Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik Guru, Mutu Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam.

Please download to get full document.

View again

of 18
6 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Abdul Kosim 1 Abstrak Keberhasilan belajar-mengajar tergantung pada proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik yang mampu
Document Share
Document Transcript
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Abdul Kosim 1 Abstrak Keberhasilan belajar-mengajar tergantung pada proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik yang mampu mentransfer ilmu pengetahuan, dan menjadikan proses pembelajaran peserta didik menjadi senang oleh bentuk pembelajaran yang disajikan oleh pendidik atau guru. Dalam proses pembelajaran guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik, dengan kompetensi ini dapat mengembangkan pembelajaran yang variatif dan menyenangkan, sehingga peserta didik tidak jenuh ketika mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kompetensi pedagogik guru dan mutu pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di MTs Negeri Pemalang, serta pengaruh dari kompetensi tersebut terhadap mutu pembelajaran PAI. Peneliltian ini menggunakan pendekatan kuantitaif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket, yang ditujukan kepada seluruh guru PAI di MTs Negeri Pemalang, sejumlah 14 guru. Analisis data yang digunakan ialah analisis uji regresi linear yang mengungkap pola hubungan atau pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap mutu pembelajaran PAI di MTs Negeri Pemalang. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji regresi yang telah dilakukan, kompetensi pedagogik guru PAI memiliki pengaruh yang besar terhadap mutu pembelajaran PAI di MTs Negeri Pemalang. Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik Guru, Mutu Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam. A. Latar Belakang Masalah Salah satu mata pelajaran pokok yang harus diajarkan di sekolah/madrasah ialah Pendidikan Agama Islam (PAI). Dijelaskan dalam Peraturan Menteri Agama RI bahwa PAI adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk 1 Guru MTs Negeri Model Pemalang. 269 sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Islam, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. 2 PAI sendiri dibagi menjadi 4 mata pelajaran dalam kurikulum Madrasah, yakni: Al- Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Di mana masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait dan melengkapi. Pada era globalisasi ini, PAI sangat dibutuhkan bagi peserta didik, agar dapat memahami secara benar ajaran Islam sebagai agama yang sempurna, kesempurnaan ajaran Islam yang dipelajari secara integral diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta didik dalam keseluruhan aspek kehidupanya. Oleh karena itu, agar ajaran Islam dapat dipelajari secara efektif dan efisien, perlu adanya usaha pengembangan dan peningkatan terhadap mutu pembelajaran PAI di sekolah/madrasah sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman yang selalu dinamis. Sekolah/madrasah sendiri merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai peranan penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu. Melalui sekolah/madrasah, diharapkan peserta didik dapat menggali dan mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, sudah semestinya suatu instansi sekolah/madrasah selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pembelajaran setiap mata pelajaran, agar dapat menjadikan peserta didiknya bermutu, termasuk diantaranya ialah peningkatan dalam mutu pembelajaran PAI. Dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa mutu adalah (ukuran) baik buruk suatu benda, taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dan sebagainya), kualitas. Di mana kualitas yang dimaksud lebih mengarah pada 2 Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah, pasal 1 ayat sesuatu yang baik. 3 Selain itu, Mulyasa menjelaskan bahwa mutu adalah suatu sistem manajemen yang bertujuan untuk meningkatkan sesuatu hal tertentu secara berkelanjutan terus menerus. 4 Mutu dalam konteks pembelajaran dapat dipahami dari input, proses dan output pembelajaran. 5 Mutu input pembelajaran ialah segala hal yang berkaitan dengan masukan untuk proses pembelajaran di sekolah/madrasah. Di antara indikator input pembelajaran, ialah memiliki kebijakan, tujuan, dan sasaran mutu yang jelas; tersedia sumber daya yang siap; tersedianya staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi; memiliki harapan prestasi yang tinggi, berfokus pada peserta didik, dan memiliki input manajemen. 6 Berdasarkan indikator tersebut, dipahamai bahwa pembelajaran yang bermutu terlibat berbagai input, seperti bahan ajar (kognitif, efektif dan psikomotorik), metode, sarana prasarana, dukungan administrasi, serta penciptaan suasana belajar yang kondusif. Mutu proses pembelajaran ialah segala hal yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan, pengelolaan, monitoring dan evaluasi dalam pembelajaran. 7 Dengan kata lain, mutu proses pembelajaran yang dimaksud menekankan pada standar atau acuan dalam hal proses pembelajaran, seperti teamwork yang solid, evaluasi yang berkelanjutan, serta seberapa efektif dan efisien pembelajaran di kelas. 8 Sedangkan mutu output pembelajaran merupakan prestasi atau hasil dari proses pelaksanaan pembelajaran. Mutu output 3 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet. III, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), hlm E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional; dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK, (Bandung: Rosdakarya, 2005), hlm Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2009), hlm Suharno, Manajemen Pendidikan, (Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Press, 2008), hlm Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, Konsep Strategi Pembelajaran, (Bandung: PT Refika Aditama, 2009), hlm Suharno, Manajemen Pendidikan, hlm pembelajaran ini mengacu pada prestasi yang dicapai, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Begitu juga dengan mutu pembelajaran PAI, hanya saja ada sedikit tambahan yaitu adanya keseimbangan antara input, proses dan output pembelajaran yang pada akhirnya mampu mencetak manusia muslim yang berkualitas. Dalam arti, peserta didik mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup yang berperspektif Islam. Pemahaman manusia berkualitas dalam khasanah pemikiran Islam sering disebut sebagai insan kamil yang mempunyai sifat-sifat antara lain manusia yang selaras (jasmani dan rohani, duniawi dan ukhrawi), manusia moralis (sebagai individu dan sosial), manusia nazhar dan (kritis, berijtihad, dinamis, bersikap ilmiah dan berwawasan ke depan), serta menjadi manusia yang memakmurkan bumi. 9 Pembelajaran di sekolah/madrasah merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk mencapai mutu pembelajaran PAI yang diharapkan. Hal ini dikarenakan keefektifan dan keefisienan pembelajaran merupakan titik awal dalam menentukan keberhasilan pengajaran. Beberapa faktor yang mempengaruhi mutu pembelajaran PAI, diantaranya ialah: (1) pendidik, (2) peserta didik, dan (3) kurikulum. 10 Faktor lain yang juga ikut andil dalam mempengaruhi mutu pembelajaran PAI ialah sarana prasarana pendidikan, pengelolaan manajemen, dan lingkungan. 11 Pemenuhan faktor-faktor tersebut berpengaruh besar terhadap keadaan mutu pembelajaran PAI. Namun di antara faktor tersebut, terdapat faktor utama yang paling dominan, yakni Pendidik atau Guru. Hal ini dapat dimaklumi karena guru 9 Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), hlm Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), hlm Misbahul Munir, Supervisi Pendidikan Suplemen I dan II (Yogyakarta: Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2006), hlm merupakan ujung tombak dari keberhasilan dalam pembelajaran, baik mulai dari proses sampai dengan hasil pembelajaran. Oleh karena itu, guru merupakan salah satu komponen utama yang menentukan keberhasilan pembelajaran, dan keberhasilan belajar peserta didik. Guru merupakan faktor utama yang memegang peran penting dalam pembelajaran, di pundaknya terpikul tanggung jawab utama seluruh usaha pembelajaran. 12 Namun, tidak semua orang dewasa dapat dikategorikan sebagai guru. Seorang guru harus memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap calon guru sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang- Undang, bahwa untuk dapat diangkat sebagai tenaga pengajar, ia harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 13 Oleh karena itu, salah satu komponen utama yang menentukan keberhasilan pembelajaran adalah guru. Termasuk di dalamnya ialah keberhasilan belajar siswa. Namun, keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki guru dan kemampuan yang dimiliki siswa. Guru yang berkualitas adalah guru yang profesional dalam melaksanakan tugas pembelajaran, yakni mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menguasai bahan ajar, memahami karakteristik peserta didik, dan terampil dalam memilih metode pembelajaran. 14 Dengan demikian, guru harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sehingga suatu keniscayaan bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya. Kompetensi ini mutlak harus dikuasai oleh 12 Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2005), hlm Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 39 dan Oemar Hamalik, Pendidikan Guru: Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2002), hlm guru karena menentukan keberhasilan pembelajaran. Guru yang telah menguasai kompetensi, akan lebih berhasil dalam melaksanakan pembelajaran dibanding dengan guru yang tidak memiliki kompetensi. Pada akhirnya, keberhasilan dalam melaksanakan pembelajaran akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang selanjutnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk mutu pembelajaran PAI. 15 Dengan kata lain, guru yang berkualitas harus mampu menguasai kompetensi yang menjadi kriteria dari seorang guru yang ideal. Adapun yang dimaksud dengan kompetensi sebagaimana tercantum dalam kamus ilmiah populer adalah kecakapan, kewenangan, kekuasaan dan kemampuan. 16 Dalam Undang-undang juga dijelaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. 17 Sedangkan menurut Saiful Sagala, kompetensi adalah perpaduan dari penguasaan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya. 18 Salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru ialah kompetensi pedagogik, yang merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan siswa meliputi pemahaman terhadap siswa, pengembangan kurikulum/silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, evaluasi hasil belajar, serta pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan berbagai 15 Oemar Hamalik, Pendidikan Guru: Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm Pius A. Partanto dan M. Dahlan Al-Barry, Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: PT Arkola, 1994), hlm Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, pasal 1 ayat Saiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan, (Bandung, Alfabeta, 2009), hlm potensi yang dimiliki. 19 Pada intinya, kompetensi pedagogik menuntut guru untuk menguasai hal-hal yang berkaitan tentang pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, dipahami bahwa peran guru yang berkompeten, memiliki peran penting dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah/madrasah, termasuk dalam meningkatkan mutu pembelajaran PAI. Di mana peran guru dalam pembelajaran dirasakan sangat besar pengaruhnya terhadap perubahan tingkah laku siswa. Sehingga untuk dapat tercapai mutu pembelajaran sesuai harapan, diperlukan guru yang menguasai kompetensi, salah satunya ialah kompetensi pedagogik, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian mutu pembelajaran dengan kompetensi pedagogik guru memiliki kaitan yang sangat erat dan saling mempengaruhi dalam proses pencapaian tujuan pendidikan. Apabila kompetensi guru tinggi, maka asumsinya adalah secara otomatis mutu pembelajaran akan tinggi pula. Berdasarkan uraian diatas, penulis meneliti pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap mutu pembelajaran PAI di lapangan. Penulis memilih MTs Negeri Pemalang sebagai madrasah yang diteliti dengan pertimbangan bahwa seluruh guru PAI di MTs Negeri Pemalang telah memiliki sertifikat sebagai seorang pendidik yang kompeten. Selain itu, MTs Negeri Pemalang merupakan salah satu lembaga pendidikan bercirikan Islam, dan sudah didirikan cukup lama, sehingga telah diterima serta diakui oleh masyarakat Pemalang pada umumnya baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. MTs Negeri Pemalang dalam kurikulumnya memberikan porsi pendidikan Islam lebih banyak dibandingkan dengan sekolah/madrasah lainnya baik negeri maupun swasta, sehingga siswanya memperoleh pengetahuan agama secara lebih mendalam. Sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam, MTs Negeri Pemalang mempunyai tanggung jawab untuk melahirkan dan menjadikan siswanya ayat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 74 tahun 2008, tentang Guru, pasal 3 275 menjadi generasi penerus yang mempunyai kepribadian muslim, sebagaimana tujuan pendidikan Islam. Sehingga nilai-nilai luhur agama Islam yang diajarkan di MTs Negeri Pemalang bukan hanya menjadi ilmu pengetahuan saja, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dan diharapkan nantinya para siswa disamping mempunyai kecerdasan intelektual dan pemahaman agama yang baik, juga mempunyai akhlak yang terpuji. Dengan demikian pembahasan dalam tesis ini, penulis merumuskan judul Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru terhadap Mutu Pembelajaran PAI di Pemilihan judul tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai upaya dalam memaksimalkan kompetensi pedagogik guru PAI dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran PAI. Berdasarkan hal tersebut, dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru PAI terhadap Mutu Pembelajaran PAI di MTs Negeri Pemalang? B. Kerangka Teoritik Mutu merupakan baik buruknya sesuatu, kualitas, taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan). 20 Istilah mutu mengandung makna derajat (tingkat) keunggulan suatu produk baik beruapa barang maupun jasa, baik yang dapat dipegang (tangible) maupun yang tidak dapat dipegang (intangible). Dalam konteks pembelajaran, mutu mengacu pada masukan (input), proses dan hasil (output) pembelajaran. Proses pembelajaran yang bermutu terlibat berbagai input, seperti bahan ajar (kognitif, efektif dan psikomotorik), metode, sarana prasarana, dukungan administrasi, serta penciptaan suasana belajar yang 20 Partanto dan Dahlan, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Arkola, 1994), hlm kondusif. Sedangkan mutu dalam konteks hasil pembelajaran mengacu pada prestasi yang dicapai, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. 21 Begitu juga mutu pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam, hanya saja ada sedikit tambahan yaitu bagaimana madrasah bisa menyeimbangkan antara input, proses dan output pembelajaran yang pada akhirnya mampu mencetak manusia muslim yang berkualitas. Dalam arti, peserta didik mampu mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup yang berperspektif Islam. Pemahaman manusia berkualitas dalam khasanah pemikiran Islam disebut insan kamil yang mempunyai sifat-sifat antara lain manusia yang selaras (jasmani dan rohani, duniawi dan ukhrawi), manusia moralis (sebagai individu dan sosial), manusia nazhar dan (kritis, berijtihad, dinamis, ilmiah dan berwawasan), serta menjadi manusia yang memakmurkan bumi. 22 Dalam kaitanya dengan peningkatan mutu pembelajaran PAI, tidak akan terlepas dari adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, yakni: (1) pendidik, (2) peserta didik, dan (3) kurikulum. 23 Pemenuhan faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi bagaimana keadaan mutu pembelajaran di madrasah. Diantara faktor tersebut, terdapat faktor utama yang paling dominan, yakni Pendidik atau Guru. Hal ini dapat dimaklumi karena guru merupakan ujung tombak dari keberhasilan sebuah pendidikan, baik mulai dari proses sampai dengan hasil pendidikan. Oleh karena itu, guru merupakan salah satu komponen utama yang menentukan keberhasilan pembelajaran, dan keberhasilan belajar peserta didik. Namun, perlu diketahui bahwa keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki guru dan kemampuan 21 Suharno, Manajemen Pendidikan, (Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Press, 2008), hlm Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), hlm Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), hlm yang dimiliki peserta didik. Guru yang memiliki kompetensi sebagai pendidik akan lebih berhasil dalam melaksanakan pembelajaran dibanding dengan guru yang tidak memiliki kompetensi. Keberhasilan dalam melaksanakan pembelajaran akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang selanjutnya akan meningkatkan kualitas pendidikan. 24 Dengan demikian, usaha meningkatkan kualitas pembelajaran harus dimulai dari peningkatan kualitas guru. Guru yang berkualitas adalah guru yang profesional dalam melaksanakan tugas pembelajaran, yang mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran, serta menilai hasil pembelajaran. Untuk itu seorang guru yang berkualitas harus mampu menguasai kompetensi yang menjadi kriteria dari seorang guru yang ideal. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam bidang pendidikan, meliputi pemahaman terhadap siswa, pengembangan kurikulum/silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, evaluasi hasil belajar, serta pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 25 Kompetensi ini mutlak harus dimiliki guru sebagai pendidik yang profesional dalam melaksanakan tugasnya. Dari sini lah dapat disimpulkan bahwa peran guru yang berkompeten, atau guru yang menguasai kompetensi pedagogik, memiliki peran yang penting dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, termasuk dalam meningkatkan mutu pembelajaran setiap bidang studi yang ada di sekolah/madrasah, salah satunya ialah pada bidang studi Pendidikan Agama Islam. Dengan kata lain, hubungan yang erat antara peran guru dengan mutu 24 Oemar Hamalik, Pendidikan Guru: Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 74 tahun 2008, tentang Guru, pasal 3 ayat pembelajaran PAI ini pada akhirnya akan menghasilkan pembelajaran yang maksimal, dan dapat merealisasikan tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan kerangka teori di atas, hipotesis penelitian yang dirumuskan dalam tesis ini ialah Kompetensi Pedagogik Guru PAI memberi pengaruh terhadap di MTsN Pemalang. C. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, yakni penelitian yang menggunakan data berupa angka, yang kemudian diolah menggunakan statistik. Antar variabel pada penelitian ini memiliki hubungan yang bersifat sebab akibat. Oleh karena itu, penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kausalitas. 26 Adapun desain penelitian dapat digambarkan sebagai berikut. X Y Gambar 1.1 Desain Penelitian Keterangan: X = Kompetensi Pedagogik Guru Y = Mutu Pembelajaran PAI = Mempengaruhi Pada penelitian ini, sampel penelitiannya ialah seluruh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bertugas di MTs Negeri Pemalang sejumlah 14 orang, yakni: AK, US, EF, AT, SN, HW, MH, SB, LH, SZ, NE, SH, HF, dan MS. Dalam rangka untuk memperoleh data yang tepat dan akurat, penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa angket yang ditujukan kepada hlm Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009, 279 guru PAI MTs Neger
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks