HUBUNGAN ANTARA SECURE ATTACHMENT DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SELF DISCLOSURE PADA SANTRI PONDOK PESANTREN AL-MUAYYAD SURAKARTA

Please download to get full document.

View again

of 45
3 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
HUBUNGAN ANTARA SECURE ATTACHMENT DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SELF DISCLOSURE PADA SANTRI PONDOK PESANTREN AL-MUAYYAD SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
Document Share
Document Transcript
HUBUNGAN ANTARA SECURE ATTACHMENT DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SELF DISCLOSURE PADA SANTRI PONDOK PESANTREN AL-MUAYYAD SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Pendidikan Strata I Psikologi Oleh : SITI ROHMAHWATI G Pembimbing: 1. Dra. Makmuroch, M.S. 2. Aditya Nanda Priyatama, S.Psi., M.Si. PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 PERNYATAAN KEASLIAN Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa apa yang ada dalam skripsi ini, sebelumnya belum pernah terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, sepanjang pengamatan dan sepengetahuan saya, tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dipergunakan dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan isi pernyataan ini, maka saya bersedia untuk dicabut derajat kesarjanaan saya. Surakarta, Desember 2010 Siti Rohmahwati ii iii iv MOTTO Barang siapa ingin bahagia di dunia, maka capailah dengan ilmu... Barang siapa ingin bahagia di akhirat, maka capailah dengan ilmu... Barang siapa ingin bahagia di dunia dan di akhirat, maka juga capailah dengan ilmu... (Al Hadits) Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil (Al Hadits) v PERSEMBAHAN Ku persembahkan karya ini untuk kedua orang tuaku, yang tak pernah berhenti menyayangi dan mendoakanku serta orang-orang yang aku cintai, yang selalu mendampingiku dalam meraih mimpi vi KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT. atas segala karunia-nya yang dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini sebagai syarat guna memperoleh gelar sarjana Psikologi Program Pendidikan Strata I Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tidak lupa penulis ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikhlas dan setia mendukung baik materi maupun spritual dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari akan keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Hardjono, M.Si., selaku Ketua Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta dan selaku penguji I, yang telah memberikan pemikiran kritis serta masukan masukan yang membangun dalam penyelesaian skripsi ini 2. Ibu Dra. Makmuroch, M.S., selaku dosen pembimbing I atas bimbingan, kepercayaan, kesabaran, serta perhatiannya yang sangat besar kepada penulis. 3. Bapak Aditya Nanda Priyatama, M.Si., selaku pembimbing II atas bimbingan, serta saran sarannya yang membangun selama ini. 4. Bapak Nugraha Arif Karyanta, S.Psi. selaku dosen penguji I yang telah memberikan pemikiran kritis serta masukan masukan yang membangun dalam penyelesaian skripsi ini. 5. Bapak Drs. Bagus Wicaksono, M.Si. selaku pembimbing akademik atas bimbingannya selama penulis menempuh studi di Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. commit vii to user 6. Bapak K.H. Abdul Rozak Shofawi, selaku pimpinan Pondok Pesantren Al- Muayyad Surakarta, yang telah memberikan ijin penelitian pada penulis, Bapak Drs. Masrokan selaku Kepala Madrasah Diniyyah Wustha yang telah memberikan ijin penelitian dan banyak membantu penulis. Terima kasih atas informasi yang telah diberikan. 7. Seluruh siswa Madrasah Diniyyah Wustha Al-Muayyad Surakarta kelas X, atas kesediannya dalam proses pengambilan data. 8. Orangtuaku tercinta, ibu, bapak, atas dukungan, perhatian, dan doa kepada kepada penulis dalam meraih cita-cita dan harapan. 9. Kakak-kakakku tercinta atas perhatian, dukungan dan kritikannya selama ini kepada penulis dalam meraih mimpi. 10. K.H. Abdul Karim, Ust. Muhammad Khoiri, S. Ag., dan Ibu Arifah Billah selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Quraniyy, atas bimbingannya selama penulis mondok. 11. Teman-teman di Pondok Pesantren Al-Quraniyy, khususnya teman satu kamar yang telah mengajarkan arti persahabatan dan kebersamaan kepada penulis. 12. Semua teman di kampus Psikologi UNS tercinta, khususnya Psikologi 06 yang telah mengajarkan penulis arti kebersamaan. 13. Rekan-rekan guru SDIT Al-Anis Kartasura yang telah memberikan dorongan semangat kepada penulis. viii Surakarta, Desember 2010 Penulis ABSTRACT RELATIONSHIP BETWEEN SECURE ATTACHMENT AND SOCIAL SUPPORT WITH SELF DISCLOSURE TO STUDENTS OF AL- MUAYYAD BOARDING SCHOOL SURAKARTA Siti Rohmahwati G Self-disclosure is the needed factors in interpersonal relationships, because with self-disclosure, person can express his opinions, feelings, ideals and so on, so can make opened relationship. Opened relationship will make a positive reciprocal relationship that produces a sense of security, self-acceptance, so can solve various problems of life. Self-disclosure is very important for students to to build close relationships with their friends, with ustadzs, as well as with staffs of boarding school. There are many things that can increase self-disclosure to students who have secure attachment and social support students who obtained. This study aims to determine the relationship between secure attachment and social support with self-disclosure to students of Pondok Pesantren Al- Muayyad Surakarta. Research subjects taken by cluster random sampling technique. This study used scale of self-disclosure, scale of secure attachment, and social support scale to collect data. Analysis of data used multiple regression analysis techniques. The results showed that the value of the F-reg = 7.616, p 0.05, and the value of R = From these results we can conclude that the hypothesis in this study received, and there is significant relationship between secure attachment and social support with self-disclosure to students of Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta. The value of R ² in this study for or 25.3%, where the effective contribution of 21.9% secure attachment and social support 3.39%. Key words: self disclosure, secure attachment, and social support. ix ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA SECURE ATTACHMENT DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SELF DISCLOSURE PADA SANTRI PONDOK PESANTREN AL-MUAYYAD SURAKARTA Siti Rohmahwati G Self disclosure merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan dalam hubungan interpersonal, karena dengan adanya pengungkapan diri seseorang dapat mengungkapkan pendapatnya, perasaannya, cita-citanya dan sebagainya, sehingga memunculkan hubungan keterbukaan. Hubungan keterbukaan ini akan memunculkan hubungan timbal balik positif yang menghasilkan rasa aman, adanya penerimaan diri, sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah hidup. Self disclosure sangat penting bagi santri agar dapat membina hubungan akrab dengan sesama santri, dengan ustadz, maupun dengan pengasuh. Ada banyak hal yang bisa meningkatkan self disclosure santri di antaranya secure attachment yang dimiliki santri dan dukungan sosial yang didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara secure attachment dan dukungan sosial dengan self disclosure pada santri Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta. Subjek penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala self disclosure, skala secure attachment, dan skala dukungan sosial. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F-reg = 7,616, p 0,05, dan nilai R = 0,503. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan yang signifikan antara secure attachment dan dukungan sosial dengan self disclosure pada santri Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta. Nilai R² dalam penelitian ini sebesar 0,253 atau 25,3%, dimana sumbangan efektif secure attachment sebesar 21,9% dan dukungan sosial 3,39%. Kata kunci: self disclosure, secure attachment, dan dukungan sosial x DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PERNYATAAN KEASLIAN... HALAMAN PERSETUJUAN... HALAMAN PENGESAHAN... MOTTO... PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... ABSTRACT... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iii iv v vi vii ix x xi xiv xvi BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan dan Manfaat Penelitian... 7 BAB II. LANDASAN TEORI... 9 A. Self Disclosure Pengertian Self Disclosure Aspek-aspek Self Disclosure Faktor-faktor yang Mempengaruhi Self Disclosure Manfaat Self Disclosure B. Secure Attachment Pengertian Secure Attachment xi 2. Aspek-aspek Secure Attachment Faktor-faktor yang Mempengaruhi Secure Attachment Manfaat Secure Attachment C. Dukungan Sosial Pengertian Dukungan Sosial Aspek-aspek Dukungan Sosial Fungsi Dukungan Sosial Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Pemberian Dukungan Sosial D. Santri Pondok Pesantren E. Hubungan antara Secure Attachment dan Dukungan Sosial dengan Self Disclosure pada Santri Pondok Pesantren Al- Muayyad Surakarta F. Kerangka Pikir G. Hipotesis BAB III. METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian B. Definisi Operasional Variabel Penelitian C. Populasi, Sampel, dan Sampling D. Metode Pengumpulan Data E. Validitas dan Reliabilitas F. Teknik Analisis Data BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Gambaran Umum Tempat Penelitian Persiapan Penelitian Pelaksanaan Uji Coba (try out) xii 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Penyusunan Alat Ukur Penelitian B. Pelaksanaan Penelitian Penentuan Subjek Penelitian Pengumpulan Data Pelaksanaan Skoring C. Hasil Analisis Data dan Interpretasi Uji Asumsi Dasar Uji Asumsi Klasik Uji Hipotesis Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif Analisis Deskriptif D. Pembahasan BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xiii DAFTAR TABEL Tabel 1. Blue Print Skala Self Disclosure Tabel 2. Blue Print Skala Secure Attachment Tabel 3. Blue Print Skala Dukungan Sosial Tabel 4. Jumlah santri Madrasah Diniyyah Wustha Kelas X Pondok Pesantren Al-muayyad Surakarta Tabel 5. Distribusi Aitem Valid dan Gugur Skala Self Disclosure Tabel 6. Distribusi Aitem Valid dan Gugur Skala Secure Attachment Tabel 7. Distribusi Aitem Valid dan Gugur Skala Dukungan sosial Tabel 8. Sebaran Aitem Skala Self Disclosure Tabel 9. Sebaran Aitem Skala Secure Attachment Tabel 10. Sebaran Aitem Skala Dukungan Sosial Tabel 11. Hasil Uji Normalitas Tabel 12. Hasil Uji Linearitas antara Variabel Secure Attachment dengan Self Disclosure Tabel 13. Hasil Uji Linearitas antara Variabel Dukungan Sosial dengan Self Disclosure Tabel 14. Hasil Uji Multikolinearitas Tabel 15. Hasil Uji Otokorelasi Tabel 16. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 17. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 18. Korelasi antara Secure Attachment dengan Self Disclosure dimana Dukungan Sosial dikendalikan Tabel 19. Korelasi antara Dukungan Sosial dengan Self Disclosure dimana Secure Attachment dikendalikan Tabel 20. Statistik Deskriptif Tabel 21. Kriteria Kategori Skala Self Disclosure dan Distribusi Skor Subjek 64 xiv Tabel 22. Kriteria Kategori Skala Secure Attachment dan Distribusi Skor Subjek Tabel 23. Kriteria Kategori Skala Dukungan Sosial dan Distribusi Skor Subjek 66 xv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A: Alat Ukur Penelitian Skala Penelitian Sebelum Uji Coba Skala Penelitian Setelah Uji Coba Lampiran B: Data Uji Coba Skala Penelitian Data Uji Coba Skala Self Disclosure Data Uji Coba Skala Secure Attachment Data Uji Coba Skala Dukungan Sosial Lampiran C : Uji Validitas Aitem dan Reliabilitas Skala Penelitian Uji Validitas Aitem dan Reliabilitas Skala Self Disclosure Uji Validitas Aitem dan Reliabilitas Skala Secure Attachment Uji Validitas Aitem dan Reliabilitas Skala Dukungan Sosial 126 Lampiran D : Data Penelitian Data Skala Self Disclosure Data Skala Secure Attachment Data Skala Dukungan Sosial Lampiran E : Analisis Data Penelitian Hasil Analisis Deskriptif Uji Normalitas Uji Linearitas Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji Otokorelasi Uji Hipotesis Analisis Regresi Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif xvi Lampiran F: F-tabel dan t-tabel 1. F-tabel T-tabel Lampiran G : Surat Ijin Penelitian dan Surat Keterangan Penelitian Lampian H : Dokumentasi xvii 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan arus globalisasi yang begitu cepat telah membawa dampak pada perkembangan teknologi dan modernisasi yang semakin pesat. Perkembangan tersebut juga membawa berbagai macam perubahan dalam hidup manusia. Mulai dari gaya hidup, realitas sosial yang terjadi saat ini, maraknya kriminalitas dengan kekerasan, pergaulan bebas remaja, penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang membuat kekhawatiran orang tua semakin besar terhadap masa depan putra putrinya dan mendorong orang tua untuk mencari sebuah bentuk pendidikan yang bisa menyelamatkan putra putri mereka dari dampak negatif modernisasi serta mampu mengembangkan kepribadian dan karakter putra-putri mereka. Pondok pesantren merupakan salah satu tempat pendidikan keagamaan yang populer di Indonesia yang dianggap mampu mengembangkan kepribadian santri dan ikut serta dalam mencerdaskan bangsa. Pesantren yaitu suatu lembaga pendidikan yang menyediakan asrama atau pondok sebagai tempat tinggal bersama sekaligus tempat belajar para santri dibawah bimbingan kyai (Maksum, 2003). Selain sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren juga berfungsi sebagai tempat penyiaran agama Islam dan pusat pengembangan masyarakat. Pesantren merupakan lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam yang di dalamnya terjadi interaksi antara kyai atau ustadz sebagai guru dan para 1 2 santri sebagai murid. Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan agama Islam dengan sistem asrama atau kampus dimana santri-santri menerima pendidikan agama islam melalui sistem madrasah yang sepenuhnya berada di bawah pimpinan seorang atau beberapa orang kyai (Tim peneliti mahasiswa FIAI- UMS, 1990). Sebagai lembaga pendidikan dengan sistem asrama, maka para santri diharuskan untuk tinggal 24 jam di lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren Al-Muayyad merupakan pesantren yang menerapkan sistem asrama. Para santri diwajibkan untuk tinggal di pesantren selama 24 jam untuk menerima pelajaran. Selain pelajaran agama, santri juga diberikan pelajaran umum, yaitu SMP, SMA, dan MA. Kegiatan santri dimulai setelah sholat Subuh, yaitu mengaji Al-Qur an yang diasuh oleh ustadz dan ustadzah, kemudian sekolah mulai jam tujuh pagi sampai jam dua belas siang, setelah itu masuk madrasah diniyyah sampai jam empat sore, santri juga diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minatnya dengan memilih kegiatan ekstrakurikuler yang mereka sukai. Setelah sholat maghrib santri mengaji Al-Qur an lagi. Pengajian kitab dimulai setelah sholat isya sampai jam sembilan malam, setelah itu santri diwajibkan belajar. Setelah belajar santri istirahat di kamar masingmasing dan dibangunkan untuk melakukan sholat tahajjud berjamaah jam tiga pagi. Sistem pendidikan pesantren yang berlangsung sepanjang waktu secara terus menerus sangat memungkinkan terjadinya komunikasi antara sesama santri maupun dengan ustadz yang lebih dari cukup. Dengan kondisi semacam itu, di pesantren Al-Muayyad terasa sekali kekentalan hubungan dan interaksi yang 3 hangat antara sesama santri maupun antara santri dengan ustadz. Agar dapat membina hubungan yang akrab dan interaksi yang hangat tersebut santri perlu melakukan self disclosure. Menurut Altman dan Taylor self disclosure merupakan kemampuan seseorang untuk mengungkapkan informasi mengenai diri kepada orang lain yang bertujuan untuk mencapai hubungan yang akrab (dalam Gainau, 2009). Self disclosure merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan dalam hubungan interpersonal, karena dengan adanya pengungkapan diri seseorang dapat mengungkapkan pendapatnya, perasaannya, cita-citanya dan sebagainya, sehingga memunculkan hubungan keterbukaan. Hubungan keterbukaan ini akan memunculkan hubungan timbal balik positif yang menghasilkan rasa aman, adanya penerimaan diri, sehingga mampu menyelesaikan berbagai masalah hidup. Self disclosure merupakan salah satu hal yang dipelajari oleh anak dari keluarga. Dalam keluarga orang tualah yang berperan mengasuh, membimbing, dan mengarahkan anak. Di lingkungan keluarga biasanya individu mempunyai seorang figur attachment yaitu seseorang dimana individu mempunyai hubungan emosional yang erat dengan figur tersebut. Pada umumnya figur attachment yang dimiliki individu adalah orang yang mengasuhnya, dalam hal ini adalah ibu atau orang tua. Menurut Jones (dalam Bashori, 2003) kualitas kelekatan atau attachment individu dengan figur attachment memiliki pengaruh jangka panjang terhadap perkembangan gejala-gejala psikopatologi, kompetensi sosial dan performansi anak di sekolah. Kelekatan atau attachment merupakan suatu ikatan emosional yang kuat yang dikembangkan anak melalui interaksinya dengan orang yang mempunyai arti 4 khusus dalam kehidupannya, biasanya orang tua (Ervika, 2005). Berdasarkan kualitas hubungan anak dengan orang tua, maka anak akan mengembangkan konstruksi mental mengenai diri dan orang lain yang akan akan menjadi mekanisme penilaian terhadap penerimaan lingkungan (Bowlby dalam Ervika, 2005). Anak yang merasa yakin terhadap penerimaan lingkungan akan mengembangkan kelekatan yang aman dengan figur lekatnya (secure attachment) dan mengembangkan rasa percaya tidak saja pada ibu juga pada lingkungan. Hal ini akan membawa pengaruh positif dalam proses perkembangannya. Beberapa penelitian membuktikan bahwa anak yang memiliki secure attachment akan mampu mengatasi tekanan dalam hidupnya (Schore, 2001) dan menunjukkan kompetensi sosial yang baik pada masa kanak-kanak serta bisa melakukan penyesuaian dengan baik di sekolah (Wilkinson dan Kraljevic, 2004). Anak-anak ini juga lebih mampu membina hubungan persahabatan yang intens, interaksi yang harmonis, lebih responsif dan tidak mendominasi. Sementara itu Grosman dan Grosman (dalam Ervika, 2005) menemukan bahwa anak dengan kualitas kelekatan aman lebih mampu menangani tugas yang sulit dan tidak cepat berputus asa. Kelekatan yang terbentuk pada diri anak sangat penting karena merupakan titik permulaan dari hubungan individu dengan individu lainnya. Apa yang dipelajari dari hubungan attachment antara ibu dan anak akan mempengaruhi kemampuan anak dalam menjalin hubungan dengan orang lain di kemudian hari. Masuk dalam pesantren berarti harus berpisah dengan orang tua dan tinggal dipondok dalam waktu yang lama. Hal ini akan menyebabkan individu merasa 5 stres dan merasa kesepian karena berpisah dengan keluarganya. Individu yang mengalami stres dan kesepian tidak memiliki ketrampilan sosial dan kompetensi sosial yang diperlukan untuk memulai dan mengembangkan hubungan yang akrab dengan orang lain (Wei dkk., 2005). Agar dapat membina hubungan akrab dengan orang lain santri perlu mengurangi rasa kesepian dan depresi, salah satu cara yang dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan depresi adalah dengan melakukan pengungkapan diri. Tidak semua santri dapat dengan mudah melakukan self disclosure. Santri yang memiliki secure attachment memiliki rasa percaya kepada orang lain dan tidak merasa takut dekat dengan orang lain (Yessy, 2003). Hal itu akan membuat santri lebih mudah untuk melakukan self disclosure. Sebagian besar santri pondok pesantren Al-Muayyad berusia remaja, yang merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini remaja dihadapkan pada perubahan-perubahan yang membuatnya bingung. Menurut Hurlock (1993) pada masa ini remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa. Kalau remaja berperilaku seperti anak-anak ia akan diajari untuk bertindak sesuai umurnya, sedangkan apabila berperilaku seperti orang dewasa ia seringkali dimarahi karena mencoba bertindak seperti orang dewasa. Perubahanperubahan ini membuat remaja mengalami kebingungan. Sehingga sebagian besar remaja menghadapi masalah baik itu dengan orang tua, teman, pacar maupun dengan kehidupan di sekolah. Seperti remaja pada umumnya, santri juga mengalami masalah, bahkan lebih dari remaja yang lain karena santri hidup di lingkungan yang berbed
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks