PERANCANGAN ULANG INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PUSAT PERBELANJAAN X SURABAYA

Please download to get full document.

View again

of 270
6 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
TUGAS AKHIR RE PERANCANGAN ULANG INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PUSAT PERBELANJAAN X SURABAYA EDI LUKITO Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc JURUSAN TEKNIK
Document Share
Document Transcript
TUGAS AKHIR RE PERANCANGAN ULANG INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PUSAT PERBELANJAAN X SURABAYA EDI LUKITO Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2017 TUGAS AKHIR RE PERANCANGAN ULANG INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PUSAT PERBELANJAAN X SURABAYA EDI LUKITO Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2017 FINAL PROJECT RE REDESIGN OF WASTEWATER TREATMENT PLANT (WWTP) OF A SHOPPING CENTER X IN SURABAYA EDI LUKITO Supervisor: Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc DEPARTMENT OF ENVIRONMENTAL ENGINEERING Faculty of Civil Engineering and Planning Institute of Technology Sepuluh nopember Surabaya 2017 LEMBAR PENGESAHAN PERANCANGAN ULANG INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PUSAT PERBELANJAAN X SURABAYA TUGASAKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik pad a Program Studi S-1 Jurusan Teknik Lingkungan F akultas T eknik Sipil dan Perencanaan lnstitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Oleh: EDI LUKITO NRP Disetujui oleh Pembimbing Tugas Akhir: PERANCANGAN ULANG INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PUSAT PERBELANJAAN X SURABAYA Nama Mahasiswa : Edi Lukito NRP : Jurusan : Teknik Lingkungan Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc. ABSTRAK Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pusat perbelanjaan X di Surabaya digunakan untuk mengolah limbah cair dari toilet, cooling water, dan food court. IPAL tersebut memiliki beberapa permasalahan. Beban IPAL eksisting telah melebihi desain awal akibat adanya tambahan influent dari perkantoran dan meningkatnya jumlah food court. IPAL tidak mampu mengolah semua limbah sehingga harus ditampung terlebih dahulu di Outdoor Ground Tank. Keberadaan limbah ini menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi mencemari sumber air masyarakat. Unit Rotating Bological Contactor (RBC) sebagai unit pengolahan utama IPAL tidak dioperasikan dan dibiarkan di IPAL. Adanya RBC tersebut menyebabkan kapasitas pengolahan berkurang sehingga efisiensi pengolahan tidak maksimal. Evaluasi terhadap kinerja pengolahan IPAL diperlukan untuk memperbaiki beberapa permasalahan yang timbul. Evaluasi ini memperhatikan kualitas pengolahan IPAL, desain dan kondisi fisik bangunan IPAL dan komponen pendukung, maupun standar dan biaya operasi dan pemeliharaan IPAL. Perancangan ulang IPAL merupakan bentuk tindak lanjut terhadap unit yang tidak berfungsi dengan baik. Perancangan ulang dengan menggunakan unit Anaerobic Biofilter (ABF) dan membandingkan dengan unit eksisting (bak aerasi) yang telah disempurnakan. Berdasarkan hasil evaluasi, diketahui kinerja pengolahan di unit pengolahan biologis (bak aerasi) tidak berjalan dengan baik. Kualitas effluent IPAL belum memenuhi baku mutu. Kondisi fisik unit IPAL dan komponen lainnya dalam keadaan baik, Standard Operating Procedure (SOP) pengoperasian dan pemeliharaan atau Operation and Maintenance (OM) IPAL belum dijalankan secara tepat. Selain itu biaya OM dinilai terlalu mahal. Terdapat i unit IPAL eksisting yang telah memenuhi kriteria desain sehingga tidak perlu dirancang ulang, yakni unit sand filter. Berdasarkan perhitungan perancangan ulang didapatkan hasil sebagai berikut. Alternatif 1 memiliki kelebihan yakni: efisiensi pengolahan tinggi, kualitas effluent air limbah kecil, biaya operasi dan pemeliharaan rendah, dan potensi biogas yang besar, serta produksi lumpur sangat kecil. Alternatif 1 memiliki kekurangan yakni: volume bangunan dan kebutuhan lahan lebih besar serta biaya pembangunan IPAL lebih tinggi. Alternatif 2 memiliki kelebihan yakni: volume bangunan dan kebutuhan lahan lebih kecil serta biaya pembangunan IPAL lebih rendah. Alternatif 2 memiliki kekurangan yakni: efisiensi pengolahan rendah, kualitas effluent air limbah besar, biaya operasi dan pemeliharaan besar, dan tidak ada potensi biogas, serta produksi lumpur besar. Biaya pembangunan untuk perancangan ulang IPAL alternatif 1 adalah Rp sedangkan biaya alternatif 2 adalah Rp Biaya pengoperasian dan pemeliharaan IPAL alternatif 1 per bulan adalah Rp ,00 sedangkan biaya alternatif 2 adalah Rp ,00 per bulan. Kata kunci: Anaerobic bioflter (ABF), bak aerasi, evaluasi, IPAL, perancangan ulang. ii REDESIGN OF WASTEWATER TREATMENT PLANT (WWTP) OF A SHOPPING CENTER X IN SURABAYA Name : Edi Lukito NRP : Department : Environmental Engineering Supervisor : Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc. ABSTRACT Wastewater Treatment Plant (WWTP) of a shopping center X in Surabaya used to treat wastewater from toilet, cooling water, and food court. It has a few problems. First problem is, the existing loading has exceeded the initial design due to influent addition from office and the growing number of food court. WWTP is not able to process all of the waste and resulted the waste to be stored in outdoor ground tank. The waste cause odor and potentially contaminate the public water source. Rotating Biological Contactor (RBC) as the main processing unit is not operated and abandoned in WWTP. This unit has caused capacity of WWTP to be reduced and result in the processing efficiency to be not optimal. Evaluation of wastewater treatment plant performance is needed to overcome several problems that occur. Evaluation focuses on processing quality, design and physical condition of the WWTP and supporting components, and standard and cost of operation and maintenance. Redesign made as the further action of the unfunctioning units in this place. Redesign will be using Anaerobic Biofilter (ABF) and compared with the existing unit (aeration basin) which has been enhanced. According to the evaluation results, the biological unit processes (aeration tank) are working inappropriately. Physical condition of wastewater treatment units and other components is good enough, but Standard Operating Procedure (SOP) of Operation and Maintenance (OM) is working inappropriately. Furthermore, the OM is highly in cost. The existing unit of wastewater treatment plant is met the design criteria is sand filter. The following results based on the calculation of redesigning process are alternative 1 has some strengthness such as: high iii treatment efficiency, low effluent level, operation and maintenance cost s low, high potential biogas and low sludge production. Alternative 1 has some weakness such as: building volume and land requirement are big and high capital cost. Alternative 2 has some strengthness such as: building volume and land requirement are small and low capital cost. Alternative 2 has some weakness such as: low treatment efficiency, high effluent level, operation and maintenance cost s high, no potential biogas and high sludge production. Capital cost for redisigning WWTP for alternative 1 is Rp, 794,934,492 while capital cost of alternative 2 is Rp, 743,310,517. Operation and maintenance cost for alternative 1 is Rp, 18,341, per month while operation and maintenance cost for alternative 2 is Rp 21,479, Keywords: Anaerobic bioflter (ABF), aeration tank, evaluation, waste water treatment plant (WWTP), redesign. iv KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, berkah, dan hidayah-nya sehingga penyusun dapat menyelelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah Pusat Perbelanjaan X Surabaya dengan baik. Dalam penyusunan laporan ini, tidak terlepas dari bantuan, motivasi, dan bimbingan dari semua pihak. Dalam kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada: 1. Allah SWT atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan kepada saya. 2. Ibu Prof. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, M.Sc. selaku dosen pembimbing yang senantiasa sabar dalam membimbing, menyempatkan waktu, dan selalu memberikan saran dan motivasi dalam penyelesaian tugas akhir saya. 3. Bapak Ir. Hariwiko Indarjanto, M.Eng., Bapak Dr. Ir. Mohammad Razif, M.M., dan Bapak Ir. Mas Agus Mardyanto, M.E., Ph.D. selaku dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran dalam pengerjaan tugas akhir saya. 4. Ibu Harmin Sulistyaning Titah, S.T., M.T., Ph.D. selaku koordinator tugas akhir Jurusan Teknik Lingkungan ITS. 5. Pihak manajemen Pusat Perbelanjaan X Surabaya, terutama Pak Herman, Pak Didik, Pak Sigit yang telah mengizinkan saya untuk menjadikan STP sebagai objek tugas akhir saya dan membantu dalam memberikan data terkait. 6. Mas Danang selaku operator STP yang telah membantu saya dalam setiap pengambilan data lapangan 7. Segenap karyawan di Departemen Engineering yang telah memberikan bantuan dalam pengambilan sampel 8. Teman-teman seperjuangan dalam penyelesaian tugas akhir periode semester gasal ini yang telah memberikan semangat dan bantuan satu sama lain. 9. Bimo Teguh Yuwono Fajar Arinal, Kristianus Oktavianus, Chusnah Fajariyah, Sri Mulyani, Rosalia A., Valianto R. A., dan Elvin Nur Nadhifatin yang telah membantu dalam pegambilan sampel dan persiapan analisis laboratorium. v 10. Pak Hadi dan Pak Edi selaku laboran di laboratorium jurusan yang telah membantu dalam persiapan analisis dan memberikan masukan selama proses analisis di laboratorium. 11. Pak Irfan dan Pak Ardhi selaku petugas di Ruang Baca (RBC) jurusan yang telah membantu saya dalam menemukan berbaga literatur yang bermanfaat bagi tugas akhir saya. 12. Kedua orang tua dan semua kakak adik saya yang selalu memberikan dukungan, semangat, motivasi, dan doa dalam penyelesaian tugas akhir ini. 13. Teman-teman teknik lingkungan angkatan 2013 yang telah memberikan semangat dan membantu dalam penyelesaian tugas akhir saya. 14. Pihak-pihak lain yang terkait yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Penyusun menyadari masih terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di kemudian hari. Penyusun berharap semoga laporan tugas akhir ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Surabaya, Januari 2017 Penyusun vi DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. ABSTRAK... I ABSTRACT... III KATA PENGANTAR... V DAFTAR ISI...VII DAFTAR GAMBAR...XI DAFTAR TABEL...XIII DAFTAR LAMPIRAN... XV BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Perancangan Ruang Lingkup Manfaat... 4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Air Limbah Domestik Sumber Air Limbah Domestik Karakteristik Air Limbah Domestik Baku Mutu Air Limbah Domestik Pengolahan Air Limbah Domestik Pengolahan Air Limbah Biologis Proses Pertumbuhan Mikroorganisme Terlekat Pengolahan Air Limbah Aerobik dan Anaerobik Alternatif Instalasi Pengolahan Air Limbah yang Direncanakan Grease Trap Bak Ekualisasi Bak Aerasi Bak Pengendap Sand filter Carbon filter Filter press Anaerobic Biofilter (ABF) Kelebihan dan Kekurangan ABF Kriteria Desain ABF Pemilihan Media Biofilter Pemilihan Pompa vii 2.6 Penelitian Terdahulu Rencana Anggaran Biaya Perhitungan Perancangan BAB 3 METODE PERANCANGAN Gambaran Umum Perancangan Kerangka Perancangan Rangkaian Kegiatan Perancangan BAB 4 GAMBARAN UMUM OBJEK PERANCANGAN Gambaran Umum Objek Perancangan Kondisi Eksisting Unit-Unit IPAL Pusat Perbelanjaan X Surabaya BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Debit dan Karakteristik Air Limbah Perhitungan Debit Air Limbah Pusat Perbelanjaan X Surabaya Karakteristik Air Limbah di Unit-Unit IPAL Eksisting Evaluasi Unit-Unit IPAL Eksisting Evaluasi Kualitas Air Limbah Evaluasi Desain Bangunan IPAL Evaluasi Kondisi Fisik Unit IPAL dan Komponen Pendukung Evaluasi Standard Operating Procedure (SOP) Pengelolaan IPAL Evaluasi Biaya Pengoperasian dan Pemeliharaan IPAL Penentuan Alternatif Pengolahan Dan Kriteria Perancangan Alternatif Pengolahan Kriteria Perancangan yang Digunakan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Unit IPAL Rencana DED Unit Sump pit DED Unit Grease Trap DED Unit Bak Ekualisasi DED Alternatif DED Alternatif DED Unit Carbon Filter DED Filter Press DED Bak Effluent viii 5.5 Pembuatan Gambar Unit-Unit IPAL Rencana Penyusunan Profil Hidrolis Penyusunan Prosedur Pengoperasian dan Pemeliharaan IPAL Petunjuk Pengoperasian IPAL Petunjuk Pemeliharaan IPAL Pemantaan dan Evaluasi IPAL Penyusunan Bill Of Quantity (BOQ) Dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bill Of Quantity (BOQ) Rencana Anggaran Biaya (RAB) Biaya Pengoperasian dan Pemliharaan IPAL Pembahasan Perbandingan Kedua Alternatif IPAL Efisiensi Pengolahan IPAL Kualitas Effluent Air Limbah Terolah Volume Bangunan IPAL Luas Bangunan IPAL Biaya Pembangunan IPAL Biaya Operasi dan Pemeliharaan IPAL Potensi Biogas Produksi Lumpur BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ix x Halaman ini sengaja dikosongkan DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Diagram Alir Alternatif Pengolahan IPAL Gambar 2.2 Diagram Alir Skematik Proses Complete-Mix Gambar 2.3 Tipe Pengendapan Partikel Gambar 2.4 Pengendapan Pada Final Clarifier Untuk Proses Lumpur Aktif Gambar 2.5 Sand Filter Bertekanan Gambar 2.6 Carbon Filter Bertekanan Gambar 2.7 Tipikal Fixed-Volume, Recessed Plate Filter Press 26 Gambar 2.8 Prinsip Aliran ABF Gambar 2.9 Close Up Penampang ABF Gambar 2.10 Bentuk Media Sarang Tawon Gambar 2.11 Head Pompa Gambar 2.12 Pompa Submersible Gambar 2.13 Kurva Head, Efisiensi Dan Daya Gambar 2.14 Grafik Faktor HRT Gambar 2.15 Grafik Rasio BODrem/CODrem Gambar 2.16 Grafik % Tss Removal Gambar 2.17 Grafik Faktor Temperatur Gambar 2.18 Grafik Faktor COD Strength Gambar 2.19 Grafik Faktor Luas Permukaan Filter Spesifik Gambar 2.20 Grafik Faktor Waktu Tinggal (HRT) Gambar 2.21 Rasio Efisiensi BOD Rem / COD Rem Gambar 3.1 Kerangka Perancangan Gambar 3.2 Titik Sampling Air Limbah Gambar 4.1 Lokasi Pusat Perbelanjaan X Surabaya Gambar 4.2 Sump Pit Gambar 4.3 Bak Ekualisasi Gambar 4.4 Bak Aerasi Gambar 4.5 Bak Pengendap Gambar 4.6 Sand Filter Gambar 4.7 Carbon Filter Gambar 4.8 Bak Effluent Gambar 4.9 Diagram Alir IPAL Pusat Perbelanjaan X Gambar 5.1 Volume Air Limbah Per Jam Gambar 5.2 Volume Air Limbah Per Jam Gambar 5.3 Sketsa Unit Grease Trap Gambar 5.4 Sketsa Unit Bak Ekualisasi xi Gambar 5.5 Sketsa Unit Anaerobic Biofilter Gambar 5.6 Grafik Faktor HRT Gambar 5.7 Grafik Rasio BODrem/CODrem Gambar 5.8 Grafik % Tss Removal Gambar 5.9 Grafik Faktor Temperatur Gambar 5.10 Grafik Faktor COD Strength Gambar 5.11 Grafik Faktor Luas Permukaan Filter Spesifik Gambar 5.12 Grafik Faktor Waktu Tinggal (HRT) Gambar 5.13 Rasio Efisiensi BOD Rem / COD Rem Gambar 5.14 Sketsa Unit Bak Aerasi Gambar 5.15 Sketsa Unit Bak Pengendap Gambar 5.16 Kurva Gravitasi Solid Flux Gambar 5.17 Sketsa Unit Carbon Filter Gambar 5.18 Sketsa Denah Filter Press Gambar 5.19 Sketsa Unit Bak Efluen Gambar 5.20 Bagan Mass Balance Alternatif IPAL Gambar 5.21 Bagan Mass Balance Alternatif IPAL xii DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Baku Mutu Air Limbah Domestik... 8 Tabel 2.2 Tingkatan Pengolahan Air Limbah Domestik... 9 Tabel 2.3 Perbandingan Pengolahan Secara Anaerobik dan Aerobik Tabel 2.4 Kriteria Desain Carbon Filter dengan Gac Contactors 25 Tabel 2.5 Hasil Pembobotan Tipe Media Biofilter Tabel 3.1 Metode Analisis Parameter Air Limbah Tabel 5.1 Hasil Pencatatan Air Bersih Dan Konversi Air Limbah 73 Tabel 5.2 Karakteristik Air Limbah IPAL Pusat Perbelanjaan X Surabaya Tabel 5.3 Rekapitulasi Efisiensi Penyisihan Parameter Setiap Unit IPAL Eksisting Tabel 5.4 Efisiensi Penyisihan Parameter Setiap Unit IPAL Tabel 5.5 Dimensi Masing-Masing Sump Pit Tabel 5.6 Kapasitas Sump Pit Tabel 5.7 Data Fluktuasi Debit Air Limbah di Bak Ekualisasi Tabel 5.8 Perhitungan Konsumsi Listrik Per Hari Tabel 5.9 Perhitungan Biaya Pengoperasian Lain Selama Satu Bulan Tabel 5.10 Perhitungan Biaya Pemeliharaan IPAL Selama Satu Bulan Tabel 5.11 Rekapitulasi Hasil Evaluasi IPAL Tabel 5.12 Perhitungan Volume Baru Sump Pit Tabel 5.13 Dimensi Sump Pit Baru Tabel 5.14 Perhitungan Ekualisasi BOD Tabel 5.15 Perhitungan Rasio Massa BOD Tabel 5.16 Headloss Lengkap Unit Ipal Alternatif Tabel 5.17 Headloss Lengkap Unit Ipal Alternatif Tabel 5.18 Nilai Satuan Perhitungan RAB Per Jenis Pekerjaan Tabel 5.19 Hasil Rekapitulasi RAB Alternatif Tabel 5.20 Hasil Rekapitulasi RAB Alternatif Tabel 5.21 Perhitungan Konsumsi Listrik Per Hari Alternatif Tabel 5.22 Perhitungan Biaya Pengoperasian Lain Alternatif 1 Selama Sebulan Tabel 5.23perhitungan Konsumsi Listrik Per Hari Alternatif xiii Tabel 5.24 Perhitungan Biaya Pengoperasian Lain Alternatif 2 Selama Sebulan Tabel 5.25 Perhitungan Biaya Pemeliharaan IPAL Alternatif Tabel 5.26 Perhitungan Biaya Pemeliharaan IPAL Alternatif Tabel 5.27 Perbandingan Efisiensi Pengolahan Tabel 5.28 Perbandingan Kualitas Effluent Air Limbah Terolah Tabel 5.29 Perbandingan Volume Bangunan IPAL Tabel 5.30 Perbandingan Luas Bangunan IPAL Tabel 5.31 Perbandingan Biaya Pembangunan IPAL Tabel 5.32 Perbandingan Biaya Operasi Dan Pemeliharaan IPAL Tabel 5.33 Perbandingan Potensi Biogas Tabel 5.34 Perbandingan Produksi Lumpur xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Peraturan Perundang-Undangan Tabel Perhitungan dan Formula ABF Prosedur Analisis Laboratorium Penyesuaian Tarif Listrik Blower Pompa Filter Press Gambar Detail Engineering Design (DED) xv xvi Halaman ini sengaja dikosongkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan pusat perbelanjaan di beberapa kota besar di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, salah satunya di kota Surabaya. Banyaknya pusat perbelanjaan turut meningkatkan jumlah limbah cair yang dihasilkan setiap harinya. Limbah cair pusat perbelanjaan termasuk limbah domestik yang berasal dari kegiatan mandi cuci kakus (MCK) dan food court. Limbah ini dapat mencemari lingkungan apabila tidak dilakukan suatu pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan limbah cair dari pusat perbelanjaan dapat dilakukan dengan membangun suatu instalasi pengolahan air limbah (IPAL) setempat di dalam suatu gedung. Pusat perbelanjaan X Surabaya telah mengolah limbah cairnya dengan membangun IPAL. IPAL pusat perbelanjaan ini digunakan untuk mengolah limbah cair dari toilet, cooling water, dan food court. IPAL tersebut terdiri dari unit sump pit, bak ekualisasi, bak aerasi, sand filter, dan carbon filter (Yekti, 2016). Terdapat beberapa masalah pada IPAL tersebut. Permasalahan utama adalah beban pengolahan saat ini melebihi desain awalnya akibat meningkatnya jumlah food court dan tambahan limbah cair dari perkantoran. Pada awalnya IPAL ini didesain untuk mengolah limbah dengan debit m 3 /hari (0,15-0,19 kg BOD/m 3.hari), sedangkan debit pengolahan saat ini adalah m 3 /hari (0,31-0,33 kg BOD/m 3.hari) (Yekti, 2016). Hal tersebut membuat IPAL tidak mampu mengolah semua limbah sehingga limbah ditampung terlebih dahulu di outdoor ground tank. Limbah tersebut menimbulkan bau tak sedap dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Permasalahan kedua adalah tidak dioperasikannya unit rotating biological contactor (RBC) yang berfungsi sebagai unit pengolahan biologis utama IPAL. Unit RBC tersebut juga dibiarkan berada di dalam bak ekualisasi IPAL sehingga mengurangi kapasitas pengolahan IPAL. Ketiga, pengoperasian IPAL belum berjalan dengan efektif. Hal tersebut ditunjukkan dengan kurangnya supply udara pada bak aerasi dan penggunaan bakteri 1 dan nutrien yang tidak tepat. Permasalahan-permasalahan di atas dapat diatasi dengan merencanakan kembali IPAL yang ada. Perancangan ulang terhadap IPAL pusat perbelanjaan dapat menjadi salah satu solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan air limbah. Diperlukan pemilihan suatu alternatif proses pengolahan untuk mendapatkan tingkat efisiensi pengolahan yang optimal. Perancangan ulang IPAL dapat dilakukan dengan menerapkan alternatif proses pengolahan, baik secara aerobik, anaerobik, maupun kombinasi aerobik dan anaerobik. Prinsip proses biologis yang digunakan untuk pengolahan air limbah dibagi menjadi dua kategori utama yaitu proses pertumbuhan terlekat dan pertumbuhan tersuspensi (Tchobanoglous et al., 2003). Pada IPAL anaerobik dapat menggunakan fixed medium system de
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks