CA Cervik Anaz

Please download to get full document.

View again

of 5
4 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
LAPORAN KASUS CA SERVIK DI RSDM SOLO
Document Share
Document Transcript
  LAPORAN PENDAHULUAN CA CERVIK Kanker adalah suatu pertumbuhan sel –  sel abnormal yang cenderung menginfasi jaringan di sekitarnya dan menimbulkan metastase (Elysabeth, 2000: 96). Kanker adalah istilah umum yang mencakup setiap pertumbuhan maligna dalam setiap bagian tubuh, pertumbuhan ini tidak bertujuan, bersifat parasit, dan berkembang dengan mengorbankan manusia sebagai hospesnya (Hinchliff, 1999). Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya (FKUI, 1990 Ca. Serviks adalah keadaan dimana sel-sel neoplastik terdapat pada seluruh lapisan epitel pada daerah serviks uteri. (Wilson and Price, 1995: 1137) . Etiologi dan Faktor Predisposisi Penyebabnya yang pasti belum diketahui secara jelas. Tetapi terdapat beberapa faktor pendukung terjadinya Ca. Serviks antara lain: 1.   Wanita yang berhubungan seks pada umur < 17 tahun 2.   Sering berganti-ganti pasangan seks 3.   Wanita yang sering melahirkan 4.   Wanita perokok 5.   Infeksi HIV. 6.   Higiene seks yang jelek. D. Manifestasi klinis  Tanda dan gejala stadium awal Ca. Serviks jarang terdeteksi. Pada tahap lanjut, tanda dan gejalanya lebih jelas terlihat, diantaranya adalah: 1.   perdarahan spontan 2.   perdarahan saat defekasi keluhan 3.   perdarahan berbau busuk yang khas 4.   nyeri diatas pubis dan sekitar panggul 5.   perdarahan yang dialami segera setelah coitus. 6.   busuk dan tidak gatal. 7.   keputihan yang purulen, berbau 8.   anemia 9.   cepat lelah 10.   kehilangan berat badan A.   PATOFISIOLOGI Kebanyakan kanker serviks bersifat kanker serviks squamosa dimana timbul pada selaput intraepithelial (tahap pre invasive atau carsinoma in situ). Biasanya memerlukan waktu 12 sampai 10 tahun untuk sel kanker squamosa menjadi invasive ke bagian dasar membran. Penyebaran biasanya terjadi langsung atau melalui sistem lympha. (Barbara C Long, 1996 : 459). Epitel endoserviks bertemu dengan epitel ektoserviks pada tempat pertemuan skuamolokumnar (squamo collumnair juction). Di tempat pertemuan ini, proses ganas serviks uteri bermula. (Sarjadi, 1995 : 45) Tahap pre kanker terdiri dari displasia ringan, sedang, berat dan kanker stadium 0. Setelah itu, akan mengkat menjadi kanker invasive, yang terdiri dari stadium I, II, III dan IV tergantung dari luasnya penyebaran kanker. Perubahan dari displasia ringan sampai mencapai kanker stadium 0 memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu antara 3 sampai 20 tahun. Kalau sudah invasive, maka untuk meluas dan menyebar ia memerlukan waktu yang singkat. Namun tidak semua displasia berubah menjadi kanker. Sekitar 30 sampai 35% kanker stadium dini akan menetap atau berkurang tingkatannya, bahkan dapat hilang sama sekali. (Pusat Data dan Informasi, PERSI, 16 Juli 2005) Perubahan pra kanker lain yang tidak sampai melibatkan seluruh lapisan epitel serviks disebut displasia yang dibagi menjadi ringan, sedang dan berat.  Displasia adalah neoplasia intra epithelial   (CIN). Tingkatannya antara lain : 1.   CIN I (Displasia Ringan) Terjadi di epitel basal lapisan ke-3, perubahan sitoplastik terjadi di atas sel epitel ke-2 dan ke-3. 2.   CIN II (Displasia Sedang) Perubahan ditemukan pada epithel yang lebih rendah dan pertengahan. Perubahan sitoplastik terjadi di atas sel epithel ke-3. 3.   CIN III (Displasia berat dan Ca In Situ) Terjadi perubahan nucleus termasuk pada semua lapisan sel epithel dan diferensiasi sel minimal. 4.   Carsinoma Invasive Tumor menembus epithel masuk ke dalam stroma serviks, tumor meluas ke dalam jaringan ikat dan akhirnya menembus pembuluh limfe dan vena, dapat meluas ke dinding vagina, ligamentum kardinale dan rongga endometrium. Nekrosis  jaringan serviksKeputihanberbau busukMalu Gangguan interaksi sosialMenyebar ke pelvikPeningkatan tekanan intra pelvikPeningkatan tekanan intra abdomenNyeri Pembesaran massaPenipisan sel epitelPembuluh darah terbukaPendarahan Anemia Kelemahan fisikShock hipovalemikKurang perawatan diriHbO 2  menurunSuplai O 2  menurunPerubahan perfusi jaringanImunitas menurunResiko infeksiPembedahanPre opKurang pengetahuan & informasi ttg prosedur operasiCemas Post opLuka pembedahanJaringan terbukaResiko infeksiRangsang nyeriNyeriTherapy Radioterapi dan sitostatikaPre Post Kurang penget. informasiCemasSist. gastro intestinalTekanan gaster Mual, muntah, diarePerubahan nutrisi kurang dari kebutuhanSistem integumenPerubahan sel basalEritemaGg integritas kulitRambut rontok Alopecia Gg konsep diri, gambar diriKemotherapi Memperlambat pertumb. sel normalMemperlambat usia akar rambutRambut rontok Alopecia Gg konsep diri, gambar diriMerangsang pusat muntahKontraksi diafragma abdomen lambungMual, muntahPerubahan nutrisi kurang dari kebutuhanCa servikDisplasia serviksProses metaplasma* Senggama dini* Terpapar bahan karsinogen* Herediter * Infeksi* Sosial ekonomi rendah* Multipartner * Multipara* Virus HPV (Human Papiloma Virus) PATHWAYS CARSINOMA SERVIKS   E.   Pemeriksaan Diagnostik a.   Pemeriksaan cytology dari cervical smears b.   Schillers test c.   Colposcopy d.   Radioactive phosporus e.   Enzyme test  f.   Biopsi pada cervik Penatalaksanaan Penatalaksanaan berdasarkan stadium kanker yang terjadi adalah : Stadium Penatalaksanaan 0 Biopsi kervent, histerektomi transvaginal 1a Histeroktomi radikal, dengan limfa denopati panggul dan evaluasi, kelenjar limfe, para aorta (bila terdapat metastase dilakukan radioterapi pasca pembedahan) IIIb, III, IV Histerektomi transvaginal IV dan IVb Radioterapi, radiasi, paliatif, kemoterapi Gambaran tingkat pengobatan karsinoma serviks berdasarkan stadiumnya a.   Stadium dini Pengobatan dilakukan dengan, konisasi, thermokauter, laser terapi, dan operasi radikal. Komplikasi yang terjadi adalah infertilitas, hasilnya tergantung pengalaman, dalamnya invasi kanker.( Ida B Manuaba, 2001 : 637). b.   Stadium pertengahan Pengobatan yang dilakukan adalah, operasi radikal disertai eksternal radiasi, kombinasi internal dan eksternal radiasi. Komplikasi yang terjadi adalah nekrosis dan fistula, hasilnya kanker servik uteri residif makin tinggi pada stadium 1b  –  2a, deferensiasi sel buruk residit lebih tinggi dari deferensiasi sel baik ( Ida B Manuaba, 2001 : 643 ). c.   Stadium lanjut Pengobatan dapat dilakukan dengan eksternal radiasi, kemoterapi, dan pan pelvic eksenterasi. Komplikasi yang terjadi adalah fistula, respon pengobatan, kakeksia dan hasilnya tidak memuaskan.( Ida B Manuaba, 2001 : 643 ) B.   INTERVENSI 1.   Nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan intra abdomen sekunder, proses penyakit. Tujuannya rasa nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan. Kriteria hasil pasien melaporkan pengurangan rasa nyeri, pasien tampak rileks, klien mendemonstrasikan teknik distraksi dan relaksasi. Intervensinya dengan mengkaji skala nyeri klien dengan P, Q, R. S, T, berikan posisi yang aman untuk klien, ajarkan teknik untuk mengurangi rasa nyeri, kolaborasi untuk pemberian analgetik
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks