Tugas 2 Kelompok Service Marketing

Please download to get full document.

View again

of 11
5 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
Service marketing in hospital
Document Share
Document Transcript
  TUGAS 2 SERVICE MARKETING RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI (ANALISA KASUS BERDASARKAN CHAPTER 1, 2, & 3) OLEH : MELDA SYOVINA 1620522045 YOMI DWITA APRILIA 1620522064 PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2018  RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI (ANALISA KASUS BERDASARKAN CHAPTER 1, 2, & 3) A.   CHAPTER 1 : KATEGORI JASA PADA RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI Secara garis besar ada empat macam kategori pada jasa, yaitu : 1.   People processing 2.   Possession processing 3.   Mental stimulus processing 4.   Information processing Pada kasus di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi ini termasuk dalam kategori jasa “people processing” yang dapat digambarkan sebagai berikut NATURE OF THE SERVICE ACT PEOPLE TANGBILE ACTION People Processing  adalah jasa yang secara langsung pada tubuh orang. Contoh : pelayanan kesehatan pada bidang  Neurology di Rumah Sakit Stroke  Nasional Bukittinggi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi ini termasuk dalam kategori jasa “people  processing” karena pasien datang ke rumah sakit tersebut untuk mendapatkan pelayan kesehatan yang diinginkan oleh pasien dan rumah sakit secara melakukan operasional  pelayanan kesehatan bagi pasien. Manajer pada Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi harus memikirkan tentang proses dan output   / hasil dari perspektif pasien untuk mengindentifikasi benefit yang diciptakan serta mengindentifikasi biaya non-finansial seperti waktu, mental, dan  physical effort  .  Berikut ini terdapat 11 pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi : 1.   Instalasi Gawat Darurat Fasilitas yang dimiliki oleh Instalasi Gawat Darurat adalah sebagai berikut :    EKG dan AKG Monitor : untuk memonitoring hantaran listrik jantung    DC Shock : untuk merangsang dengan jantung secara terapi energi listrik pada tindakan resusitasi jantung (mengembalikan kerja jantung pada kasus henti  jantung)    Set Resusitasi : untuk pertolongan pada kasus-kasus henti nafas / henti jantung (bantuan hidup dasar)    SPGDT : (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) 2.   Instalasi Rawat Jalan Instalasi Rawat Jalan adalah pelayanan medis kepada seorang pasien untuk tujuan  pengamatan, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya, tanpa mengharuskan pasien tersebut dirawat inap. Keuntungannya, pasien tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menginap (opname). Instalasi Rawat Jalan adalah unit pelayanan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Medik dan Keperawatan. Mempunyai tugas dan fungsi menyediakan fasilitas terhadap  penyelenggaraan kegiatan pelayanan Poliklinik Rawat Jalan dari berbagai disiplin ilmu kedokteran klinik. Selain itu juga melaksanakan pendidikan dan penelitian. Fasilititas dan sarana serta jenis kegiatan pelayanan di Instalasi Rawat Jalan yaitu :    Poliklinik Kesehatan Anak : pulmologi, ginjal, kardiovaskuler, hematologi, infeksi, gastroenterologi-hepatologi, neonatologi, neurologi anak, gizi anak, tumbuh kembang anak, endokrinologi, imunologi.    Poliklinik Penyakit Saraf : kelainan saraf tepi, nyeri kepala, nyeri intervensi, epilepsi, klinik parkinson, stroke, memori atau fungsi luhur, saraf anak.    Poliklinik Kesehatan Jiwa : psikiatrik anak dan remaja, psikiatrik dewasa dan lanjut usia, psikometrik, ketergantungan obat.     Poliklinik Kesehatan Gigi dan Mulut : klinik periodontia, klinik exodontia, klinik ortodontia, klinik konservasi gigi, klinik pedodonsia, klinik prostodonsia, klinik gigi umum.    Poliklinik Non Spesialistis : klinik pegawai, klinik gigi pegawai, klinik konsultasi gizi, klinik konsultasi psikologi, klinik medical check up & TPKP (Tim Penguji Kesehatan Pegawai) 3.   Instalasi Rawat Inap (Opname) Instalasi Rawat Inap (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, dimana pasien diinapkan di suatu ruangan di rumah sakit. Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien dirawat. Ruangan ini dulunya sering hanya berupa bangsal yang dihuni oleh banyak orang sekaligus. Saat ini ruang inap dibanyak rumah sakit sudah sangat mirip kamar-kamar hotel. Pasien yang berobat jalan di Unit Rawat Jalan, akan mendapatkan surat rawat dari dokter yang merawatnya, bila pasien tersebut memerlukan perawatan di dalam rumah sakit, atau menginap di rumah sakit. Untuk dapat memberikan layanan sepenuhnya kepada masyarakat, RSSN Bukittinggi memiliki 180 tempat tidur yang tersebar pada ruang rawat inap atau disingkat IRNA yaitu :    IRNA A : memiliki ruang rawat untuk klas I, klas II, klas III.    IRNA B : menyediakan layanan ruang rawat inap bagi klas I dan klas VIP    IRNA C : menyediakan ruang rawat untuk klas III 4.   Instalasi Intensive Care Unit Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu bagian dari rumah sakityang terpisah, dengan staf yang khusus dan perlengkapan yang khusus, yang ditunjukan untuk observasi, perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit, cedera atau  penyulit-penyulit yang mengancam jiwa dengan prognosis dubia yang diharapkan masih reversible. ICU menyediakan kemampuan dan sarana, prasarana serta menyediakan peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital dengan
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks