IDENTIFIKASI MASALAH PELAKSANAAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH KOTA TARAKAN SEBAGAI DAERAH PERBATASAN

Please download to get full document.

View again

of 11
4 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
IDENTIFIKASI MASALAH PELAKSANAAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH KOTA TARAKAN SEBAGAI DAERAH PERBATASAN Ratna Yulinda dan Alfi Suciyati Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UBT
Document Share
Document Transcript
IDENTIFIKASI MASALAH PELAKSANAAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH KOTA TARAKAN SEBAGAI DAERAH PERBATASAN Ratna Yulinda dan Alfi Suciyati Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UBT ABSTRAK Lingkungan Kota Tarakan harus terpelihara, oleh karena itu diperlukan masyarakat yang sadar lingkungan. Kesadaran lingkungan akan tercapai bila masyarakatnya memiliki pengetahuan dan sikap tentang lingkungan. Langkah awal dalam melaksanakan pendidikan lingkungan adalah dengan melakukan identifikasi masalah yang mungkin menghambat pelaksanaan pendidikan lingkungan. Berdasarkan uraian tersebut, perlu dilaksanakan penelitian tentang identifikasi masalah pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah menengah Kota Tarakan sebagai daerah perbatasan. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan masalah yang berpotensi menghambat pelaksanakan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus penelitian pelaksanaan pendidikan lingkungan disekolah menengah Kota Tarakan. Deskripsi pelaksanaan pendidikan lingkungan diperoleh melalui pedoman wawancara. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif terdiri dari reduksi data, penyajian (display) data, dan menafsirkan data, kemudian menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui masalah yang berpotensi menghambat pelaksanakan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah Kota Tarakan adalah (1) Tidak semua materi pelajaran bisa dikaitkan dengan permasalahan lingkungan, (2) Guru kesulitan mengintegrasikan pendidikan lingkungan pada konsep-konsep materi pelajaran yang sifatnya abstrak, (3) Membangun kesadaran siswa untuk peduli terhadap lingkungan, (4) Waktu Pembelajaran IPA yang singkat, (5) Kurangnya Modul tentang Pendidikan Lingkungan dan (6) Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang pelaksanaan pendidikan lingkungan. Kata Kunci: identifikasi masalah, pendidikan lingkungan, kota tarakan Abstract: The environment City of Tarakan must be maintained, therefore it needs environmentally conscious society. Environmental awareness will be achieved if the community have knowledge and attitude about the environment. The first step in implementing environmental education is to identify problems that might hinder the implementation of environmental education. Based on the description, it is necessary to conduct research on problem identification of environmental education implementation in Junior Highschool and Senior highschool in the Tarakan City as border area. The purpose of this research is to describe the problem that potentially hinder the implementation of environmental education in Tarakan City schools. This study uses a qualitative approach with focus on research implementation of environmental education in middle school Tarakan City. Description of the implementation of environmental education is obtained through interview guidelines. The data obtained will be analyzed descriptively consisting of data reduction, presentation (display) data, and interpret data, then draw conclusions. Based on the results of the study, the problems that potentially hinder the implementation of environmental education in Tarakan City schools are (1) Not all subjects can be related to environmental issues, (2) Teachers have difficulties in integrating environmental education on abstract subject concepts, (4) Building student s awereness to care about environment, (4) Short science learning time, (5) Lack of Modules on Environmental Education and (6) Lack of educational facilities and infrastructure to support the implementation of environmental education. Keyword: problem identification, environmental education, city of tarakan I. PENDAHULUAN Kota Tarakan yang terletak di daerah perbatasan dengan luas wilayah daratan 280,80 m 2 dan luas laut 406,53 m 2, jumlah penduduk sebanyak jiwa. Dengan dikukuhkannya Kalimantan Utara sebagai provinsi baru, maka akan berdampak terhadap pesatnya pembangunan di Kota Tarakan. Selain pembangunan, pertambahan jumlah pendudukan di Kota Tarakan yang mencapai 6,78% per tahun sehingga memunculkan berbagai isu lingkungan antara lain banjir, longsor, pemenuhan kebutuhan air bersih, pencemaran udara dan air. Sehingga pelestarian lingkungan oleh pemerintah daerah sering berbenturan dengan berbagai kepentingan dalam pelayanan bagi masyarakat secara umum, (Syaprillah, 2014). Pelestarian lingkungan merupakan tanggungjawab seluruh warga masyarakat. Permasalahan lingkungan hidup di Kota Tarakan sewajarnya untuk segera tindaklanjuti. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pelestarian lingkungan melalui pendidikan. Pendidikan dapat diaplikasikan dengan berbagai cara dan metode untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini adalah pelestarian lingkungan Kota Tarakan. Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam meraih keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU Sisdiknas, 2003). Pendidikan berperan serta dalam menjaga lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup melalui pendidikan ditunjukkan dengan adanya kerjasama antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada Tahun 2006 mencanangkan Program Adiwiyata sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (memorandum of understanding) pada tanggal 3 Juni 2005 antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional. Lembaga Pendidikan dalam hal ini sekolah harus menanamkan nilai-nilai lingkungan pada setiap anggota masyarakat sejak dini hingga dewasa. Pendidikan disekolah harus memberikan ruang bagi pelestarian lingkungan, memberikan wawasan tentang menghidupi alam dan memanfaatkan alam sesuai etika lingkungan yang diwujudkan dalam kearifan terhadap lingkungan. Sehingga, pendidikan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akhirnya dapat menumbuhkan kepedulian, komitmen untuk melidungi, memperbaiki serta memanfaatkan lingkungan hidup secara bijaksana, turut menciptakan pola perilaku baru yang bersahabat dengan lingkungan hidup, mengembangkan etika lingkungan dan kualitas hidup. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka di anggap perlu untuk mengidentifikasi masalah pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah menengah Kota Tarakan sebagai daerah perbatasan. Sejalan dengan masalah yang dikemukakan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah yang berpotensi menghambat pelaksanakan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah Kota Tarakan sebagai daerah perbatasan. II. METODE Perspektif pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan asumsi bahwa peneliti lebih mudah berhadapan dengan kenyataan. Peneliti akan melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan pendidikan lingkungan disekolah menengah baik SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK dalam hal ini adalah wawancara terhadap guru mata pelajaran IPA/Biologi. Fokus utama dalam penelitian ini adalah identifikasi masalah pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah menengah di Kota Tarakan dengan mengamati pelaksanaan pembelajaran di sekolah melalui wawancara terhadap guru mata pelajaran. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2017 sampai dengan bulan September Tempat penelitian adalah sekolah menengah (SMP dan SMA/SMK/MA) yang ada di Kota Tarakan. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara terhadap guru mata pelajaran IPA/Biologi digunakan untuk mengumpulkan data pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah menengah. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive dan prosesnya secara snowball. Sampel yang dipilih merupakan person atau orang yeng terlibat langsung dengan permasalahan penelitian, yaitu guru mata pelajaran IPA/Biologi disekolah menengah dan siswa SMP/MTs, SMA/MA/SMK di Kota Tarakan. Deskripsi pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah saat ini. Dalam hal ini untuk mengetahui masalah yang berpotensi menghambat pelaksanakan pendidikan lingkungan dengan menggunakan pedoman wawancara. Adapun Teknik analisis data yang digunakan adalah secara deskriptif melalui tahap (1) Tabulasi dan Kalsifikasi Data, (2) Reduksi Data, (3) Interpretasi Data, dan (4) kesimpulan. III. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Deskripsi Hasil Penelitian Deskripsi Hasil Penelitian Deskripsi Penentuan Sampel Penelitian Data hasil penelitian diperolah dari hasil wawancara dengan guru Mata Pelajaran IPA/Biologi baik di Sekolah Menangah Pertama/Sekolah Menengah Atas yang merupakan sampel Penelitian. Penatapan sampel dengan cara snowball yakni, peneliti melakukan wawancara dengan seorang Guru IPA yang dianggap dapat memberikan informasi mengenai sekolah-sekolah yang telah melaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan di Kota Tarakan. Dalam hal ini adalah Ketua MGMP Kota Tarakan. Berdasarkan informasi dari guru tersebut, sekolah yang telah melaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan terdapat 14 sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Tarakan, SMP Negeri 2 Tarakan, SMP Negeri 3 Tarakan, SMP Negeri 4 Tarakan, SMP Negeri 5 Tarakan, SMP Negeri 6 Tarakan, SMP Negeri 7 Tarakan, SMP Negeri 8 Tarakan, SMP Negeri 9 Tarakan, SMP Negeri 10 Tarakan, SMA Muhamadiyah Tarakan, SMA Negeri 1 Tarakan, SMA Negeri 2 Tarakan, SMA Negeri 3 Tarakan. Deskripsi Hasil Wawancara dengan Guru Mata Pelajaran IPA/Biologi tentang Pelaksanaan Pendekatan Lingkungan di Sekolah Untuk memperoleh data pelaksanaan Pendidikan Lingkungan di Sekolah, maka dilakukan wawancara dengan guru Mata Pelajaran IPA/Biologi. Secara Umum data hasil wawancara guru dapat ditampilkan seperti pada Tabel 4.1 berikut: Tabel 4.1 Data Hasil Wawancara dengan Guru Mata Pelajaran IPA/Biologi No. Pertanyaan Jawaban Guru Mata Pelajaran IPA/Biologi 1. Apakah Bapak/Ibu sudah Sudah Pernah pernah mengetahui tentang Pendidikan Lingkungan? 2. Menurut Bapak/Ibu apakah yang dimaksud pendidikan lingkungan? Untuk membangun populasi manusia yang sadar dan peduli dengan lingkungan, permasalahan lingkungan misalnya masalah pencemaran, kerusakan lingkungan dan mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan sekitar siswa 3. Apakah Bapak/Ibu sudah Sudah Pernah pernah melaksanakan pendidikan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran? 4. Bagaimanakah proses pelaksanaan pendidikan lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas Bapak/Ibu? 5. Apa saja kesulitan/kendala yang Bapak/Ibu hadapi dalam menerapkan pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran? Proses Pelaksanaan pendidikan lingkungan dilakukan dengan mengintegrasikan nya dalam materi pelajaran, mengajak siswa untuk mengamati lingkungan sekitar, maupun dengan membawa objek pengamatan ke dalam kelas Kendala yang dihadapi antara lain: 1. Tidak semua materi pelajaran bisa dikaitkan dengan permasalahan lingkungan 2. Guru kesulitan mengintegrasikan pendidikan lingkungan pada konsep-konsep materi pelajaran yang sifatnya abstrak 3. Membangun kesadaran siswa untuk peduli terhadap lingkungan 4. Waktu Pembelajaran IPA yang singkat 6. Adakah pengaruh pelaksanaan pendidikan lingkungan terhadap perilaku siswa? 7. Seberapa jauh pencapaian hasil belajar siswa Bapak/Ibu terhadap KKM Mata Pelajaran IPA/Biologi? 8. Menurut Bapak/Ibu, Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Lingkungan di Sekolah 9. Menurut Bapak/Ibu, Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Lingkungan di Sekolah ini? 10. Menurut Bapak/Ibu, Apakah Pendidikan Lingkungan efektif untuk menanamkan sikap peduli lingkungan 5. Kurangnya Modul tentang Pendidikan Lingkungan 6. Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang pelaksanaan pendidikan lingkungan Integrasi pendidikan lingkungan kedalam materi pelajaran berpengaruh terhadap perilaku siswa, misalnya dapat dilihat dari kepedulian siswa terhadap kebersihan dan merawat tumbuhan di sekitar sekolah Hasil belajar siswa sudah baik pada materi-materi yang dalam pelaksanaan pembelajarannya dikaitkan dengan isu-isu lingkungan Pendidikan Lingkungan sudah dilaksanakan dengan baik, namun sarana dan prasarana pendukung belum memadai Sebagian besar guru mengatakan Pendidikan lingkungan dapat mencapai KKM, pendidikan lingkungan sudah terintegrasi dalam proses pembelajaran, namun masih belum maksimal jika dilihat dari perilaku siswa Sudah efektif, namun tidak semua siswa bisa berperilaku peduli terhadap lingkungan Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa sebagian besar guru Mata Pelajaran IPA/Biologi telah mengetahui tentang pendidikan lingkungan dan telah melaksanakan pendidikan lingkungan meskipun masih ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. PEMBAHASAN Berdasarkan deskripsi data yang telah dipaparkan pada deskripsi data hasil penelitian terdapat dua hal yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini, yaitu 1) mendeskripsikan masalah yang berpotensi menghambat pelaksanakan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah Kota Tarakan sebagai daerah perbatasan dan 2) mengevaluasi pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah Kota Tarakan sebagai daerah perbatasan. Hasil wawancara dengan guru Mata Pelajaran IPA/Biologi di sekolah-sekolah di Tarakan terdapat dua hal yang berpotensi menghambat pelaksanaan pendidikan lingkungan antara lain 1) Tidak semua materi pelajaran bisa dikaitkan dengan permasalahan lingkungan, 2) Guru kesulitan mengintegrasikan pendidikan lingkungan pada konsep-konsep materi pelajaran yang sifatnya abstrak, 3) Membangun kesadaran siswa untuk peduli terhadap lingkungan, 4) Waktu Pembelajaran IPA yang singkat, 5) Kurangnya Modul tentang Pendidikan Lingkungan, dan 6) Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang pelaksanaan pendidikan lingkungan Solusi yang dapat diajukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan pendidikan lingkungan yakni dengan melakukan analisis indikator capaian pembelajaran dan penggunaan strategi maupun metode pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan pendidikan lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup memasukkan nilai afektif, yaitu tingkah laku, nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka Guru Mata Pelajaran IPA/Biologi dapat melakukan analisis indikator capaian materi pembelajaran untuk selanjutnya perlu menentukan strategi dan metode pembelajaran yang memungkinkan adanya klarifikasi dan internalisasi nilai-nilai lingkungan kedalam rancangan proses pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun keterampilan/kemampuan pemecahan masalah. Pratomo (2008) mengemukakan bahwa pendidikan lingkungan hidup sangat penting untuk diberikan karena akan memunculkan kesadaran agar lingkungan berkembang dengan baik yang selanjutnya berdampak kepada perubahan perilaku terhadap lingkungan. Pendidikan lingkungan perlu diberikan untuk semua tingkatan umur, baik melalui jalur sekolah maupun luar sekolah. Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan dan merupakan sebuah saran adalam menghasilkan sumber daya manusia untuk dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pelaksanaan pendidikan lingkungan di sekolah didasri oleh kebijakan lingkungan, yakni pernyataan lembaga sekolah tentang keinginan dan prinsip-prinsip yang berkiatan dengan kinerja lingkungan secara keseluruhan. Kebijakan tersebut merupakan kerangka tindakan dan penentuan sasaran serta target (objectives and targets). Kebijakan pendidikan lingkungan hidup mengacu pada prinsip plan, do, check dan action. a. Perencanaan (Plan) Dalam melakukan perencanaan pengelolaan lingkungan disekolah diperlukan identifikasi peraturan perundang-undangan, penetapan tujuan dan sasaran lingkungan sekolah, dan penetapan program lingkungan untuk pencapaiannya. b. Pelaksanaan (Do) Sekolah mengembangkan kemampuan dan mekanisme yang diperlikan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran yang dapat dibuat melalui tujuh elemen antara lain 1) struktur dan tanggung jawab, 2) pelatihan, kepedulian dan kompetensi, 3) komunikasi, 4) dokumentasi dan pengendaliannya, 5) kesiagaan dan tanggap darurat c. Tinjauan Ulang (Check) Hasil proses pemeriksaan dan tindakan koreksi tersebut dijadikan masukan bagi manajemen dalam menerapkan prinsip pengkajian dan penyempurnaan, yiatu berupa kajian ulang manajemen yang dilaksanakan organisasi setiap enam bulan/sagtu tahun sekali jika dianggap perlu. d. Tindakan (Action) Merupakan tindakan hasil dari koreksi kegiatan yang telah dilakukan pada prinsip penyempurnaan. Dengan demikian maka jelas lah bahwa untuk mewujudkan masyarakat (siswa) yang peduli lingkungan sekolah mempunyai peran penting dalam penyampaian sikap peduli lingkungan melalui proses pembelajaran dengan mengitegrasikan pendidikan lingkungan. Selain itu, mengidentifikasi kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan pendidikan lingkungan disekolah memungkinkan untuk memperoleh solusi agar pelaksaan pendidikan lingkungan dapat dilanjutkan. IV. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diketahui masalah yang berpotensi menghambat pelaksanakan pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah Kota Tarakan adalah (1) Tidak semua materi pelajaran bisa dikaitkan dengan permasalahan lingkungan, (2) Guru kesulitan mengintegrasikan pendidikan lingkungan pada konsep-konsep materi pelajaran yang sifatnya abstrak, (3) Membangun kesadaran siswa untuk peduli terhadap lingkungan, (4) Waktu Pembelajaran IPA yang singkat, (5) Kurangnya Modul tentang Pendidikan Lingkungan dan (6) Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang pelaksanaan pendidikan lingkungan. Saran 1. Bagi peneliti selanjutnya, data yang dikumpulkan dapat ditambahkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang di buat guru dan observasi kegiatan pembelajaran. 2. Bagi Kepala Sekolah agar bersama-sama guru IPA/biologi dapat mendiskusikan proses pelaksanaan pendidikan lingkungan disekolah 3. Bagi Dinas pendidikan Lingkungan agar dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidika lingkungan disekolah-sekolah SMP dan SMA di Kota Tarakan sebagai sumbangsih peningkatan kepedulian siswa kepada lingkungan Kota Tarakan UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih diucapkan kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini yaitu Ketua LP2M Universitas Borneo Tarakan, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tarakan, SMP Negeri 2 Tarakan, SMP Negeri 3 Tarakan, SMP Negeri 4 Tarakan, SMP Negeri 5 Tarakan, SMP Negeri 6 Tarakan, SMP Negeri 7 Tarakan, SMP Negeri 8 Tarakan, SMP Negeri 9 Tarakan, SMP Negeri 10 Tarakan, SMA Muhamadiyah Tarakan, SMA Negeri 1 Tarakan, SMA Negeri 2 Tarakan, SMA Negeri 3 Tarakan, dan mahasiswa yang telah membantu dalam pengumpulan data penelitian. V. PUSTAKA Kastama, Emo. (ed.) Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di IKIP dan FKIP. Jakarta: Dirjen Dikti. Kurnia, Ahmad Impelementasi Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Mewujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (Suatu Inovasi dan Kreativitas sebagai Karakter Pengelolaan Sekolah). Artikel. Diakses tanggal 21 Agustus Melania S, Theresia IMplementasi Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup di SMA Negeri 11 Semarang Menuju Sekolah Adiwiyata. Tesis (Tidak diterbitkan). Semarang: Universitas Diponogoro. Novak, J. D. (Ed.) Proceeding Of The Second International Seminar Misconcepsition and Educational Strategies in Science and Mathematics. 1, 2, 3, Ithaca, New York:Cornell University. Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 2 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pratomo, Suko Pendidikan Lingkungan. Bandung: Sonagar Press. Ridwan Naskah Biologi SMA/MA. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Pusat Kurikulum. Sudjoko Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta: Universitas Terbuka. Sugiyono Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Staruss, A dan Corbin, J Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Terjemahan Muhammad Shodiq dan Imam Muttaqien. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Syaprillah, Aditia dan Sapriani Pengelolaan Hutan Lindung Ko
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks