Unnes Physics Education Journal

Please download to get full document.

View again

of 8
5 views
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

Download

Document Related
Document Description
UPEJ 3 (2) (2014) Unnes Physics Education Journal PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Document Share
Document Transcript
UPEJ 3 (2) (2014) Unnes Physics Education Journal PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII MTs. NAHDLATUL MUSLIMIN KUDUS A. Ni mah, P. Dwijananti Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Indonesia, Info Artikel SejarahArtikel: Diterima April 2014 Disetujui April 2014 Dipublikasikan Agustus 2014 Keywords: learning activities, learning result, experimental method, think pair share Abstrak Pembelajaran IPA di MTs. Nahdlatul Muslimin sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Pembelajaran ini bersifat teacher centered, sehingga proses pembelajaran kurang menarik, komunikasi antara guru dan siswa maupun antarsiswa minim, partisipasi mereka dalam pembelajaran tergolong kurang, dan hasil belajar fisika pada materi cahaya dan optik tergolong rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa melalui penerapan Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah true experimental design dengan pretest-posttest control group design. Soal pilihan ganda digunakan untuk mengetahui hasil belajar dan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa digunakan uji gain, sedangkan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa digunakan analisis observasi aktivitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada penerapan Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen dapat meningkat. Aktivitas belajar siswa pada penerapan Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen juga meningkat. Aspek aktivitas belajar siswa yang dinilai adalah melakukan percobaan, menyimpulkan hasil percobaan, mengajukan pertanyaan, mendengarkan presentasi, mengemukakan pendapat, mengerjakan tes dan mencatat materi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa. Abstract Science learning in MTs. Nahdlatul Muslimin used lecturing and question-answer method. The process is dominated by the teacher, so the process is less interesting, teacher-students interaction is more likely never found, they are less participate in the process, moreover, the light and optics learning result is low. To surpass the problem, the researcher used Think Pair Share (TPS) method. The research is aimed at understanding the enhancement of the learning result and students activities by using Think Pair Share (TPS) and experimental method. The research design was a true experimental design with pre-test post-test control group design. The test of multiplex choise are used to know the learning result and observation sheet are used to know the student activities. To know the enhancement of the learning result by using gain test, meanwhile to know the enhancement of the student activities by using observation analysis of learning activities. The research result showed that the result of the students treated with Think Pair Share (TPS) and experimental method can enhance. The learning activities of the students treated with Think Pair Share (TPS) and experimental method can also enhance. Aspect of the learning activities be valued by do the experimentation, conclude the experimentation result, give the question, hear of presentation, suggest the opinion, do the test and make a note of the lesson. Based on the research that Think Pair Share (TPS) with experimental method can enhance the students learning result and their activities Universitas Negeri Semarang Alamatkorespondensi: Gedung D7 Lantai 2 Kampus UNNES,Semarang, ISSN PENDAHULUAN Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan guru IPA fisika kelas VIII MTs. Nahdlatul Muslimin diketahui bahwa guru sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Kurikulum yang diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014 adalah KTSP. Dalam pembelajaran guru jarang menerapkan metode diskusi dan metode eksperimen. Cahaya dan optik merupakan materi IPA fisika kelas VIII semester genap yang dianggap siswa sulit. Hal ini dibuktikan dengan persentase nilai ulangan harian siswa kelas VIII tahun ajaran 2012/2013 pada materi cahaya dan optik yang memenuhi KKM sebesar 34%. Berdasarkan masalah di atas, perlu diupayakan adanya pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa. Salah satu solusi yang dapat digunakan yaitu dengan penerapan model pembelajaran Think Pair Share dengan metode eksperimen. Menurut Eggen dan Kauchak pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama (Trianto, 2011: 58). Pembelajaran kooperatif digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajarmengajar yang berpusat pada siswa (student oriented), terutama untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa yang tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif dan tidak peduli orang lain. Suprijono (2013: ) mengungkapkan beberapa tipe model pembelajaran kooperatif yaitu Jigsaw, Think Pair Share (TPS), Numbered Heads Together (NHT), Group Investigation (GI), Two Stay Two Stray, Make a Match, dan lain-lain. Lie (2004: 57) mengungkapkan bahwa Think Pair Share (TPS) merupakan strategi pembelajaran yang dikembangkan pertama kali oleh Profesor Frank Lyman di Universitas of Maryland pada 1981 dan diadopsi oleh banyak penulis di bidang pembelajaran kooperatif pada tahun-tahun selanjutnya. Seperti namanya Thinking, pembelajaran ini diawali dengan guru mengajukan pertanyaan atau isu terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan siswa. Guru memberikan kesempatan kepada mereka memikirkan jawabannya. Selanjutnya Pairing, pada tahap ini guru meminta siswa berpasang-pasangan. Guru memberi kesempatan kepada pasangan-pasangan itu untuk berdiskusi. Hasil diskusi intersubjektif di tiap-tiap pasangan dibicarakan dengan pasangan seluruh kelas. Tahap ini dikenal dengan Sharing (Suprijono, 2013: 91). Langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen dalam penelitian ini adalah: (1) siswa membentuk kelompok dengan pengarahan guru, masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa. Perwakilan setiap kelompok maju mengambil LKS, alat dan bahan percobaan. Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai langkah kerja dan data pengamatan di LKS; (2) siswa dalam setiap kelompok melakukan percobaan sesuai dengan langkah kerja yang ada di LKS; (3) percobaan yang dilakukan siswa diperiksa oleh guru. Jika masih ada kelompok yang belum dapat melakukan percobaan dengan benar, guru memberikan bimbingan; (4) setelah memperoleh data pengamatan, masing-masing siswa mengerjakan pertanyaan dan kesimpulan yang ada di LKS secara individu di buku tugas masing-masing (Tahap Think); (5) siswa berpasangan (2 orang) dengan teman sebelahnya (masih dalam satu kelompok) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing (Tahap Pair); (6) dua pasangan yang ada di masing-masing kelompok bergabung untuk berdiskusi dengan satu kelompoknya; (7) setiap kelompok maju mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya (Tahap Share); (8) guru menanggapi hasil presentasi siswa dan memberikan informasi yang sebenarnya; (9) siswa melakukan tanya jawab dengan guru untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Menurut Lie (2008: 58), keunggulan Think Pair Share (TPS) adalah: (1) meningkatkan kemandirian siswa; (2) meningkatkan partisipasi siswa untuk menyumbangkan pemikiran karena leluasa dalam mengungkapkan pendapatnya; dan (3) melatih kecepatan berpikir siswa. Penelitian terkait dengan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) telah dilakukan. Hasil penelitian Ibrahim (2010) menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair and Share tebukti dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian Jannah et al. (2013) menunjukkan bahwa target untuk aktivitas belajar siswa yaitu sebanyak 70% siswa aktif dalam pembelajaran. Persentase jumlah siswa yang aktif pada siklus II meningkat mencapai 70,3%. Hasil penelitian Nugraha (2013) menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran TPS disertai media Index Card Match efektif meningkatkan prestasi belajar materi ikatan kimia siswa kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar semester gasal tahun pelajaran 2012/2013. Hasil penelitian Wahyuni (2013) 19 menunjukkan bahwa metode eksperimen dengan strategi TPS (Think-Pair-Share) dalam model pembelajaran diskusi berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa ranah kognitif pada materi perpindahan panas di kelas VII SMP Negeri 2 Buduran Sidoarjo. Hasil penelitian tersebut menambah bukti adanya pengaruh positif dari penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) disertai metode eksperimen ini tidak hanya bertujuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa atau hanya meningkatkan aktivitas siswa saja, namun dapat meningkatkan keduanya, yaitu meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa. METODE Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs. Nahdlatul Muslimin tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Sampel dipilih secara acak dua kelas dan didapat kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan pertimbangan bahwa siswa mendapatkan materi berdasarkan kurikulum yang sama, siswa duduk pada kelas yang sama, siswa diampu oleh guru yang sama dan dalam pembagian kelas tidak ada kelas unggulan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan aktivitas siswa. Desain penelitian ini adalah true experimental design dengan pretest-posttest control group design. Kelas eksperimen diterapkan model Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode guru yaitu metode ceramah dan tanya jawab. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini ada tiga, yaitu: (1) metode dokumentasi berupa daftar nama siswa kelas VIII A, VIII B, dan IX D, serta nilai rapor semester gasal IPA siswa kelas VIII A dan VIII B MTs. Nahdlatul Muslimin tahun ajaran 2013/2014; (2) metode tes berupa pre-test dan post-test; dan (3) metode observasi berupa lembar observasi aktivitas belajar siswa. Pada awal proses pembelajaran, kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi pre-test dengan soal yang telah diujicobakan pada kelas uji coba. Saat petemuan terakhir, kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi post-test sebagai evaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Observasi aktivitas belajar siswa dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Pre-test dan post-test diuji menggunakan uji gain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Sedangkan analisis observasi digunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa. Skema alur penelitian dapat dilihat pada Gambar 1. 20 Kelas Uji Coba Populasi Uji Coba Soal Sampel Analisis Instrumen Tes Analisis Data Awal Nilai Rapor Semester Gasal IPA Instrumen Tes Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Pre-test Pre-test Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan Metode Eksperimen Metode Ceramah dan Tanya Jawab Post-test Post-test Observasi Observasi Hasil Observasi Analisis Data Akhir Hasil Observasi Hasil Penelitian Gambar 1. Skema Alur Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan Hasil Belajar Hipotesis hasil belajar diuji dengan menggunakan uji Gain. Hasil perhitungan uji gain hasil pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel. Tabel 1. Hasil Perhitungan Uji Gain Nilai Pre-test dan Post-test Kelas Ratarata Pre-test Ratarata Post-test Kriteria Eksperimen 41,14 82,50 0,703 Tinggi Kontrol 38,75 75,23 0,596 Sedang Berdasarkan Tabel 1. nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen diperoleh = 0,703, peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen dikategorikan tinggi. Sedangkan kelas kontrol diperoleh = 0,596, peningkatan hasil belajar siswa kelas kontrol dikategorikan sedang. Hal ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) membuat setiap pasangan dan kelompok bekerja 21 sama secara aktif dan bertanggung jawab baik kepada diri sendiri maupun kepada pasangan dan kelompoknya. Adanya kerja sama antara anggota pasangan dan kelompok untuk saling bertukar pendapat menyebabkan daya ingat siswa lebih kuat, sehingga kemampuan dalam memahami materi pelajaran dan hasil belajar yang dicapai juga meningkat. Hasil penelitian Septriana & Handoyo (2006) menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif TPS dapat meningkatkan prestasi belajar ranah kognitif. Adanya tahap Thinking tersebut dapat menggalakkan kegiatan berpikir siswa. TPS dapat meningkatkan partisipasi siswa dan meningkatkan banyaknya informasi yang dapat diingat oleh siswa. Sebab siswa saling belajar satu sama lain dan berupaya bertukar ide dengan pasangannya sebelum mengemukakan idenya ke kelompok yang lebih besar. Peningkatan Aktivitas Belajar Hasil analisis aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada beberapa aspek yang dinilai dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Analisis aktivitas belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol Aspek penilaian Persentase analisis aktivitas belajar siswa (%) Kelas eksperimen Kelas kontrol Melakukan percobaan Menyimpulkan hasil percobaan Mengajukan pertanyaan Mendengarkan presentasi dan mengemukakan pendapat Mengerjakan tes Mencatat materi Persentase analisis keseluruhan 76,52 64,3 Grafik analisis aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada beberapa aspek yang dinilai dapat dilihat pada Gambar % 80% 82% 84% 73% 100% 99% 82% 72% 76% 78% 60% 40% 20% 0% 39% 35% 29% Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Gambar 2. Grafik analisis aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol 22 Aspek melakukan percobaan diamati observer ketika siswa melaksanakan percobaan pemantulan cahaya pada cermin cekung dan cermin cembung. Aspek melakukan percobaan kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen membuat siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran fisika, siswa dapat mengamati secara langsung bagaimana proses pemantulan cahaya pada cermin cekung dan cermin cembung terjadi, sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam melakukan percobaan. Hasil penelitian Winayah et al. (2013) menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas belajar siswa melakukan percobaan dengan penerapan TPS sebesar 78,2%. Penerapan TPS membuat siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran dengan memikirkan permasalahan, belajar kelompok, melakukan percobaan yang dapat membuat siswa membuktikan sendiri teori yang ada sehingga siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran dan mereka dapat memahami konsep dengan mudah serta siswa lebih aktif untuk bertanya dan menjawab pertanyaan untuk menyimpulkan. Aspek menyimpulkan hasil percobaan kelas eksperimen dinilai dari kesimpulan pada LKS I dan LKS II yang siswa kerjakan. Aspek menyimpulkan hasil percobaan kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen membuat siswa mendapat pengetahuan melalui pengalaman yang dialami sendiri yaitu berupa percobaan, sehingga siswa lebih mudah menangkap apa yang dibahas oleh guru. Hasil penelitian Winayah et al. (2013) menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas belajar siswa menyimpulkan hasil percobaan dengan penerapan TPS sebesar 85,89%. Penerapan TPS membuat siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran dengan memikirkan permasalahan, belajar kelompok, melakukan percobaan yang dapat membuat siswa membuktikan sendiri teori yang ada sehingga siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran dan mereka dapat memahami konsep dengan mudah serta siswa lebih aktif untuk bertanya dan menjawab pertanyaan untuk menyimpulkan. Aspek mengajukan pertanyaan pada kelas eksperimen diamati observer selama proses pembelajaran berlangsung. Aspek mengajukan pertanyaan kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Penerapan TPS mendorong siswa untuk berpikir secara individu dan mempertimbangkan gagasan jawabannya secara matang dengan pasangannya maupun kelompoknya, jadi tidak hanya satu siswa saja yang memahami materi pelajaran, sehingga siswa lebih aktif bertanya dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian Sabil (2014) menunjukkan bahwa model pembelajaran TPS dapat meningkatkan aktivitas bertanya pada mahasiswa, karena saat tahap Think semua mahasiswa sudah memikirkan jawaban, sehingga aktivitas mahasiswa dalam mengungkapkan pertanyaan menjadi meningkat. Aspek mendengarkan presentasi dan mengemukakan pendapat di kelas eksperimen diamati observer ketika tahap Share pada pertemuan ke-3 dan ke-5. Aspek mendengarkan presentasi dan mengemukakan pendapat kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen membuat siswa menjadi respek pada temannya yang lain, kemampuan siswa dalam mengungkapkan jawaban secara verbal menjadi berkembang. Siswa diarahkan untuk berdiskusi dalam mencari jawaban dari pertanyaan dan kesimpulan yang ada di LKS secara individu, berpasangan maupun berkelompok, sehingga kesempatan siswa dalam mengeluarkan pendapat menjadi lebih banyak. Hasil penelitian Sabil (2014) menunjukkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas mendengarkan dan mengemukakan pendapat, karena pada tahap diskusi berupa Pair telah menjadikan mahasiswa saling membantu satu sama lain, menghargai pendapat temannya, berani mengeluarkan pendapat, menjelaskan dan mempertahankan pendapat. Aspek mengerjakan tes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dinilai dari banyaknya soal pre-test dan post-test yang siswa kerjakan. Aspek mengerjakan tes kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak jauh berbeda. Artinya baik siswa pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, mereka menyadari tanggung jawab yang mereka miliki terhadap apa yang mereka kerjakan. Hasil penelitian Parlina (2010) menunjukkan bahwa Think Pair Share dapat membuat siswa memiliki dua tanggung jawab, yaitu tanggung jawab pribadi atau individu berupa hasil tes dan tanggung jawab bersama yaitu untuk tugas dengan pasangannya. 23 Penilaian aspek mencatat materi dilaksanakan setelah pertemuan ke-5 selesai. Aspek mencatat materi kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda jauh. Penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen siswa difokuskan untuk aktif pada kegiatan eksperimen, berdiskusi, dan presentasi. Pembelajaran ini menyebabkan siswa lebih tertarik untuk melakukan percobaan, menyimpulkan hasil percobaan, mendengarkan presentasi dan mengungkapkan pendapat dibandingkan pada kegiatan mencatat materi, hal ini dapat dilihat dari perolehan persentase tiap aspek aktivitas belajar pada Tabel 2. Persentase analisis aktivitas belajar secara keseluruhan siswa kelas eksperimen diperoleh 76,52%, aktivitas belajar siswa kelas eksperimen tergolong baik. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh 64,3%, aktivitas belajar siswa kelas kontrol tergolong cukup baik. Artinya penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan metode eksperimen dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pembelajaran TPS dengan metode eksperimen melatih siswa untuk bekerja sama dalam melaksanakan percobaan, berdiskusi dengan pasangan maupun kelompok, dan presentasi di depan kelas sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan serta siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Hasil penelitian Indriasih (2014) menunjukkan bahwa aktivitas belajar si
Search Related
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks