasi dan teknik-teknik sehingga mereka dapat ikut memajukan masyarak sekitarnya. (2) Sikap belajar IPS juga bertujuan untuk mengembangkan sikap belajar yang baik. Artinya dengan belajar IPS anak memiliki kemampuan meyelidiki (inkuiri) untuk menemukan ide-ide, konsep-konsep baru sehingga mereka mampu melakukan perspektif untuk masa yang akan datang. (3) Nilai-nilai sosial dan sikap Anak membutuhkan nilai-nilai untuk menafsirkan fenomena dunia sekitarnya, sehingga mereka mampu melakukan perspektif. Nilai-nilai sosial merupakan unsur penting di dalam pengajaran IPS. Berdasarkan 19 nilai-nilai sosial ang berkembang dalam masyarakat maka akan maka akan berkembang pula sikap sikap sosial anak. (4) Keterampilan dasar IPS Anak belajar menggunakan keterampilan dan alat-alat studi sosial misalnya mencari bukti dengan berpikir ilmiah, keterampilan mempelajari data masyarakat, mempertimbangkan validitas dan releansi data, mengklasifikasikan dan menafsirkan data-data sosial, dan merumuskan kesimpulan. 11 Mata pelajaran ilmu pengetahuan Sosial di SD/MI bertujuan agar peserta didik mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran sejarah bertujuan agar peserta didik mampu mengembangkan pemahaman tentang perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa kini sehingga peserta didik memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan cinta tanah air. Mengenalkan kepada peserta didik tentang hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya, memberikan pengetahuan agar peserta didik memahami peristiwa-peristiwa serta perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya, mengembangkan kemampuan peserta didik untuk mengenal kebutuhan kebutuhannya serta menyadari bahwa manusia lain pun memiliki kebutuhan, menghargai udaya masyarakat sekitarnya, bangsa dan juga budaya bangsa lain, memahami dan dapat menerapkan prinsip- 11 Hidayati, Pengembangan Pendidikan IPS SD. (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: Departemen Pendidikan Nasinal, 2008)., h.1-24 20 prinsip ekonomi yang bertalian dengan dirinya sendiri maupun dalam hubungannya dengan orang lain dan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Memahami bahwa antara manusia yang satu dengan lainnya saling membutuhkan serta dapat menghormati harkat dan nilai manusia, memupuk rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan dan hasilnya serta menghargai setiap jenis pekerjaan maupun hasil pekerjaan yang dilakukan orang lain Dimensi Pembelajaran IPS Pencapaian pembelajaran pendidikan IPS di persekolahan diperlukan pemahaman dan pengembangan program pendidikan yang komprehensif. Program pendidikan IPS yang komprehensif tersebut menurut Sapriya adalah program pendidikan yang mencakup empat dimensi, yaitu dimensi pengetahuan ( knowledge), dimensi keterampilan ( skill), dimensi nilai dan sikap ( value and attitude), dan dimensi tindakan ( action). Lebih perinci keempat dimensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Dimensi Pengetahuan (Knowledge) Pengethauan adalah kemahiran dan pemahaman terhadap sejumlahn informasi dan ide-ide. Tujuan pengembangan pengetahuan ini adlah untuk membantu peserta didik dalam belajar untuk memahami lebih banyak tentang dirinya fisiknya dan dunia sosial serta lingkungan sekitarnya ), h Debdikbud, op.,cit, h Ahmad Susanto, Pengembangan Pembelajaran IPS, (Jakarta: Prenadamedia Group, 21 b. Dimensi keterampilan (skill) Keterampilan adalah pengembangan kemampuan-kemampuan tertentu sehingga digunakan pengetahuan yang diperolehnya. Keterampilan ini dalam pendidikan IPS terwujud dalam bentuk kecakapan mengolah dan menerapkan informasi yang penting untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang mampu berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat demokratis. 14 c. Dimensi Nilai dan Sikap (Value and Attitude) Nilai dan sikap merupakan seperangkat keyakinan atauprinsip perilaku yang telah mempribadi dalam diri seseorang atau kelompok masyarakat tertentu yang terungkap ketika berpikir dan bertindak. 15 d. Dimensi Tindakan (Action) Tindakan sosial ini merupakan dimensi IPS yang penting karena tindakan sosial dapat memungkinkan peserta didik menjadi peserta didik yang aktif, dengan jalan berlatih secara konkret dan praktik, belajar dari apa yang diketahui dan dipikirkan tetang isu-isu sosial untuk dipecahkan sehingga secara jelas apa yang dilakukan dan bagaimana caranya dengan demikian peserta didik akan belajar menjadi warga negara yang efektif di masyarakat Ibid.,h Ibid., h Ibid., h. 30 22 4. Perencanaan Pembelajaran IPS Pendidik harus bisa dan mengerti dalam membuat perencanaan pembelajaran.dalam membuat perencanaan pembelajaran IPS, pendidik harus memiliki keterampilan agar bisa menjadikan pembelajaran IPS sebagai pembelajaran yang menarik bagi peserta didik, membuat peserta didik bisa memahami, mengerti, memaknai dan menerapkan isi dari pembelajaran IPS. Perencanaan pembelajaran IPS terkait dengan bagaimana seorang pendidik bisa membuat perencanaan pembelajaran dengan baik. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancanngan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan peserta didik. Itulah sebabnya dalam belajar, peserta didik tidak hanya berinteraksi dengan pendidik sebagai salah satu sumber belajar, tetapi mungkin berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu, pembelajaran memusatkan perhatian pada bagaimana membelajarkan peserta didik, dan bukan pada apa yang dipelajari peserta didik. Adapun perhatian terhadap apa yang dipelajari peserta didik merupakan bidang kajian dari kurikulum, yakni mengenai apa isi pembelajaran yang harus dipelajari peserta didik agar dapat tercapainya tujuan. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana cara agar tercapai tujuan tersebut. Dalam kaitan ini hal-hal yang tidak bisa dilupakan untuk mencapai tujuan adalah bagaimana cara mengorganisasikan pembelajaran, bagaimana menyampaikan isi pembelajaran, dan bagaimana 23 menata interaksi antara sumber-sumber belajar yang ada agar dapat berfungsi secara optimal. 17 Pembelajaran IPS yang akan direncanakan memerlukan berbagai teori untuk merancangnya agar rencana pembelajaran IPS yang disusun benarbenar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajaran IPS. 5. Ciri-ciri Pembelajaran IPS Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran, ialah: a. Rencana, ialah penataan ketenagaan, material, dan produser, yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran, dalam suatu rencana khusus. Dimana dalam pembelajaran IPS pun harus memiliki dan membuat rencana pembelajaran seperti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPS yang baik dan sesuai dengan materi yang akan diajarkan atau dipelajari. b. Kesalingtergantungan ( interdependence), antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu keseluruhan. Tiap unsur bersifat esensial, dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. c. Tujuan sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami ( natural). Sistem yang dibuat oleh manusia, seperti: sistem transportasi, sistem komunikasi, sistem pemerintahan, semuanya memiliki tujuan. Sistem alami (natural) seperti: 17 Hamzah. op.,cit, h. 2-3 24 sistem ekologi, sistem kehidupan hewan, memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain, disusun sesuai dengan rencana tertentu, tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. Tujuan utama sistem pembelajaran agar peserta didik belajar. Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga, material, dan prosedur agar peserta didik belajar secara efisien dan efektif. Dengan proses mendesain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. 18 Demikian juga dengan pembelajaran IPS, mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai seperti memberikan bekal bagi peserta didik untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya, bisa saling menghargai keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia dan lain sebagainya. 6. Prinsip-prinsip Pengajaran IPS Prinsip-prinsip pengajaran IPS meliputi: a. Dalam mengajarkan bahan-bahan pada Ilmu Pengetahuan sosial hendaknya dimulai dari lingkungan yang terdekat (sekitar), yang sederhana sampai kepada bahan yang lebih luas dan kompleks. Pengalaman-pengalaman atau pengetahuan pendahuluan yang diperoleh di lingkungan sebelum masuk sekolah dasar sangat berpengaruh dalam 18 Oemar, op.,cit, h 25 menerima maupun mempelajari konsep dasar, sehingga tugas pendidik dalam hal ini adalah memotivasi agar pengalaman peserta didik tersebut dijadikan dasar dalam mempelajari IPS. b. Dalam belajar Ilmu Pengetahuan Sosial pengalaman langsung melalui pengamatan, observasi maupun mencoba sesuatu atau dramatisasi akan membantu peserta didik lebih memahami pengertian atau ide-ide dasar dalam pelajaran IPS sehingga ingatan peserta didik terhadap konsepkonsep yang dipelajari akan lebih mendalam. 19 Pembelajaran IPS yang berlandaskan pendekatan sistem berorientasi pada pencapaian tujuan belajar. Pembelajaran IPS merupakan kegiatan mengubah karakteristik peserta didik sebelum belajar IPS ( input) menjadi peserta didik yang memiliki karakter yang diinginkan ( output). Karena itu langkah pertama dalam merencanakan pembelajaran IPS adalah perumusa tujuan pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran selalu berorientasi pada peserta didik, bukan pendidik. Seorang pendidik IPS tidak dapat lagi merumuskan tujuan pembelajaran IPS peserta didik mengetahui hakikat IPS atau peserta didik akan menghayati hakikat IPS. Rumusan yang tepat adalah peserta didik akan dapat menyebutkan, mendefinisikan, mendeskripsikan, dan membuat garis-garis besar IPS Depdikbud, op.,cit, h Wr, Hendra Saputra, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, (Jakarta: UHAMKA Press, 2004), h 26 B. Penanaman Sikap Sosial 1. Pengertian Penanaman Sikap Sosial Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengenai penanaman adalah proses, perbuatan, dan cara menanamkan. Penanaman secara etimologi belasal dari kata tanam yang berarti benih, yang semakin jelas ketika mendapat imbuhan me-kan menjadi Menanamkan yang berarti menabur ajaran, paham dan lain sebagainya, serta berarti pula memasukkan, membangkitkan, atau memelihara perasaan, cinta kasih, dan lain sebagainya. 21 Dalam wacan
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks