Terawan Agus Putranto

Please download to get full document.

View again

of 11
5 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
kesehaan
Document Share
Document Transcript
  Terawan Agus Putranto 5 Agustus 1964 - Sekarang PROFIL TOKOH Nama lengkap  : Terawan Agus Putranto Profesi  : tentara Tempat / Tgl Lahir  : Yogyakarta, 5 Agustus 1964 Karya / Prestasi  : Bintang Mahaputra Naraya, 2013 Hendropriyono Strategic Consulting (HSC), 2015 Penemu Terapi Cuci Otak dan Penerapan Program DSA Terbanyak, Rekor MURI, 2017 Penerima Bidang Kedokteran, Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XV, 2017 Lulus dari Fakultas Kedokteran UGM, Terawan Agus Putranto langsung mengabdi sebagai dokter TNI Angkatan Darat. Ia menghabiskan kariernya di dunia medis dengan menemukan metode baru, terapi cuci otak, untuk pengobatan stroke.  Nama Mayjen TNI Dr.dr.Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI mulai dikenal setelah mempraktikkan metode cuci otak untuk menyembuhkan penderita stroke. Kegigihannya sebagai dokter tak kenal lelah. Di tengah kesibukannya sebagai dokter, ia juga menempuh pendidikan hingga doktor dengan melahirkan karya ilmiah yang luar biasa. Keinginannya menjadi dokter memang cita-citanya saat kecil. Pria kelahiran, Yogyakarta, 5 Agustus 1964 ini setelah lulus sekolah menengah atas, ia melanjutkan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Ia berhasil lulus sebagai dokter pada 1990 saat usianya menginjak 26 tahun. Lulus sebagai dokter, ia mengabdikan dirinya ke di intansi militer Angkatan Darat.Ia kemudian ditugaskan ke  beberapa daerah, di antaranya Bali, Lombok, dan Jakarta. Untuk memperdalam ilmu kedokterannya, ia mengambil Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Ia merasa bahwa ilmu Radiologi di Indonesia belum banyak berkembang, sehingga ia pun terketuk hatinya untuk memperdalam radiologi intervensi. Terawan lulus pada usia 40 tahun. Pentingnya ilmu yang dimilikinya tentu untuk membantu pasien agar lebih cepat sembuh dari penyakitnya. Tak cukup di sana, Terawan lagi-lagi untuk menunjang pelayanan dan menambah keilmuannya, ia menempuh  program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013. Dalam pergumulannya dengan dunia medis, Terawan terbilang cerdas. Ia menemukan metode baru untuk  penderita stroke. Metode yang biasa disebut brain flushing itu juga tertuang dalam disertasinya bertajuk “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis . Disertasi tersebut ia sertakan dalam studi doktoratnya di Universitas Hassanuddin. Tentu saja, metode ini mengundang pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran. Namun, Terawan Agus Putranto mampu membuktikannya. Dalam pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca operasi. Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory’.  Kualitas sosok Terawan makin sempurna setelah diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada 2015. Ia tak hanya bergelut untuk ego pribadinya sebagai dokter, tapi ia juga mampu mengelola rumah sakit secara profesional. Atas pengabdiannya, Terawan mendapatkan sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan  program Digital Substraction Angiogram (DSA) terbanyak.   Terawan membuktikan kepada dunia medis, meski menjadi dokter militer, ia tetap bisa memberikan penemuan metode baru dan pelayanan cepat kepada pasien stroke agar cepat sembuh. (AC/DN) KELUARGA  Istri : Ester Dahlia Anak : Abraham Apriliawan PENDIDIKAN  S1, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM), 1990 S2, Spesialis Radiologi. Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, 2004 S3, Doktor Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanuddin (Unhas), Makassar, 2013 KARIER   dokter, 1990 Tim Dokter Kepresidenan, 2009 Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia Ketua World International Committee of Military Medicine Ketua ASEAN Association of Radiology Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, 2015-sekarang Angggota, Akademi Ilmu Pengetahuan Yogyakarta (AIPYo), 2016 IDN Times/Teatrika Putri Cerita Prabowo Jadi Pasien Dokter Terawan Hingga Bisa Pidato 3 Jam Prabowo minta IDI cari solusi terbaik untuk dokter Terawan Published by  Teatrika Handiko Putri  5 April 2018 Jakarta, IDN Times  - Kasus Mayjen TNI Terawan Agus Putranto atau dokter Terawan yang diberhentikan sementara oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Selasa 23 Maret lalu, menyita perhatian publik. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pun ikut mengomentari. Dia mengatakan dokter Terawan adalah salah satu putra bangsa berbakat, karena itu IDI sebaiknya mencari titik terbaik permasalahan tersebut. 1. Prabowo pernah menjadi pasien dokter Terawan IDN Times/Teatrika Putri Prabowo mengaku dirinya pernah menjadi pasien dokter Terawan. Ia pernah tiga kali menjalani terapi dengan Terawan karena penyakit vertigo. “Saya ini sudah tiga kali diterapi oleh dokter Terawan.   Saya merasa prihatin,” ungkap Prabowo di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (5/4). Bahkan, Prabowo mengaku, ingin terapi untuk keempat kalinya kepada dokter Terawan. “Saya sendiri contoh nya lah, saya sudah tahu, saya  pengen   keempat kali lagi,”  kata dia. Baca juga: Pilpres 2019: Gerindra Bentuk Sentra Pandu, Siap Kawal Prabowo 2. Prabowo kuat pidato tiga jam berkat dokter Terawan IDN Times/Teatrika Putri  Prabowo pun bercerita, dulunya pernah menderita vertigo. Lalu, ia dianjurkan dokter Terawan untuk mengikuti terapinya. Hasilnya, kesehatan Prabowo membaik, bahkan ia bisa kuat pidato tiga jam. EDITORS' PICKS    Puisinya Dianggap Menodai Islam, Siapakah Sukmawati Soekarnoputri?     Mantan Napi Korupsi Tak Bisa Nyaleg, Mendagri: Bagus!     Ini 5 Alasan Ahok Ceraikan Veronica Tan Versi Keluarga Basuki  “Alhamdulillah, sekarang saya bisa tiga jam pidato. Kalau dikasih kopi bisa lima jam pidato,” ungkap dia.   “Tapi kalau gak ada wartawan lebih lama lagi pidatonya. Kalau sekarang pidato ad a kalian saya harus hati-hati  bicaranya, harus sopan,” lanjut Prabowo, bernada gurau.   3. Prabowo menilai dokter Terawan putra bangsa yang luar biasa IDN Times/Teatrika Putri Prabowo menilai dokter Terawan adalah sosok putra bangsa yang luar biasa. Seharusnya Indonesia bangga memiliki sosok seperti Terawan. “Harusnya kita bangga, banyak orang luar negeri datang ke sini, kita punya sesuatu terobosan di bidang kedokteran, teknologi yang dirintis oleh seorang putra bangsa,” kata dia.   4. IDI harus mencari solusi yang terbaik IDN Times/Teatrika Putri Kabar pemberhentian sementara dokter Terawan oleh IDI, mengejutkan Prabowo. Menurut dia, dokter Terawan sudah menyelamatkan banyak nyawa ketika sedang bertugas sebagai seorang dokter. Ia pun mengimbau agar Terawan tidak diberhentikan. “Saya mohon lah, tolong, saya Prabowo Subianto pernah dibantu oleh dokter Terawan dan timnya, sehingga saya sekarang  fit   dan bisa lima jam pidato. Tolong Pak Terawan itu aset bangsa itu. Di mana-mana orang  belajar dari Beliau,” ucap Prabo wo. “Kaget saya. Tapi saya bukan ahli, tapi saya harap ke IDI, tolong lah cari titik terbaik,”  Prabowo menambahkan. Dituduh Mencederai Sumpah Dokter, Faktanya dr Terawan Sukses Menyembuhkan Puluhan Ribu Pasien Stroke POSBELITUNG--  Kepala RSPAD Gatot Subroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto membantah dirinya pernah mengiklankan diri dan mengangkat terapi  cuci otak  dengan Digital Substracion Angiography (DSA). Saya sebagai seorang TNI tidak pernah mau mengiklankan diri, tetapi kalau saya menerangkan secara medis, itu kewajiban saya karena menyangkut kejujuran ilmiah, ujar Terawan saat konferensi pers di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018). Dia meminta pihak manapun memperlihatkan dirinya mengiklankan diri dengan terapi cuci otak . Lah saya tidak tahu iklan yang mana karena tidak boleh, harus ditunjukkan di mana saya beriklan. Mohon izin ditunjukkan iklannya seperti apa. Bahaya menuduh sesuatu mengiklankan, ujarnya. Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhar meyakini Terawan tidak pernah mengiklankan diri.  Dia mengatakan, beriklan membutuhkan biaya dan biaya tersebut berasal dari Kementerian Keuangan. Jadi soal iklan, seluruh biaya dan sebagainya diputuskan Kementerian Keuangan, tidak membuat tarif sendiri tidak ada. Saya kira terlalu jauh mengatakan diiklankan, ujar Abdul. Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prijo Sidipratomo mengatakan, pemberhentian sementara dilakukan karena Terawan dianggap melakukan  pelanggaran kode etik kedokteran. Prijo menyebut, ada pasal Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) yang dilanggar. Dari 21 pasal yang yang tercantum dalam Kodeki, Terawan disebut mengabaikan dua pasal yakni pasal empat dan enam. Pada p asal empat tertulis, “Seorang dokter wajib menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri”.  Terawan tidak menaati itu, dan kata Prijo, Terawan mengiklankan diri. Padahal, ini adalah aktivitas yang  bertolak belakang dengan pasal empat serta mencederai sumpah dokter. Artikel ini telah tayang di  posbelitung.co dengan judul Dituduh Mencederai Sumpah Dokter, Faktanya dr Terawan Sukses Menyembuhkan Puluhan Ribu Pasien Stroke, http://belitung.tribunnews.com/2018/04/05/dituduh-menciderai-sumpah-dokter-faktanya-dr-terawan-sukses-menyembuhkan-puluhan-ribu-pasien-stroke. Editor: khamelia dr Terawan: Terapi 'Cuci Otak' Sudah Teruji secara Ilmiah DR dr Terawan Agus Putranto (Foto: Facebook @Berita Dokter) Mayjen DR dr Terawan Agus Putranto memberikan penjelasannya soal terapi 'cuci otak' yang ia gunakan untuk mengobati pasien stroke. Dalam keterangannya di hadapan anggota Komisi I DPR, dr Terawan mengungkapkan metode 'cuci otak' ini sudah terbukti secara ilmiah. dr Terawan mengungkapkan, pada 2013 Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI menyarankan agar metode 'cuci otak' dibuktikan secara ilmiah. Karena itulah, dr Terawan akhirnya mendaftar S3 di Universitas Hasanudin Makassar. Pada 2013, MKEK menyarankan (metode 'cuci otak') diselesaikan dengan riset. Saya (lalu) mendaftar ke Universitas Hasanudin, ungkap dr Terawan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (4/4). Sebelum menjalani pendidikan di Universitas Hasanudin, dr Terawan sempat mencoba mendaftar S3 di Universitas Gajah Mada (UGM) yang memiliki program kerja sama dengan RSPAD Gatot Subroto. Namun, ia tidak jadi melanjutkan S3-nya di UGM karena proposalnya mengenai metode 'cuci otak' tidak sesuai dengan topik pembahasan yang ada. Karena tidak cocok, saya enggak lanjutkan. (Kemudian) saya majukan sebagai disertasi di Unhas. Saya selesaikan (selama) 3 tahun, mendapat gelar doktor, ujarnya. dr Terawan akhirnya mendapatkan gelar doktor pada 4 Agustus 2016. Judul disertasi Kepala RSPAD Gatot Subroto itu adalah 'Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis'. Penelitian itu ia lakukan  bersama 5 orang lainnya. (5 orang itu) saya (selaku) dokter neurologi, 4 ahli laboratorium ikut riset membahas pengaruh stemselnya, diuji secara kaidah dan akademis akhirnya kami berenam selesai doktor di bidang Intra Arterial, kata dia. Hasil disertasinya itu, kata dr Terawan, bahkan sudah dipublikasikan di jurnal internasional. Syarat harus terpublikasi di jurnal, kita malah (dipublikasikan) di jurnal internasional. Dari total 6 orang yang ambil, ada 12  jurnal internasional.  Impact factor- nya diadopsi oleh orang lain, negara lain, atau peneliti lain, pungkasnya.
Previous Slide

Data Yang Di Butuhkan

Next Slide

Format Ptp

We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks