KASUS FARMAKOLOGI Tifoid

Please download to get full document.

View again

of 22
6 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
free
Document Share
Document Transcript
  1   KASUS FARMAKOLOGI 1.1   Kasus 1.1.1   Anamnesis A.   Keluhan utama Demam sejak 1 hari yang lalu  B.   Riwayat penyakit sekarang  Pasien datang dibawa oleh ibunya ke IGD Puskesmas Suranenggala dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Demam dirasakan mendadak tinggi dan terus-menerus. Demam juga disertai nyeri menelan sejak kurang lebih 5 hari yang lalu, keluhan nyeri dirasakan hilang timbul, nyeri menelan biasanya dirasakan terutama saat menelan makanan, sehingga menurut ayahnya pasien susah makan. Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak dan pilek. Dahak berwarna putih dan tidak terdapat darah. Pasien juga merasa mual dan disertai muntah 1 x isi cairan. Menurut ayah pasien, keluhan seperti ini baru pertama kali dirasakan pasien. Keluhan seperti mimisan, sesak saat bernapas, napas yang terasa bau, nyeri dan keluar cairan dari telinga, sariawan, dan kejang disangkal  C.   Riwayat penyakit dahulu dan riwayat pengobatan Riwayat ISPA : beberapa kali dalam 1 tahun Riwayat alergi : disangkal Riwayat penyakit serupa : pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya Riwayat sakit gigi : disangkal D.   Riwayat penyakit keluarga Tidak ada riwayat alergi dalam keluarga seperti alergi makanan, obat-obatan,  bersin pada pagi hari dan gatal-gatal pada kulit. Riwayat asma dan pengobatan paru dalam keluarga disangkal. E.   Riwayat Kebiasaan  Pasien sering makan goreng-gorengan, arum manis, es dan gulali. Suka makanan pedas dan asam disangkal oleh orang tua pasien. F.   Riwayat Pekerjaan, Sosial Ekonomi dan Lingkungan Keluarga   Ayah pasien bekerja sebagai wiraswasta. Ibu pasien adalah seorang tenaga kerja indonesia yang bekerja di arab sudah 2 tahun. Pasien tinggal bersama ayah dan nenek pasien di rumah.    2   1.1.2   PEMERIKSAAN FISIK A.   Status Generalis Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang Kesadaran : Compos mentis Berat badan : 18 kg Tinggi Badan : 106 cm Status Gizi : Z-Score (IMT/U) IMT = BB/(TB) 2 IMT = 16,0 kg/m 2 Z-Score = - 0,6 SD (Normal)  Normalnya : (- 2 SD sampai dengan 1 SD) B.   Tanda vital  Nadi : 120 x/menit Respirasi : 24 x/menit Suhu : 38,6 °c C.   Status Interna    Kepala  Normochepali, , warna rambut hitam, rambut mudah rontok (-), deformitas (-)    Mata  Conjungtiva pucat -/-, Sklera ikterik -/-    Thoraks :      Inspeksi : Pernapasan simetris kanan dan kiri, tidak ada yang tertinggal, retraksi IC (-), iktus kordis tidak terlihat.    Palpasi :  Nyeri tekan (-), fremitus taktil simetris kanan = kiri, iktus cordis teraba di ICS V linea midlavicularis sinistra    Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru Batas jantung : batas atas : linea parasternalis sinistra ICS II, batas kanan : linea  parasternalis dextra ICS V, batas kiri: linea midclavicula sinistra ICS V    Auskultasi :  3   Vesikuler (+/+) normal, ronkhi (-/-), wheezing (-/-) S1 = S2 reguler murni, murmur (-), gallop (-)    Abdomen  Inspeksi : datar, luka/bekas luka (-), sikatrik (-) Palpasi : nyeri tekan (-), soepel, Hepar dan Lien tak teraba Perkusi : timpani seluruh lapang abdomen Auskultasi : bising usus (+) 5 kali / menit normal    Ekstremitas :  Ekstremitas atas: edema (-/-), pigmentasi normal, telapak tangan pucat (-), sianosis (-), clubbing finger (-), nyeri tekan (-) Ekstremitas bawah: Edema (-/-), pigmentasi normal, telapak tangan pucat (-), sianosis(-), clubbing finger (-), nyeri tekan (-) D.   Status Lokalis A.   Pemeriksaan telinga  No. Pemeriksaan Telinga Telinga kanan Telinga kiri 1. Tragus Nyeri tekan (-), edema (-) Nyeri tekan (-), edema (-) 2. Auricula Bentuk dan ukuran dalam batas normal, hematoma (-), nyeri tarik aurikula (-) Bentuk dan ukuran dalam batas normal, hematoma (-), nyeri tarik aurikula (-) 3. CAE Serumen (+), hiperemis (-), furunkel (-), edema (-), otorhea (-) Serumen (+), hiperemis (-), furunkel (-), edema (-), otorhea (-) 4. Membran timpani Intak. Retraksi (-), bulging (-), hiperemi (-), edema (-),  perforasi (-) Intak. Retraksi (-), bulging (-), hiperemi (-), edema (-),  perforasi (-)  4   B.   Pemeriksaan hidung Pemeriksaan hidung Dextra Sinistra Hidung Bentuk normal Bentuk normal   Sekret Mukoserous Mukoserous   Mukosa konka media Hiperemis(+), hipertrofi (-) Hiperemis(+), hipertrofi(-)   Mukosa konka inferior Hiperemis(+), hipertrofi (-) Hiperemis(+), hipertrofi(-)   Meatus media Hiperemis(-), hipertrofi (-) Hiperemis(-), hipertrofi(-)   Meatus inferior Hiperemis(-), hipertrofi (-) Hiperemis(-), hipertrofi(-)   Septum Deviasi (-) Deviasi (-)   Massa (-), polip (-) (-), polip (-)
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks