PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survey Pada 8 KPP di Kanwil DJP Jabar 1) Firman Mustakim

Please download to get full document.

View again

of 13
4 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survey Pada 8 KPP di Kanwil DJP Jabar 1) Firman Mustakim Universitas Komputer Indonesia ABSTRACK Taxpayer compliance
Document Share
Document Transcript
PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survey Pada 8 KPP di Kanwil DJP Jabar 1) Firman Mustakim Universitas Komputer Indonesia ABSTRACK Taxpayer compliance issues is an important issue around the world, both for the developed and developing countries. Because if the taxpayers do not comply it will lead to a desire to take action avoidance, evasion, smuggling and tax shirker. The necessary tools to improve tax compliance as an account representative and tax penalties. This study aims to analyze the influence of account representative and tax penalties on taxpayer compliance. The method used in this research is descriptive and verification methods. The unit of observation in this study was 8 KPP In Regional Office DJP Jabar 1 with a unit of analysis 1 employee account representative totaling 66 people. The test statistic used is the classical assumption test, multiple linear regression analysis, correlation analysis, the coefficient of determination, and hypothesis testing using SPSS 21 application support for Microsoft Windows. These results indicate that the account representative significant effect on taxpayer compliance and tax penalties significant effect on taxpayer compliance. In addition, together account representative and tax penalties significantly influence taxpayer compliance. Keywords: Account Representative, Tax Penalties, and Taxpayer Compliance. I. Pendahuluan Pajak memang salah satu alat yang penting bagi pemerintah dalam mencapai tujuan ekonomi, politik dan sosial (Mohammad Zain, 2008:6). Dan Pemungutan pajak memang diperuntukan bagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan, baik rutin maupun pembangunan (Mohammad Zain, 2008:6). Sebab selama ini pembangunan terus berjalan itu berkat pembayaran pajak yang dilakukan masyarakat (Christiandy Sanjaya, 2012). Pengertian pajak sendiri adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undangundang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (Abdul Rahman, 2010). Sebelum diadakannya reformasi perpajakan pada tahun 1984, sistem pemungutan yang diterapkan di Indonesia adalah official assessment, namun setelah reformasi perpajakan sistem pemungutan pajak berubah menjadi self assessment system (Mardiasmo, 2009:7). Official assessment system adalah suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak sedangkan self assessment system adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada wajib pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang (Mardiasmo, 2009:7). Dengan penerapan self assessment system, pemerintah mengharapkaan agar mampu meningkatkan penerimaan dari sektor pajak melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak (Mardiasmo, 2009:7). Masalah kepatuhan wajib pajak adalah masalah penting di seluruh dunia, baik bagi negara maju maupun negara berkembang (Siti Kurnia, 2010:140). Karena jika wajib pajak tidak patuh maka akan menimbulkan keinginan untuk melakukan tindakan penghindaran, pengelakan, penyelundupan dan pelalaian pajak (Siti Kurnia, 2010:140). Kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi sistem administrasi perpajakan suatu negara, pelayanan pada 1 wajib pajak, penegakan hukum perpajakan, pemeriksaan pajak dan tarif pajak (Siti Kurnia, 2010:140). Yang mendorong wajib pajak memenuhi kewajiban perpajakannya secara tepat waktu dan sukarela, karena adanya pengelolaan pajak yang efisien, agar perpajakan berjalan efisien, mayoritas wajib pajak patuh terhadapnya (Chaizi Nasucha, 2004:134). Reformasi birokrasi di kalangan Direktorat Jenderal Pajak dengan penerapan sistem administrasi perpajakan modern telah melahirkan jabatan baru yaitu account representative yang merupakan mitra penghubung antara Direktorat Jenderal Pajak dengan wajib pajak (Eddy Suryanto HP, 2013). Tugas yang dibebankan kepada account representative adalah melaksanakan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan, melaksanakan pembimbingan dan himbauan kepada wajib pajak dan penggalian potensi (Eddy Suryanto HP, 2013). Setiap account reperesentative mempunyai beberapa wajib pajak yang harus diawasi dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya (Eddy Suryanto HP, 2013). Tingkat kepatuhan wajib pajak dapat dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya adalah persepsi wajib pajak tentang sanksi perpajakan dan kesadaran wajib pajak dan terdapat undangundang yang mengatur tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan, agar peraturan perpajakan dipatuhi, maka harus ada sanksi perpajakan bagi para pelanggarnya, wajib pajak akan memenuhi kewajiban perpajakannya bila memandang bahwa sanksi perpajakan akan lebih banyak merugikannya (Ni Ketut Muliari & Putu Ery Setiawan, 2011). Penerapan sanksi perpajakan baik administrasi dan pidana mendorong kepatuhan wajib pajak, namun penerapan sanksi harus konsisten dan berlaku terhadap semua wajib pajak (John Hutagaol, 2007). Wajib Pajak memenuhi kewajiban pembayaran pajak bila uang pajak nantinya diperuntukan untuk membiayai pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta pembangunan (John Hutagaol, 2007). Penerapan perlakuan pajak yang adil terhadap wajib pajak mendorong kepatuhan wajib pajak karena hal tersebut menciptakan persaingan yang sehat dalam dunia usaha, sebaliknya perlakuan pajak yang diskriminasi justru menyebabkan rendahnya kepatuhan pajak (John Hutagaol, 2007). Apabila wajib pajak telah melaksanakan kewajiban perpajakanya sesuai dengan yang berlaku (benar dan lengkap), maka secara teoritis kewajiban perpajakanya itu menjadi rampung , namun dalam kenyataannya hal tersebut bisa saja terjadi sebaliknya, oleh karena itu dalam rangka untuk menguji kepatuhan wajib pajak yang telah mendapatkan kepercayaan menghitung, menyetor dan melaporakan sendiri pajak-pajaknya yang terhutang, fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Direktorar Jendral Pajak (Ditjen Pajak) yang meliputi kegiatan penelitian, pemeriksaan dan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan harus secara terus menerus dilaksanakan, maka dari itu perlu adanya sanksi perpajakan yang mengatur mengenai permasalahan tersebut (Gunadi, 2002). Berdasarkan dengan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan masalah bagaimana account representative, sanksi perpajakan dan kepatuhan wajib pajak, apakah account representative berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, apakah sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dan apakah account representative dan sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Adapun kegunaan penelitian ini dapat bermanfaat baik secara akademis maupun secara praktis sebagai bahan masukan khususnnya mengenai pengaruh account representative dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. II. Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 2.1 Kajian Pustaka Account Representative Menurut Jhon Hutagaol (2007:22) pengertian account representative adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang diberi kepercayaan, wewenang, dan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan, pembinaan, dan pengawasan secara langsung kepada wajib pajak. 2 Menurut Liberti Pandiangan (2008:27) pengertian account representative adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaksanakan tugas-tugas pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban oleh wajib pajak dan melayani penyelesaian hak wajib pajak. Sanksi Perpajakan Menurut Siti Resmi (2003:62) pengertian sanksi perpajakan adalah sanksi perpajakan terjadi karena terdapat pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan perpajakan. Menurut Mardiasmo (2009:57) pengertian sanksi perpajakan adalah sanksi perpajakan merupakan jaminan bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (norma perpajakan) akan dituruti/ditaati/ dipatuhi. Atau dengan kata lain sanksi perpajakan merupakan alat pencegah (preventif) agar wajib pajak tidak melanggar norma perpajakan. Kepatuhan Wajib Pajak Menurut Norman D. Nowak (Moh. Zain, 2004) seperti yang dikutip Siti Kurnia Rahayu (2010:138) pengertian kepatuhan wajib pajak adalah Sebagai suatu iklim kepatuhan dan kesadaran pemenuhan kewajiban perpajakan, tercermin dalam situasi di mana wajib pajak paham atau berusaha untuk memahami semua ketentuan peraturan perundang-rundangan perpajakan, mengisi formulir pajak dengan lengkap dan jelas, menghitung jumlah pajak yang terutang dengan benar, membayar pajak yang terutang tepat pada waktunya. Menurut Erard dan Feinstein yang di kutip oleh Chaizi Nasucha dan di kemukakan kembali oleh Siti Kurnia (2010:111) pengertian kepatuhan wajib pajak adalah Rasa bersalah dan rasa malu, persepsi wajib pajak atas kewajaran dan keadilan beban pajak yang mereka tanggung, dan pengaruh kepuasan terhadap pelayanan pemerintah. 2.2 Kerangka Pemikiran Hubungan Account Representative dengan Kepatuhan Wajib Pajak Menurut Siti Kurnia Rahayu (2010:128) menyatakan bahwa tugas dan tanggung jawab account representative adalah mengawasi kepatuhan perpajakan, memberikan himbauan dan konsultasi teknis, menganalisis kinerja wajib pajak, melakukan mentoring penyelesaian pemeriksaan pajak, melakukan evaluasi hasil banding, memberikan bantuan dalam masalah perpajakan, melakukan pemutakhiran data wajib pajak, dan menginformasikan ketentuan perpajakan terbaru kepada wajib pajak. Hubungan Sanksi Perpajakan dengan Kepatuhan Wajib Pajak Menurut Mohammad Zain (2007:35) yang menyatakan bahwa Sesungguhnya tidak diperlukan suatu tindakan apapun, apabila dengan rasa takut dan ancamam hukuman (sanksi dan pidana) saja wajib pajak sudah akan mematuhi kewajiban perpajakannya. Perasaan takut tersebut merupakan alat pencegah yang ampuh untuk mengurangi penyelundupan pajak atau kelalaian pajak. Jika hal ini sudah berkembang dikalangan para wajib pajak maka akan berdampak pada kepatuhan dan kesadaran untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. 2.3 Hipotesis Menurut Sugiyono (2009:93) mengungkapkan bahwa pengertian hipotesis adalah hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan sebelumnya, maka terdapat hipotesis penelitian bahwa: H 1 : Account representative berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. H 2 : Sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. H 3 : Account representative dan sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. 3 III. Objek dan Metode Penelitian 3.1 Objek Penelitian Definisi objek penelitian menurut Sugiyono (2009:32) pengertian objek penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan definisi objek penelitian, maka yang menjadi objek penelitian yang akan di teliti dalam penelitian ini adalah Account representative, sanksi perpajakan dan kepatuhan wajib pajak. 3.2 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif. Dengan menggunakan metode penelitian akan diketahui hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti sehingga kesimpulan yang akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti. Desain Penelitian Menurut Nur Indriantoro (2002:249) desain penelitian adalah rancangan utama penelitian yang menyatakan metode-metode dan prosedur-prosedur yang digunakan oleh peneliti dalam pemilihan, pengumpulan, dan analisis data. Menurut Sugiyono (2009:50) menjelaskan proses penelitian dapat disimpulkan seperti teori sebagai berikut: 1. Sumber masalah 2. Rumusan masalah 3. Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan 4. Pengajuan hipotesis 5. Metode penelitian 6. Menyusun instrumen penelitian 7. Kesimpulan. Operasionalisasi Variabel Menurut Umi Narimawati (2010:31) pengertian operasional variabel adalah proses penguraian variabel penelitian kedalam sub variabel, dimensi, indikator sub variabel, dan pengukuran. Adapun syarat penguraian operasionalisasi dilakukan bila dasar konsep dan indikator masing-masing variabel sudah jelas, apabila belum jelas secara konseptual maka perlu dilakukan analisis faktor. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pajak, sedangkan sampel yang digunakan adalah metode Random Sampling, karena tidak semua populasi di jadikan sampel, maka sampel yang digunakan ialah sampel acak. Anggota sampel yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah 66 sampel. Alat Ukur Penelitian 1. Uji Validitas Menurut Cooper dalam Umi Narimawati (2010:42) validitas adalah validity is a characteristic of measuraenment concerned with the extent that a test measures what the researcher actually wishes to measure. 2. Uji Reliabilitas Menurut Cooper dalam Umi Narimawati (2010:43) reliabilitas adalah reliability is a characteristic of measurenment concerned with acuracy, precision, and consistency. 3. Uji MSI 4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian mengenai pengaruh account representative dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak ada beberapa langkah, antara lain dengan penelitian lapangan seperti observasi, kuesioner dan wawancara, dan penelitian kepustakaan (library research) serta searcing (internet). Rancangan Analisis: 1. Analisis Deskriptif 2. Analisis Verifikatif: a. Analisis Regresi Linier Berganda b. Analisis Korelasi c. Analisis Determinasi Pengujian Hipotesis 1. Penetapan Hipotesis Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t): H 0 : β 1 = 0 Account representative tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. H 0 : β 1 0 Account representative berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. H 0 : β 2 = 0 Sanksi perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. H 0 : β 2 0 Sanksi perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji Statistik F): H 0 : β 1 β 2 = 0 Account representative dan Sanksi perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. H 0 : β 1 β 2 0 Account representative dan sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. 2. Menentukan Tingkat Signifikansi Tingkat signifikan ditentukan dengan 5% dari derajat bebas (dk) = n k l, untuk menentukan ttabel sebagai batas daerah penerimaan dan penolakan hipotesis. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5% karena dinilai cukup untuk mewakili hubungan variabel variabel yang diteliti dan merupakan tingkat signifikasi yang umum digunakan dalam status penelitian. 3. Menggambar Daerah Penerimaan dan Penolakan Untuk menggambar daerah penerimaan atau penolakan maka digunakan kriteria sebagai berikut: 1. Hasil t hitung dibandingkan t tabel dengan kriteria: a. Jikat t hitung t tabel maka H o ada di daerah penolakan, berarti H i diterima artinya antara variable X dan variable Y ada pengaruhnya. b. Jika t hitung t tabel maka H o ada di daerah penerimaan, berarti H i ditolak artinya antara variable X dan variable Y tidak ada pengaruhnya. c. t hitung ; dicari dengan rumus perhitungan t hitung, dan d. t tabel ; dicari di dalam tabel distribusi t student dengan ketentuan sebagai berikut, α = 0,05 dan dk = (n-k-1).] Gambar 3.1 Kurva Pengujian Hipotesis Parsial 5 2. Hasil F dibandingkan dengan F dengan kriteria: a. Tolak Ho jika F F pada alpha 5% untuk koefisien positif. b. Tolak Ho jika F F pada alpha 5% untuk koefisien negatif. c. Tolak Ho jika nilai F-sign ɑ ),05. Gambar 3.2 Kurva Pengujian Hipotesis Simultan IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Hasil Penelitian Analisis Deskriptif Account Representative Berdasarkan dari hasil rekapitulasi tanggapan responden pada variabel account representative diperoleh dari hasil perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal, diperoleh nilai persentase sebesar 75,7%. Nilai ini berada dalam kelas interval antara 68,01% - 84% dan berada dalam kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa account representative berperan dengan baik dalam mengingatkan wajib pajak. Analisis Deskriptif Sanksi Perpajakan Berdasarkan dari hasil rekapitulasi tanggapan responden pada variabel sanksi perpajakan diperoleh dari hasil perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal, diperoleh nilai persentase sebesar 66,9%. Nilai ini berada dalam kelas interval antara 52,01% - 68% dan berada dalam kategori cukup baik. Hal ini menunjukan bahwa sanksi perpajakan yang diberlakukan berjalan cukup baik Analisis Deskriptif Kepatuhan Wajib Pajak Berdasarkan dari hasil rekapitulasi tanggapan responden pada variabel kepatuhan wajib pajak diperoleh dari hasil perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal, diperoleh nilai persentase sebesar 62,9% dan berada dalam kategori cukup tinggi. Hal ini menunjukan bahwa wajib pajak memiliki kepatuhan yang cukup tinggi. Analisis Verifikatif Hasil analisis statistik dari penelitian ini adalah: 1. Hasil Pengujian Asumsi Klasik a. Uji Asumsi Normalitas diperoleh dari uji Kolmogorov-Smirnov nilai signifikansi yang diperoleh variabel bebas dan variabel terikat lebih besar dari 0,05 yang menunjukan bahwa model regresi telah terdistribusi normal b. Uji Asumsi Multikolinieritas, diperoleh dari nilai VIF masing-masing variabel lebih besar dari 0,1 dan Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10. Hal ini menunjukan bahwa tidak diantara kedua variabel bebas tidak memiliki korelasi yang kuat, sehingga asumsi multikolinieritas data terpenuhi. c. Uji Asumsi Heteroskedastisitas bahwa nilai signifikansi yang diperoleh kedua variabel bebas lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti menunjukan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. 2. Analisis Regresi Linier Berganda Dari hasil perhitungan koefisien regresi linear berganda diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = -1, ,468X 1 + 0,564X 2 Dari hasil persamaan regresi linier berganda tersebut masing-masing variabel dapat diinterpretasikan sebagai berikut: a. Konstanta sebesar -1,588 menyatakan bahwa ketika account representative dan sanksi perpajakan bernilai nol (0) dan tidak ada perubahan, maka kepatuhan wajib pajak akan bernilai sebesar -1,588. 6 b. Nilai variabel X 1 yaitu account representative memiliki nilai koefisien regresi positif sebesar 0,468, artinya ketika account representative meningkat sementara sanksi perpajakan konstan, maka kepatuhan wajib pajak akan meningkat sebesar 0,468. c. Nilai variabel X 2 yaitu sanksi perpajakan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,564, artinya ketika sanksi perpajakan mengalami peningkatan sementara account representative konstan, maka kepatuhan wajib pajak akan meningkat sebesar 0,564. Pengaruh Account Representative terhadap Kepatuhan Wajib Pajak 1. Korelasi Dengan menggunakan program software SPSS 21, bahwa nilai koefisien korelasi yang diperoleh antara account representative dengan kepatuhan wajib pajak sebesar 0,606. Nilai korelasi bertanda positif, yang menunjukan bahwa hubungan yang terjadi antara keduanya adalah searah. Dimana semakin baik account representative, maka akan diikuti pula oleh semakin tingginya kepatuhan wajib pajak. Berdasarakan interpretasi koefisien korelasi, nilai sebesar 0,606 termasuk ke dalam kategori hubungan yang kuat, berada dalam kelas interval antara 0,600 0, Koefisien Determinasi Diperoleh hasil koefisien determinasi account representative terhadap kepatuhan wajib pajak memberikan pengaruh sebesar 0,355 atau 35,5% yang artinya bahwa kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh account representative sebesar 35,5% dan sisanya sebesar 64,5% sisanya merupakan pengaruh faktor-faktor lain. 3. Pengujian Hipotesis Parsial X 1 Nilai t hitung yang diperoleh variabel account representative (X 1 ) sebesar 6,527. Nilai
Search Related
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks