BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Kajian pustaka yang diuraikan dalam penelitian ini pada dasarnya

Please download to get full document.

View again

of 23
3 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka Kajian pustaka yang diuraikan dalam penelitian ini pada dasarnya dijadikan sebagai acuan untuk mendukung dan memperjelas penelitian ini.
Document Share
Document Transcript
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka Kajian pustaka yang diuraikan dalam penelitian ini pada dasarnya dijadikan sebagai acuan untuk mendukung dan memperjelas penelitian ini. Sehubungan dengan masalah yang diteliti, kerangka teori yang relevan dengan penelitian ini diuraikan sebagai berikut. 1. Pembelajaran Bahasa Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting di sekolah. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia bagi siswa adalah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya. Sedangkan bagi guru bahasa Indonesia adalah untuk mengembangkan potensi bahasa Indonesia siswa dan lebih mandiri dalam menentukan bahan ajar kebahasaan yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan siswa. Selain itu, tujuan umum pembelajaran bahasa adalah memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa, serta merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua mata pelajaran. Bahasa Indonesia menjadi mata penghela, penghulu, atau pembawa ilmu pengetahuan. Kurikulum 2013 menyadari peranan penting bahasa Indonesia sebagai wahana untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran secara estetis dan logis (Imania, 2014:11). Sejalan dengan peran di atas, pembelajaran bahasa Indonesia disajikan dengan berbasis teks, baik lisan maupun tulisan. 9 2. Keterampilan Menulis a. Pengertian Menulis Menulis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (depdiknas, 2008: 1219), diartikan sebagai membuat huruf (angka, dan sebagainya) dengan pena, melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; mengarang cerita (roman, dan membuat surat). Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang bersifat produktif, yakni memiliki sebuah produk yang bernama tulisan. Dalam pembelajarannya, menulis merupakan sebuah pembelajaran yang kurang diminati. Walaupun keterampilan menulis berada pada posisi terakhir dalam urutan keterampilan berbahasa, tetapi mempunyai peran yang paling penting karena, sifatnya yang produktif. Seseorang dapat dikatakan seorang akademis yang baik jika telah teruji kemampuan menulisnya. Oleh karena itu, dalam situasi pembelajaran seorang guru hendaknya memiliki kepekaan dalam mewujudkan hasil pembelajaran yang efektif dan tepat sasaran. Menulis merupakan suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan (informasi) secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya (Suparno, 2006: 13).. Aktivitas menulis melibatkan beberapa unsur, yaitu penulis sebagai penyampaian pesan, isi tulisan, saluran atau media, dan pembaca (Dalman, 2015:3). Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis dalam tujuan, misalnya memberitahu, meyakinkan, atau menghibur. Hasil dari proses kreatif ini biasa disebut dengan istilah karangan atau tulisan. Kedua istilah tersebut mengacu pada hasil yang sama meskipun ada 10 pendapat yang mengatakan kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Istilah menulis sering dilekatkan pada proses kreatif yang sejenis ilmiah. Sementara istilah mengarang sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis non ilmiah (Dalman, 2015:3). Menulis pada hakikatnya adalah suatu proses menggunakan lambanglambang (huruf) untuk menyusun, mencatat, dan mengkomunikasikan serta dapat menampung aspirasi yang menghibur, memberi informasi dan menambah pengetahuan (Azis, 2007:8). Menulis sebagai keterampilan berbahasa adalah kemampuan seseorang dalam mengemukakan gagasan, perasaan, dan pikiraanpikirannya kepada orang atau pihak lain dengan menggunakan media tulisan. Setiap penulis pasti memiliki tujuan dengan tulisannya, antara lain: mengajak, menginformasikan, meyakinkan, atau membujuk pembaca (Zainurrahman, 2013:69). Dapat disimpulkan bahwa menulis adalah melukiskan lambang-lambang grafik yang berupa representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan untuk memberitahu, meyakinkan, atau menghibur. Menulis merupakan keterampilan berbahasa untuk mengemukakan gagasan, perasaan dan pikiran kepada orang lain melalui media tulisan. b. Tujuan Menulis Sebelum membuat suatu tulisan, seorang penulis harus memusatkan terlebih dahulu tujuan apa yang hendak ia capai dengan tulisannya. Tarigan (2013: 25), merumuskan tujuan menulis sebagai berikut : 11 1) Tujuan penugasan ( assignment purpose) Penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri (misalnya para siswa yang diberi tugas merangkumkan buku; sekretariat yang ditugaskan membuat laporan atau notulen rapat). 2) Tujuan altruistik ( altruistic purpose) Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. 3) Tujuan Persuasif ( pursuasive purposie) Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. 4) Tujuan Informasional, tujuan penerangan (informatinal purpose). Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan penerangan kepada para pembaca. 5) Tujuan pernyataan diri ( self-expressive purpose) Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca. 6) Tujuan kreatif (creative purpose) Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. Akan tetapi, keinginan kreatif di sini melebihi pernyataan diri, dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. 12 7) Tujuan pemecahan masalah ( problem-solving purpose) Dalam tulisan seperti ini penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Penulis ingin menjelaskan, menjernihkan, menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca (Tarigan, 2013:25). c. Manfaat Menulis Menurut Deni (2010:4-5), ada empat manfaat dari kegiatan menulis, yaitu: (1) bisa menuangkan gagasan, ide, atau nilai dengan lebih leluasa dan terkontrol, (2) sebuah gagasan menjadi lebih luas, (3) gagasan yang ditulis dan tersebar akan terdokumentasi cukup lama, dan (4) dengan menulis dapat melakukan banyak hal. Menulis merupakan suatu kegiatan yang mempunyai banyak manfaat yang diterapkan oleh penulis itu sendiri. Ada beberapa manfaat menulis antara lain yaitu: 1) Dengan menulis dapat lebih mengenali kemampuan dan potensi pribadi yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang ditulis. 2) Melalui kegiatan menulis dapat mengembangkan berbagai gagasan atau pemikiran yang akan dikemukakan. 3) Dari kegiatan menulis dapat memperluas wawasan kemampuan berpikir, baik dalam bentuk teoritis maupun dalam bentuk berpikir terapan. 4) Permasalahan yang keluar dapat dijelaskan dan dipertegas melalui kegiatan menulis. 5) Melalui tulisan dapat menilai gagasan sendiri secara objektif. 13 6) Dalam konteks yang lebih konkret, masalah dapat dipecahkan dengan lebih melalui tulisan. 7) Dengan menulis dapat memotivasi diri untuk belajar dan membaca lebih giat. Penulis menjadi penemu atau pemecah masalah bukan sekadar menjadi penyadap informasi dari orang lain. 8) Melalui kegiatan menulis dapat membiasakan diri untuk berpikir dan berbahasa secara tertib (Akhadiah, dkk, 1994:1 2). d. Tahap-tahap dalam Menulis Menulis merupakan suatu proses. Menulis tidak dapat dikerjakan dengan sekali melangkah. Sebagai suatu proses, menulis mencakup serangkain kegiatan mulai penemuan gagasan sampai pada tahap editing (revisi). Jadi, kegiatan menulis memerlukan persiapan yang matang dengan melalui tahapan-tahapan tertentu. Lebih rinci, dijelaskan bahwa tahapan menulis dibedakan menjadi tiga, tahapan yaitu prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan (Dalman, 2015:13-19). 1) Tahap Prapenulisan (Persiapan) Tahap ini merupakan tahap pertama, tahap persiapan atau prapenulisan adalah ketika pembelajar menyiapkan diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan fokus, mengolah informasi, menarik tafsiran dan inferensial terhadap realitas yang dihadapinya, berdiskusi, membaca, mengamati, dan lain-lain yang memperkaya masukan kognitifnya yang akan diproses selanjutnya. 14 Pada tahap prapenulisan ini terdapat aktivitas memilih topik, menetapkan tujuan dan sasaran, mengumpulkan bahan dan informasi yang diperlukan, serta mengorganisasikan ide atau gagasan dalam bentuk kerangka karangan. a) Menentukan Topik Topik adalah pokok persoalan atau permasalahan yang menjiwai seluruh tulisan. Topik harus dibedakan dengan tema, karena tema mencakup hal yang lebih umum. Sementara topik mengarah pada hal yang lebih khusus. Jadi akan lebih pas bila topik tulisan disejajarkan dengan sub tema. b) Menentukan Tujuan dan Sasaran Tujuan dan sasaran penulisan harus diperhatikan agar tulisan dapat tersampaikan dengan baik. Tujuan dan sasaran penulisan akan mempengaruhi corak dan bentuk tulisan, gaya penyampaian, dan tingkat kerincian isi tulisan. c) Mengumpulkan Bahan dan Informasi Pendukung Sebelum memulai menulis perlu mencari, mengumpulkan dan memilih bahan informasi yang dapat mendukung, memperluas, dan memperkaya isi tulisan. Tanpa pengetahuan dan wawasan yang memadai, maka tulisan tersebut akan dangkal dan kurang bermakna. Karena itulah, penelusuran dan pengumpulan informasi sebagai bahan tulisan sangat diperlukan. d) Mengorganisasikan Ide dan Informasi Banyak kesulitan yang muncul dalam mengorganisasikan ide dan informasi. Terlebih dahulu harus menyusun kerangka karangan agar tulisan tersebut dapat tersusun secara sistematis. Kerangka karangan adalah panduan seseorang dalam menulis ketika mengembangkan suatu karangan. Secara umum 15 kerangka karangan itu terdiri atas pendahuluan atau pengantar, isi atau inti, dan penutup. 2) Tahap Penulisan Tahap penulisan merupakan tahap untuk menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan. Pada tahap ini, akan mengembangkan butir demi butir ide yang terdapat dalam kerangka tulisan dengan memanfaatkan bahan atau informasi yang telah dipilih dan dikumpulkan. Dalam mengembangkan ide, harus memperhatikan kedalaman dan keluasan isi, jenis informasi yang akan disajikan, pengembangan alinea, gaya dan cara pembahasan. 3) Tahap Pascapenulisan Tahap ini merupakan tahap penghalusan dan penyempurnaan buram yang telah dihasilkan. Kegiatannya terdiri atas penyuntingan dan perbaikan (revisi). Penyuntingan adalah pemeriksaan dan perbaikan unsur mekanik karangan seperti ejaan, pungtuasi, diksi, pengkalimatan, pengalineaan, gaya bahasa, pencatatan kepustakaan, dan konvensi penulisan lainnya. Kegiatan penyuntingan dan perbaikan dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: a) membaca keseluruhan karangan, b) menandai hal-hal yang perlu diperbaiki atau memberi catatan bila ada hal-hal yang perlu diganti, ditambahkan, disempurnakan, dan c) melakukan perbaikan sesaui dengan temuan saat penyuntingan. Yunus (2015:28) juga membagi tahap menulis menjadi 4 tahap atau biasa disebut dengan 4P (Pikir Praktik - Penyuntingan Publikasi) yang dapat ditempuh dalam menulis. Adapun penjelasannya sebagai berikut: 16 1) Tahap Pikir, pada tahap ini yang perlu disiapkan adalah topik apa yang akan ditulis, bahan tulisan, cara membuat tulisan, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tulisan. 2) Tahap Praktik, tahap ini adalah tahap menuangkan ide dan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Praktik menulis bertumpu pada implementasi ide, gagasan, dan perasaan sehingga menjadi tulisan yang sesungguhnya. 3) Tahap Penyuntingan, tahap untuk membaca kembali hasil tulisan dan memperbaiki jika ada yang masih kurang atau kah perlu untuk penambahan. 4) Tahap Publikasi, inilah tahap penting dalam menulis. Penulis yang baik adalah penulis yang mau dan mampu mempublikasikan tulisannya sendiri. 3. Teks Teks dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (depdiknas, 2008:1159) adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang; kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan; bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya. Dari pengertian tersebut, seseorang akan selalu memandang teks sebagai sebuah tulisan yang panjang. Kata teks akan menghadirkan bayangan seseorang tentang buku, surat, atau pun surat kabar. Namun, lain halnya dalam kurikulum 2013 teks tidak lagi hanya diartikan dalam bahasa tulis saja. Teks merupakan realisasi wacana, karena teks berada pada tataran parole yang berupa realisasi atau perwujudan bahasa (Dijk dan Hoed dalam Hartono 2012:11). Teks membentuk suatu konstruk (bangunan) melalui sistem fungsi atau makna dan sistem bentuk linguistik/kebahasaan secara simultan. Secara 17 fungsional, teks merupakan sejumlah unit simbol kebahasaan yang digunakan untuk mewujudkan realitas pengalaman dan logika, realitas sosial, dan sekaligus realitas tekstual/simbolik (Mryanto, 2013:77). Zainurrahman (2013:127) mengatakan bahwa teks adalah seperangkat unit bahasa, baik lisan maupun tulisan, dengan ukuran tertentu, makna tertentu, serta tujuan tertentu. Teks bersifat sistematis dan memiliki struktur teratur, dengan elemen-elemen yang mana jika terjadi perubahan pada salah satu elemen maka, akan berdampak sistemik. Teks bisa berupa kata, kalimat, paragraf atau wacana yang memiliki karakteristik tertentu yang secara konvensional diterima, secara kognitif dipahami, yang kemudian karakteristik teks itu sendiri disebut tekstur (texture). 4. Teks Deskripsi a. Pengertian Teks Deskripsi Menurut Finoza (dalam Nurudin, 2010:60) mengungkapkan bahwa deskripsi adalah bentuk tulisan yang bertujuan memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca dengan cara melukiskan hakikat objek yang sebenarnya. Kata deskripsi berasal dari verba to describe, yang artinya menguraikan atau melukiskan. Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya untuk memberikan rincian atau detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada emosi dan menciptakan imajinasi pembaca bagaikan melihat, mendengar, atau merasakan langsung apa yang disampaikan penulis (Semi, 2007:66). Thompkins (dalam Zainurrahman, 2013:45) menyebutkna bahwa tulisan deskripsi adalah tulisan yang solah-olah melukis semua gambar dengan sebuah 18 kata-kata. Dengan kata lain, tulisan deskripsi digunakan oleh penulis untuk menggambarkan sebuah keadaan atau situasi, karakter objek secara kompherensif, dengan mengandalkan kosakata. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kunci utama dalam teks deskripsi adalah menggambarkan dan dengan dasar itulah dapat dipahami bahwa fungsi sosial dari tulisan deskripsi adalah memberikan gambaran kepada pembaca. Jika anda menemukan suatu tulisan yang menggambarkan bagaimana bentuk, warna, ukuran dari sebuah objek maka itu adalah contoh dari tulisan deskripsi. Dalam menulis teks deskripsi, penulis akan dilibatkan untuk mengamati sebuah objek tertentu yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan dengan bantuan kemampuan berbahasa tulis, diksi, penguraian, komposisi tulisan, dan lain-lain. Kegiatan menulis teks deskripsi dimulai dengan menangkap objek yang diamati, lalu diresapi, diimajinasikan dalam pikiran, kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Teks deskripsi pada dasarnya menyesuaikan objek yang diamati, tetapi tidak bisa lepas dari unsur subjektivitas penulis. Melalui teks deskripsi, seorang penulis menolong pembaca menggunakan ketajaman perasaan, penglihatan, dan pendengaran untuk mendapat pengalaman dari penulis. Deskripsi juga menolong pembaca agar ia lebih jelas mengetahui dan mengerti tentang orang-orang, tempat, dan hal lain yang penulis tulis (Nurudin, 2010:59-61). 19 b. Struktur Teks Deskripsi Struktur teks deskripsi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: identifikasi, deskripsi bagian, dan simpulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam bagan berikut. 1. Identifikasi Struktur Teks Deskripsi 2. Deskripsi Bagian 3. Penutup / Kesan Gambar. 2.1 Struktur Teks Deskripsi Sumber: Harsiati, dkk (2016:20) Penjelasan tentang struktur teks deskripsi, antara lain: 1) Identifikasi/gambaran umum, berisi nama objek yang dideskripsikan, lokasi, sejarah lahirnya, makna nama, dan pernyataan umum tentang objek. 2) Deskripsi bagian, berisi perincian bagian objek, tetapi diperinci berdasarkan tanggapan subjektif penulis. 3) Simpulan, berisi kesan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. c. Ciri Kebahasaan Teks Deskripsi Dalam Kemendikbut (2016:35) dikemukakan ciri-ciri teks deskripsi, yaitu: 1) kata benda; 2) kata sifat; 20 3) keterangan tempat; 4) kata depan, misalnya di berfungsi sebagai kata depan dengan kata keterangan tempat, arah, posisi/letak.; 5) sinonim kata dengan emosi yang kuat; 6) kalimat rincian berupa kalimat yang menjelaskan pancaindera, seoalah-olah melihat, mendengar, dan merasakan; 7) kalimat bermajas, asosiasi menggunakan kata seperti dan memberi sifat manusia pada benda/personifikasi. d. Macam Macam Teks Deskripsi Menurut Akhadiah (dalam Dalman, 2015:96-97) macam-macam deskripsi mencakup dua macam, yaitu: 1) Deskripsi Tempat Tempat mempunyai peranan yang sangat penting dalam setiap peristiwa. Tidak ada satupun peristiwa yang terlepas dari tempat ataupun lingkungan. Sebuah peristiwa terlihat lebih menarik kalau dikaitkan dengan tempat terjadinya peristiwa tersebut. 2) Deskripsi Orang Ada beberapa cara untuk menggambarkan atau mendeskripsikan seorang tokoh, yaitu: a) Penggambaran fisik, bertujuan memberikan gambaran secara jelas keadaan fisik tokoh. 21 b) Penggambaran tindak tanduk seorang tokoh. Pengarang menggambarkan secara cermat tindak-tanduk atau gerak-gerik seorang tokoh dari satu tempat ke tempat lain dan dari waktu ke waktu. c) Penggambaran keadaan yang mengelilingi seorang tokoh, misalnya penggambaran tentang pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan sebagainya. d) Penggambaran perasaan dan pikiran tokoh. Pancaran wajah, pandangan mata, gerak bibir, gerak tibuh merupakan petunjuk tentang keadaan perasaan seseorang pada waktu itu. e) Penggambaran watak seseorang. Mengidentifikasi unsur-unsur dan kepribadian seseorang, kemudian akan tersirat dengan jelas unsur-unsur yang dapat memperlihatkan watak seseorang. e. Teknik Penulisan Teks Deskripsi Menurut Dalman (2013: 19) teknik atau pola dalam menulis deskripsi terbagi menjadi 4, yaitu: 1) Deskripsi objektif, adalah karangan deskripsi yang dalam penggambaran objeknya tidak disertai dengan opini penulis. 2) Deskripsi subjektif, adalah karangan deskripsi yang dalam penggambaran objeknya disertai dengan opini penulis. 3) Deskripsi spasial, adalah karangan yang menggambarkan objek secara detail khususnya ruangan, benda, dan tempat. 4) Deskripsi waktu, adalah karangan yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita tersebut. 22 f. Langkah-Langkah Menulis Teks Deskripsi 51) yaitu: Langkah-langkah menulis teks deskripsi menurut Zainurrahman (2013:49-1) Perencanaan, pada tahap ini penulis mempersiapkan ide mengenai objek yang ingin dideskripsikan. Menegaskan alasan mengapa mendeskripsikan objek ini penting. 2) penulisan draft awal, pada tahap ini penulis mulai menulis dengan mendeskripsikan objek. Dapat memulai dari wujud fisik yang dapat diinderai oleh mata, seperti bentuk, warna, ukuran, dan sebagainya. Pastikan setiap deskripsi tidak berulang, jelas, keseluruhan, dan sistematis. 3) Revisi, pada tahap ini penulis menyiapkan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan yang dideskripsikan dan membaca kembali hasil tulisannya. Hal itu dilakukan guna penyempurnaan tulisan. Tidak penting seberapa banyak draft yang telah anda tulis, ketika tulisan anda sudah memenuhi setiap pertanyaan di atas secara memuasakan, setidaknya anda sendiri yang puas. g. Contoh Teks Deskripsi Parangtritis Nan Indah Salah satu anadalan wisata Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai Parangtritis letaknya di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini terletak sekitar 27 kmarah selatan Yogyakarta. Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing y
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks