Oret-oretan.docx

Please download to get full document.

View again

of 4
5 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
BASED ON SENDAI FRAMEWORK FOR DISASTER RISK REDUCTION 2015-2030 (THIRD WORLD CONFERENCE ON DISASTER RISK REDUCTION, HELD FROM 14-18 MARCH 2015 IN SENDAI, MIYAGI, JAPAN)\ PROJECT TITLE : DISASTER RISK REDUCTION WITH A PROCUREMENT TOOL EWS AND COMMUNITY EMPOWERMENT VILLAGESIN ECONOMIC SECTOR Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa ... , Kecamatan ..., Kabupaten Kebumen Dalam Rangka Usaha Pengurangan Risiko Bencana. Increased The Capacity Of .... Villagers,... Sub R
Document Share
Document Transcript
  BASED ON SENDAI FRAMEWORK FOR DISASTER RISK REDUCTION 2015-2030 (THIRD WORLD CONFERENCE ON DISASTER RISK REDUCTION, HELD FROM 14-18 MARCH 2015 IN SENDAI, MIYAGI, JAPAN)\ PROJECT TITLE : DISASTER RISK REDUCTION WITH A PROCUREMENT TOOL EWS AND COMMUNITY EMPOWERMENT VILLAGESIN ECONOMIC SECTOR Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa ... , Kecamatan ..., Kabupaten Kebumen Dalam Rangka Usaha Pengurangan Risiko Bencana. Increased The Capacity Of .... Villagers,... Sub Regency, Kebumen Regency, In The Framework Of Disaster Risk Reduction Efforts. BACKGROUND It is urgent and critical to anticipate, plan for and reduce disaster risk in order to more effectively protect persons, communities and countries, their livelihoods, health, cultural heritage, socioeconomic assets and ecosystems, and thus strengthen their resilience. Usaha megurangi risiko bencana merupakan hal mendesak dan penting untuk mengantisipasi, merencanakan dan mengurangi risiko bencana dalam rangka untuk lebih efektif melindungi orang, masyarakat dan negara-negara, penghidupan mereka, kesehatan, budaya, sosial ekonomi dan ekosistem, dan dengan demikian dapat memperkuat ketahanan mereka. In order to reduce disaster risk, there is a need to address existing challenges and prepare for future ones by focusing on: monitoring, assessing and understanding disaster risk and sharing such information and how it is created; strengthening disaster risk governance and coordination across relevant institutions and sectors and the full and meaningful participation of relevant stakeholders at appropriate levels; investing in the economic, social, health, cultural and educational resilience of persons, communities and countries and in the environment, also through technology and research; enhancing multi-hazard early warning systems, preparedness, response, recovery, rehabilitation and reconstruction. To complement national action and capacity, there is a need to enhance international cooperation between developed and developing countries and  between States and international organizations. untuk mengurangi risiko bencana, ada kebutuhan untuk mengatasi tantangan yang ada dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang dengan berfokus pada: pengawasan, menilai dan memahami risiko bencana dan berbagi informasi tentang hal tersebut dan bagaimana hal itu diciptakan; memperkuat koordinasi dan tata kelola risiko bencana di institusi dan sektor terkait serta partisipasi penuh dan bermakna dari para stakeholders di tingkat yang sesuai; berinvestasi dalam ekonomi, sosial, Kesehatan, budaya dan ketahanan pendidikan orang, masyarakat dan negara-negara dan dalam  lingkungan, juga melalui teknologi dan penelitian; meningkatkan multi awal sistem peringatan, kesiapsiagaan, respon, pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk melengkapi Aksi Nasional dan kapasitas, ada kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama internasional antara negara-negara maju dan berkembangdan antara negara dan organisasi internasional. Prevent new and reduce existing disaster risk through the implementation of integrated and inclusive economic, structure, legal, social, health, cultural, educational, enviromental, technological, political and institutional measures that prevent and reduce hazard exposure and vulnerability to disaster, increase preparedness for response and recovery and thus strengthen resilience. Mencegah bencana baru dan mengurangi risiko bencana yang telah ada melalui penerapan ekonomi yang inklusif dan terintegrasi, struktur, hukum, sosial kesehatan, budaya, pendidikan, lingkungan, teknologi, politik, dan langkah-langkah kelembagaan yang dapat mencegah dan mengurangi paparan yang berbahaya dan kerentanan terhadap bencana, meningkatkan kesiapsiagaan untuk penanganan dan pemulihan sehingga dapat memperkuat ketahanan. Kabupaten Kebumen merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan letak geografisnya, kabupaten kebumen merupakan salah satu daerah yang termasuk kedalam daerah rawan bencana bahkan dikatakan kabupaten kebumen masuk dalam zona merah terkait bencana banjir dan tanah longsor melihat dari mayoritas daerah yang ada yaitu dataran rendah dan pegunungan serta pesisir pantai. Kebumen district is on of the districts in Central Java. Based on the geographical location, kebumen district is one of the areas included in disaster-prone areas, even said kebumen district into the red zone, related from floods and landslide where the majority of the area consist of plains, mountains and the coastes. the United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNISDR). A/CONF.22/CRP.1 18 march 2015 Sendai Framework for disaster risk reduction 2015-2030, SHORT DESCRIPTION THE OBJECTIVITY OF THE PROJECT CURRENT SITUATION ANY SHORTCOMINGS SPECIFIC OBJECTIVES TO BE ACHIEVED MEASURES THESE OBJECTIVES TO BE ACHIEVED   Analisa biaya peternakan Kambing Bibit kambing anakan sebanyak 10 ekor = Rp 2.000.000 Pembuatan kandang sederhana dan peralatan tambahan = Rp. 3.000.000 Jenis pakan tumbuhan hijauan per bulan = Rp 60.000 x 9 = Rp 540.000,00 Pemberian pakan tambahan konsentrat per bulan= Rp. 120.000 x 9 = Rp 1.080.000 Total pengeluaran = Rp 6.620.000 Macam peralatan Ternak Sapi    Membeli sapi sekitar Rp 7.000.000/ekor bisa mulai memelihara 6 ekor misalnya Rp 42.000.000    Membuat kandang sapi Rp 6.500.000,-    Sewa lahan peternakan Rp 4.000.000/tahun    Berbagai macam seperti ayakan, timba, terpal, wadah, pembersih hewan, tempat minum, dan peralatan lain sekitar Rp 900.000,-  Analisa untuk biaya peralatan yang digunakan untuk usaha ternak sapi sebesar Rp 53.400.000.- Biaya operasional tiap bulannya Sebagai perawatan induk sapi, perawatan kandang, penyusutan fungsi peralatan, penambahan sewa lahan, dan lain sebagainya perkiraan membutuhkan dana Rp 2.000.000. Namun untuk biaya yang dibutuhkan untuk penggemukan sapi tiap bulannya sebagai berikut :    Makanan tambahan 20.0000/hari X 30 = Rp 600.000    Konsentrat sapi 90.000/hari X 30 = Rp 2.700.000    Vaksin sapi 15.000/hari X 30 = Rp 450.000    Vitamin sapi 20.000/hari X 30 = Rp 600.000    Minuman tambahan 10.000 X 30 = Rp 300.000    Obat Rp 20.000 X 30.000 = Rp 600.000    BBM, air, dan listrik = Rp 1.200.000    Peralatan yang langsung habis dipakai = Rp 300.000    Perkawinan ternak sapi = Rp 150.000,00   Analisa untuk biaya operasional usaha ternak sapi sebesar Rp 6.900.000 Jadi, untuk menghitung modal awal yang digunakan untuk ternak sapi sebagai berikut : Rp 53.000.000 + Rp 2.000.000 + Rp 6.900.000 = Rp 62.300.000,- Potensi Keuntungan Usaha Ternak Sapi Sekarang kita mulai menghitung analisa usaha ternak sapi dan keuntungannya ya sobat. Sapi bisa dipelihara 6 bulan dan jika sudah dewasa maka harganya Rp 21.000.000/ekor X 6 = Rp 126.000.000    Untuk kotoran sapi sebanyak 6 ekor menghasilkan sekitar 18 kg per hari X 180 = 3240 kg X Rp 1500/kg = Rp 4.860.000.    Total pendapatan = 126.000.000,00 + 4.860.000 = Rp 130.860.000,00 \    Keuntungan = 130.860.000  –  62.300.000 = Rp 68.560.000,00 setelah 6 bulan. Kambing PE Modal Tetap     Pembuatan Kandang kapasitsa 11 ekor Rp. 10.000.000 II. Modal Kerja     Pembelian 10 ekor induk betina @Rp.3.000.000 Rp. 30.000.000   Pembelian 1 ekor pejantan @Rp. 5.000.000 Rp. 5.000.000 Total : Rp. 45.000.000 III. Biaya Produksi     Hijauan + Kosentrat : Rp. 2.500 X 11 ekor X 720 hari (2 tahun) Rp. 19.800.000   Tenaga Kerja Rp. 10.000 x 720 hari Rp. 7.200.000   Keswan /Biaya Obat Rp. 30.000 x 2 tahun x 11 ekor Rp.660.000   Penyusutan Kandang Rp. 2.000.0000 Total = Rp. 29.660.000 IV. Pendapatan Kotor      Anak = 10 induk x 2 anak x 3 laktasi ( 2 tahun ) = 60 cempe   Untuk mengatasi anak lahir 1 ekor = 55 ekor x Rp. 1.500.000 Rp. 82.500.000   Susu= ½ liter x 10 induk x 3 laktasi x 100 hari =1.500 liter x Rp. 10.000   Kotoran ½ kg x 11 ekor x 720 hari x Rp. 1000 =Rp. 3.960.000 Total Rp. 101.460.000 Pendapatan Bersih  Jumlah=Rp. 101.460.000  –  Rp. 29.660.000 = Rp. 71.800.000
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks