III. METODE PENELITIAN

Please download to get full document.

View again

of 11
6 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN... ii ABSTRACT... iii ABSTRAK... iv RINGKASAN... v HALAMAN PERSETUJUAN... vii TIM PENGUJI... viii RIWAYAT HIDUP... ix KATA PENGANTAR...
Document Share
Document Transcript
DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN... ii ABSTRACT... iii ABSTRAK... iv RINGKASAN... v HALAMAN PERSETUJUAN... vii TIM PENGUJI... viii RIWAYAT HIDUP... ix KATA PENGANTAR... x DAFTAR ISI... xii DARTAR TABEL...xiv DAFTAR GRAFIK... xv DAFTAR LAMPIRAN...xvi I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Hipotesis... 4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Salak Gula Pasir Deskripsi Salak Gula Pasir Syarat Tumbuh Tanaman Salak Pengaruh Pemangkasan terhadap Produksi dan Kualitas Buah Salak Pengaruh Hormon dalam Pertumbuhan dan Produksi Tanaman III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Bahan dan Alat Rancangan Penelitian Pelaksanaan Kegiatan xii 3.5 Variabel yang Diamati IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Berat per Buah, Berat Daging Buah dan Berat Biji Berat Kulit, Diameter Daging dan Ketebalan Daging Buah Total Padatan Gula Terlarut (TPS), Susut Bobot dan Kadar Air Buah Salak Pembahasan V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xiii DAFTAR TABEL Nomor Teks Halaman 4.1 Signifikansi Perlakuan Pemangkasan dan Pemberian Hormon terhadap semua Variabel yang Diamati Pengaruh Pemberian Hormon dan Pemangkasan terhadap Berat per Buah, Berat Daging Buah dan Berat Biji Salak Gula Pasir Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Hormon terhadap Berat Kulit, Diameter Daging Buah dan Ketebalan Daging Buah Pengaruh Pemberian Hormon dan Pemangkasan terhadap Padatan Gula Terlarut (TPS), Susut Bobot dan Kadar Air Buah Salak xiiii DAFTAR GRAFIIK Nomor Teks Halaman 4.1 Histogram Berat per Buah Salak pada Setiap Perlakuan Pemberian Hormon dan Perlakuan Pemangkasan Histogram Berat Daging Buah pada Setiap Pemberian Hormon Dan Pemangkasan Histogram Berat Biji Salak pada Setiap Perlakuan Pemberian Hormon dan Perlakuan Pemangkasan Histogram Berat Kulit Salak pada Setiap Pemberian Hormon Dan Perlakuan Pemangkasan Histogram Diameter Buah Salak pada Setiap Pemberian Hormon Dan Perlakuan Pemangkasan Histogram Ketebalan Daging Buah Salak pada Setiap Perlakuan Pemangkasan dan Pemberian Hormon Histogram Padatan Gula Terlarut pada Setiap Pemberian Hormon Dan Perlakuan Pemangkasan Histogram Susut Bobot Buah Salak pada Setiap Perlakuan Pemangkasan dan Pemberian Hormon Histogram Kadar Air Buah Salak pada Setiap Perlakuan Pemangkasan dan Pemberian Hormon xiiv DAFTAR LAMPIRAN Nomor Teks Halaman 1. Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Berat Perbuah Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Berat Daging Buah Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Berat Biji Buah Salak Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Berat Kulit Buah Salak Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Diameter Buah Salak Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Ketebalan Daging Buah Salak Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Total Padatan Gula Terlarut Buah Salak Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Susut Bobot Buah Salak Data Hasil Pengamatan dan Analisis Statistik Kadar Air Buah Salak FOTO DOKUMENTASI PENELITIAN xiv ABSTRACT Friska Emelia Br Sebayang. NIM The Influence of Pruning and Application of Growth Regulator on the Quality of off-season fruit of Gula Pasir Snake Fruit (Salacca zalacca cv. Gula Pasir). Supervised by: Prof. Dr. Ir. Nyoman Rai M.S. and Ir. Cokorda Gede Alit Semarajaya, M.S. A good quality salak fruit can be produced through pruning and application of growth regulator. The purpose of this research was to know the effect of pruning and application of growth regulator the quality of off-season fruit of Gula Pasir snake fruit. This research was conducted on Sibetan Village, Karangasem Regency. The study was carried out from September to October The design used in this study was Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments i.e ATBD treatment (shoot were not removed but former flower buch removed), ADBT (shoot removed but former flower buch not removed), IBA hormone (Indole-3 Butynic Acid), NAA (Naphthalene Acetic Acid), and Control. If there was a significant difference followed by a 5% BNT test. The variables observed in this study were. weight per fruit, fruit meat weight, diameter and thickness of fruit flesh, seed weight and weight of seed shell, total dissolved solids, weight losses of fruit and water content of fruit. The results showed that the treatment of pruning and giving hormone had significant effect on the production and quality of the sugar bark fruit, seen in the weight variables per fruit, fruit weight, seed weight, skin weight, fruit flesh diameter, flesh density, total sugar, and moisture content. The weight per fruit, the weight of seed peel and the thickness of the highest bark were found in the growth hormone. The diameter of the flesh, the thickness of the fruit and the weight of the seeds was higher in the pruning and growth treatment of IBA but not significantly different from the NAA hormone. The total sugar content in the were higher than the total sugar content in the pruning and growth hormone. Plants that are given growth hormone have a lower weight loss than control. The water content of the fruit with the pruning treatment was lower than control and the growth hormone. Keywords: pruning, growth hormone and quality of salak xivi ABSTRAK FRISKA EMELIA BR SEBAYANG. NIM Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Hormon Terhadap Kualitas Buah Salak Gula Pasir (Salacca zalacca var. Gula Pasir Di Luar Musim. Dibimbing oleh : Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, MS. dan Ir. Cokorda Gede Alit Semarajaya, M.S. Untuk mendapatkan buah salak yang berkualitas baik dapat dilakukan dengan pemangkasan dan pemberian hormon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan dan pemberian hormon terhadap kualitas buah Salak Gula Pasir (Salacca zalacca var. Gula Pasir) di luar musim. Penelitian ini dilakukan di Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem. Penelitian dilakukan dari bulan September sampai Oktober Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu perlakuan ATBD (Anakan tidak dibuang bekas bunga dibuang), ADBT (Anakan dibuang bekas bunga tidak), Hormon IBA (Indole Butynic Acid), Hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid), dan cara Petani (Kontrol), apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Variabel-variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi : berat per buah (g), berat daging buah (g), diameter dan ketebalan daging buah, berat biji dan berat kulit biji, total padatan terlarut, susut bobot dan kadar air buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan dan pemberian hormon berpengaruh nyata terhadap produksi dan kualitas buah salak gula pasir, terlihat pada variabel berat per buah, berat daging buah, berat biji, berat kulit, diameter daging buah, keterbalan daging buah, total gula, susut bobot dan kadar air. Berat per buah, berat kulit biji dan ketebalan buah salak tertinggi terdapat pada pemberian hormon tumbuh. Diameter daging buah, ketebalan buah dan berat biji salak lebih tinggi pada perlakuan pemangkasan dan pemberian hormon tumbuh IBA namun berbeda tidak nyata dengan hormon NAA. Kadar gula total pada perlakuan kontrol lebih tinggi dibandingkan kadar gula total pada perlakuan pemangkasan dan pemberian hormon tumbuh. Tanaman yang diberi hormon tumbuh memiliki susut bobot yang lebih rendah dibandingkan perlakuan kontrol. Kadar air buah dengan perlakuan pemangkasan lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan pemberian hormon tumbuh. Kata kunci : pemangkasan, hormon tumbuh dan kualitas buah salak xivii I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia memiliki berbagai jenis buah-buahan tropis. Salah satu buah tropik unggul asli di Indonesia dan banyak diminati oleh masyarakat luas adalah buah salak. Di Bali, terdapat berbagai jenis varietas salak yang telah di budidayakan oleh petani, seperti salak Gula Pasir, salak Nangka, salak Bali, salak Nenas, salak Nyuh, salak Gondok, salak Injin, salak Gading, salak Raja, salak Getih, salak Cengkeh, salak Bingin, salak Biji Putih, salak Maong (Darmadi et al., 2002). Salak Bali yang terkenal itu sebenarnya berasal dari desa Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur. Kebun-kebun ini berada di kaki bukit Gunung Agung bagian selatan, dengan ketinggian m di atas permukaan laut. Salak Gula Pasir (salacca zalacca cv. Gula Pasir) merupakan kultivar salak Bali yang rasanya paling manis dan getas, kulit buahnya cokelat kehitaman, sebagaimana jenis salak Bali yang lain. Dari segi tampak luar, salak Gula Pasir ini hampir tidak ada bedanya dengan buah salak lainnya, tetapi perbedaannya akan sangat mencolok jika kulit buhnya dikupas, akan tampak daging buahnya yang berwarna putih, memiliki daging buah lebih tebal berair dan kenyal. Keistimewaan salak Gula Pasir ini adalah sudah terasa manis dari masih berumur muda tanpa harus menunggu salak ini matang, inilah sebabnya salak ini harganya jauh lebih mahal dari salak Bali yang lain, harganya bisa mencapai 4 hingga 5 kali lipat harga salak bali lainnya. Pembungaan salak Gula Pasir terjadi empat kali dalam setahun dengan proses alami, yaitu pada bulan April, Juli, Oktober, Januari. Tetapi pada xi1 kenyataannya musim panen maksimum hanya dapat tercapai dua kali dalam setahun.kegagalan inilah yang menyebabkan Salak Gula Pasir menjadi buah musiman sehingga diperlukan upaya memproduksi Salak Gula Pasir di luar musim agar sepanjang tahun ketersediaan buah ini seimbang dengan permintaan di pasar, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani Salak Gula Pasir (Rai et al., 2014). Daun-daun yang sudah tua dan tidak bermanfaat harus dipangkas. Juga daun yang telalu rimbun atau rusak diserang hama, tunas-tunas yang terlalu banyak harus dijarangkan, terutama mendekati saat-saat tanaman berbuah. Kegunanan pemangkasan pada salak dapat memperbaiki sirkulasi udara yang kurang lancar juga membantu penyebaran makanan agar tidak hanya ke daun atau bagian vegetative, melainkan juga ke bunga, buah atau bagian generative secara seimbang. Pemangkasan dilakukan setiap dua bulan sekali tetapi pada saat mendekati masa berbunga atau berbuah pemangkasan kita lakukan lebih sering, yaitu 1 bulan 1 kali (Mangku, 2012). Pemberian hormon auksin pada akar, ujung batang dan bunga. Fungsi hormon auksin sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah ujung belakang meristem, auksin berperan penting pada pertumbuhan, mempercepat pemasakan buah, sehingga dapat digunakan untuk memacu kecepatan pertumbuhan tanaman pada budidaya yang dilakukan secara intensif. Hormon IBA (Indole Butyric Acid) adalah salah satu hormon yang termasuk kedalam auksin. Selain dipakai untuk merangsang perakaran, hormon IBA adalah salah satu hormon yang mempunyai manfaat yang lain seperti menambah daya kecambah, merangsang perkembangan buah, mencegah kerontokan, pendorong xi2 kegiatan kambium. Suatu tumbuhan yang diberikan hormon IBA akan mengalami pembentukan akar lebih cepat, sistem perakarannya juga baik sehingga air dan unsur-unsur hara dalam tanah yang diserap akar lebih banyak. IBA memiliki sifat yang baik dan efektif dari pada IAA dan NAA. Dengan demikian IBA paling cocok untuk merangsang perakaran karena kadar kimianya lebih stabil dan daya kerjanya lebih lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan dan pemberian hormon terhadap kualitas buah Salak Gula Pasir di luar musim Rumusan Masalah Apakah ada perbedaan pengaruh pemangkasan dan pemberian hormon terhadap kualitas buah Salak Gula Pasir (Salacca zalacca cv. Gula Pasir) di luar musim? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan dan pemberian hormon terhadap kualitas buah Salak Gula Pasir (Salacca zalacca cv. Gula Pasir) di luar musim Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang pengaruh pemangkasandan pemberian hormon terhadap kualitas buah salak buah Salak Gula Pasir (Salacca zalacca cv. Gula Pasir) di luar musim Hipotesis xi3 a. Terdapat perbedaan kualitas buah antara pemangkasan dan pemberian hormon dibandingkan dengan yang dilakukan petani. b. Pemberian hormon menghasilkan kualitas buah yang lebih baik daripada perlakuan pemangkasan. xi4
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks