Membaca Kurva Pertumbuhan

Please download to get full document.

View again

of 11
5 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
cara membaca kurva pertumbuhan anak
Document Share
Document Transcript
  catatan mama nisa My first journal about being a mother. It's just amazing… Menu   Membaca Kurva Pertumbuhan Bayi 17 Replies Terkadang ibu cemas soal berat badan bayinya. Ada yang bilang terlalu kurus, ada yang bilang terlalu gemuk. Ibu nggak percaya diri. Apalagi jikabayinya dibanding2kan sama bayi orang lain yang seusia. Duh, bisa stress si ibu. Konsultasi ke dokter anak kadang malah nambah stress, kayak pengalaman saya waktu periksa Nisa 11 bulan ke dokter anak di Indonesia (waktu mudik). Waktu itu Nisa sakit muntah2 nggak nafsu makan jaditerpaksa periksa ke pdokter.dokter: “Bu, ini beratnya kurang ya. Anak 11 bulan normalnya 9 kg.” (waktu itu Nisa cuma 7,3 kg, jauh banget kan)saya : “Masa sih dok? di kurva pertumbuhan masih batas normal kok, dok.” dokter: “Iya Bu, tapi ini kecil sekali. Ditambah sufor ya Bu, yang penting kan udah ASI eksklusif. Kalo usia segini dikasih sufor udah ga papa.” saya: ??? (melongo diam)Waktu itu saya malas berdebat karena ada mama saya juga di situ. Saya sudah menduga sih, pasti ujung2nya sufor. Saya bukannya anti sufor(Alhamdulillah Nisa ASI saja sampai sekarang), tapi yang saya sayangkan pernyataan dokter itu nggak mendidik sama sekali. Hanya menambahbeban ibu. Trus kalau anak usia 11 bulan normalnya 9 kg, jadi anak saya nggak normal gitu??? Kalau saja saya bawa buku riwayat kesehatan Nisadari Jepang, saya pasti akan tunjukkan ke dokter itu. Noh! Tolong ya dok, diperhatikan baik2!! *ehm, maap saya emosi* Nisa memang kecil, saya akui, tapi bukan berarti pertumbuhannya nggak normal. Seorang dokter sebelum memberi pernyataan, harus tahuriwayat kesehatan anak juga dong. Selain itu harus disertai bukti ilmiah, dengan menunjukkan kurva pertumbuhan normal bayi misalnya. Denganbegitu pasien lebh tenang kan? Saya bukannya nggak memperhatikan masalah berat badan Nisa. Tapi saya punya pegangan, yaitu grafik pertumbuhan berat badan dan tinggi badan yang ada di buku riwayat kesehatan Nisa (dikasih dari pemerintah Jepang). Di Indonesia juga adakok, lah itu buku KMS fungsinya apa?? Dari situ kan ibu bisa memantau perkembangan buah hati masing-masing. Kalau dirasa ada kelainan, barukonsultasi ke dokter. Jangan mematok semua anak harus sama, dokter kan pasti paham tiap anak itu unik dengan perkembangannya masing2.Kalau masih dalam batas normal ya harusnya nggak papa.Nisa lahir BBLR dengan berat 2,2 kg dan beberapa masalah saat melahirkan. Sejak itu kesehatan Nisa benar-benar diperhatikan termasuk masalah Membaca Kurva Pertumbuhan Bayi | catatan mama nisa9/22/2014http://catatanmamanisa.wordpress.com/2013/02/16/membaca-kurva-pertumbuhan-bayi/1 / 11  berat badan yang harus mengejar ketertinggalannya. Tiap bulan saya dan dokter di sini selalu memantau kondisi kesehatan Nisa terutama beratdan tinggi badan. Tapi, yang saya salut sama tenaga medis di Jepang adalah mereka nggak pernah memaksa saya untuk memberikan sufor keNisa. Mereka paham masalah ASI atau sufor atau mix ASI-sufor adalah hak mutlak ibu. Ibu yang memutuskan. Selama perkembangan bayi nggak ada masalah, masih tahap normal, mereka nggak akan mengusik ketenangan ibu, apalagi membebani ibu dengan target2 tertentu si anak harusmencapai berat sekian, dan sebagainya.Gambar di samping saya ambil dari buku riwayat kesehatan Nisa. Kurvanyasangat sederhana. Nggak ada perbedaan warna kayak growth chart punyawho ato KMS. Mudah dipahami. Ini untuk anak perempuan. Saya simpulkan,dari lahir aja berat Nisa udah termasuk yang paling bawah, untung masihnyantol di kurva normal. Tapi perkembangannya tiap bulan naik terus walaumasih setia di garis paling akhir. Sempat keluar garis waktu usia 6 bulan,mungkin karena baru belajar makan. Waktu itu bidan memang menyarankansaya menggenjot makannya supaya beratnya naik lagi. Tapi Alhamdulillahgaris kurvanya tetap naik menunjukkan kalo Nisa bertumbuh. Saat nimbangberat badan, Nisa selalu dalam keadaan telanjang, jadi lebih akurat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengevaluasi pertumbuhan beratbadan (sumber: aufalactababy.com):Bagaimanakah ukuran fisik orangtua? Bagaimanakah kurva pertumbuhanorangtua ketika bayi? Bagaimana dengan saudara bayi atau anggota keluargalain? Genetik berperan penting dalam ukuran fisik seorang bayi Apakah bayi tumbuh secara konsisten? Catatan: Bayi dianggap tumbuhwalaupun BB-nya misal selalu berada dalam kurva kuning KMS, asalkankonsisten. Lihat artikel terkait. Apakah perkembangan bayi yang lain sesuai dengan usianya? Apakah bayi tampak sehat, lincah, dan aktif? Apakah bayi menunjukkan tanda-tanda cukup ASI?Cara membaca kurva pertumbuhan bayi (sumber: aufalactababy.com):1. Garis berat badan yang menanjak menyatakan bahwa anak tumbuh baik dan sehat.2. Garis berat badan yang cenderung rata selama dua bulan, menyatakan bahwa anak kurang mendapat makanan yang memadai, makaporsi makanan sebaiknya ditambah pada bulan berikutnya.3. Garis berat badan yang menurun menyatakan bahwa ibu harus konsultasi dan memastikan bahwa anak balita tidak sakit, harus diberikanmakanan dan gizi tambahan pada bulan berikutnya. Catatan : Pada bulan-bulan pertama pertumbuhan berat badan bayi yang mendapat ASI eksklusif mungkin saja berjalan lambat. Hal ini bisa diatasi dengan memperbaiki proses menyusui tersebut (lihat artikel terkait ini).Dengan (mencari) bantuan yang tepat, proses penyusuan dapat terus dilanjutkan tanpa pemberian susu formula. Membaca Kurva Pertumbuhan Bayi | catatan mama nisa9/22/2014http://catatanmamanisa.wordpress.com/2013/02/16/membaca-kurva-pertumbuhan-bayi/2 / 11  kurva pertumbuhan berat dan tinggi badan anak laki-laki 0-36 bulan ( http://cdc.gov/growthcharts/  )  Membaca Kurva Pertumbuhan Bayi | catatan mama nisa9/22/2014http://catatanmamanisa.wordpress.com/2013/02/16/membaca-kurva-pertumbuhan-bayi/3 / 11  kurva pertumbuhan berat dan tinggi badan anak perempuan 0-24 bulan ( http://cdc.gov/growthcharts/  )  Jadi, jangan mudah galau ah. Walaupun yang bilang dokter ato tenaga medis, tapi sebagai pasien cerdas harus dicari lagi kebenarannya, bisadengan konsultasi ke dokter yang berbeda untuk cari second opinion, atau cari informasi dari sumber-sumber yang terpercaya. Mungkin sayaberuntung tinggal di Jepang, para ibu2nya nggak suka bergosip soal berat anak, jadi hidup saya agak lebih tenang, hehe. Sehat selalu ya bu, salam sayang buat anak2 ya… Share this: Twitter 1 Facebook  52 Related One Year YouPeriksa Rutin Nisa chan Membaca Kurva Pertumbuhan Bayi | catatan mama nisa9/22/2014http://catatanmamanisa.wordpress.com/2013/02/16/membaca-kurva-pertumbuhan-bayi/4 / 11
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks